Persindonesia.com Jembrana – Sekira pukul 13.20 Wita, Sebanyak 4 kendaraan roda empat yang merupakan travel bodong berhasil diamankan Polantas Polres Jembrana yang kedapatan nekat mengangkut penumpang yang mudik ke Pulau Jawa.
Peduli Sesama, Kodim 0414/Belitung Bagikan Paket Sembako
Keempat mobil tersebut diantaranya 1 unit mobil Toyota Avanza, 1 unit mobil Xenia, 1 unit mobil Grand Max Van dan 1 Unit Elf Short dengan plat luar bali, semua kendaraan tersebut tidak berisi ijin trayek dari Dishub. Kamis (06/05).
Travel bodong tersebut nekad mengindahkan larangan mudik terkait Surat Edaran Satgas Covid-19 Pusat yang sudah jelas informasinya jauh-jauh hari sebelum penutupan tersebut.
Siang ini kami berhasil mengamankan kendaraan roda empat yang membawa penumpang tidak sesuai dengan peruntukannya, mereka rencananya membawa masyarakat dari wilayah timur menuju Gilimanuk,” ungkap Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa SIK didampingi oleh Kasat Lantas Polres Jembrana AKP. I Dewa Gede Ariana

“Dalam penyekatan yang kami lakukan, mereka berhasil diamankan. Disini perintah dari atasan sudah jelas apabila ada travel-travel yang ditemukan membawa masyarakat yang berkeinginan mudik segera diamankan ditilang dan kendaraannya diamankan dan kita lepaskan setelah Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.
Jadi untuk penumpang travel tersebut, lanjut Gede Adi, sudah kita kembalikan ke Denpasar dengan ditanggung oleh sopir travel tersebut. “Kepada masyarakat mari kita patuhi apa yang menjadi intruksi pemerintah, dimana pemerintah sudah mengeluarkan larangan mudik dari tanggal 06 sampai 17 Mei 2021,” himbaunya.
Jelang Idul Fitri, Polres Bondowoso Amankan Puluhan Kg Bubuk Mercon
Dan tadi juga lanjut Gede Adi, di pos penyekatan juga kami temukan truk yang berisi terpal yang mengangkut masyarakat dan sepeda motor yang mudik, kami berhasil menggagalkan dan penumpang truck tersebut sudah kita suruh balik.
Pemerintah mengeluarkan larangan tersebut, imbuh Gede Adi, dimana salah satunya untuk mencegah mewabahnya virus Covid-19. Diketahui bersama di negara India ada peningkatan yang sangat drastis secara signifikan terkait masalah penyebaran virus Covid-19.
“Malah disana ada istilah tsunami Covid di India, pemerintah dengan kejadian tersebut tidak mau seperti kejadian tersebut saya berharap masyarakat paham dengan hal tersebut,” ucapnya.
Dandim 0506/Tgr Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Jaya 2021
Lebih jelasnya Gede Adi mengatakan, perkembangan arus penyebrangan sesuai data dari ASDP Gilimanuk pada tanggal 05 sampai tanggal 6 Mei 2021 terjadi penurunan yang signifikan, dikarenakan tanggal 06 Mei dimulainya larangan mudik. (Sub)






