Vandalisme “GOBLETZ” di Teluk Gilimanuk Berakhir Damai Lewat Mediasi

Persindonesia.com Jembrana – Sempat viral di media sosial vandalisme berupa coretan bertuliskan “GOBLETZ” di sejumlah fasilitas umum kawasan wisata Teluk Gilimanuk berakhir mediasi di Kantor Lurah Gilimanuk. Coretan tersebut ditemukan di toilet umum dan beberapa fasilitas publik lainnya di wilayah Kelurahan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.

Menindaklanjuti kejadian itu, tim opsnal Reskrim Polres Jembrana bergerak melakukan penyelidikan pada Jumat (16/1/2026) malam. Hasilnya, pelaku berhasil diidentifikasi dan kasus tersebut kini telah diselesaikan melalui jalur mediasi.

Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, saat dikonfirmasi Selasa (20/1/2026), mengatakan penyelesaian perkara dilakukan melalui pembinaan terhadap pelaku. “Permasalahan ini sudah kami selesaikan melalui mediasi,” ujarnya.

Tim Kurawa Sikat Spesialis Pencurian di 10 Sekolah di Jembrana

Mediasi tersebut dihadiri oleh Lurah Gilimanuk, pihak Polres Jembrana, Polsek Gilimanuk beserta jajaran, serta orang tua pelaku. “Dalam pertemuan itu, pelaku vandalisme berinisial I Kadek EAAP mengakui perbuatannya,” terangnya.

Tony menjelaskan, pelaku melakukan aksi coret-coret menggunakan cat semprot (pilox) di beberapa lokasi, di antaranya kamar mandi Kawasan Wisata Teluk Gilimanuk, Gedung Olahraga, kamar mandi lapangan umum, tempat sampah di Taman Patung Siwa, area Pura Capah, serta jalan menuju Museum Purba Kala. Aksi tersebut dilakukan pada Kamis (15/1/2026) sekitar tengah malam.

“Pelaku telah meminta maaf kepada pihak terkait dan mengakui perbuatannya salah serta berdampak buruk bagi masyarakat dan pemerintah, khususnya sektor pariwisata,” jelasnya.

Bupati Kembang Beri Warning Seluruh Kepala OPD:  Program Wajib Memiliki Target Waktu

Sebagai bentuk tanggung jawab, lanjut Toni, pelaku menyatakan sanggup tidak mengulangi perbuatannya dan bersedia mengecat kembali seluruh coretan sesuai warna tembok semula. “Usai mediasi, yang bersangkutan langsung melakukan pengecatan ulang dan menandatangani surat pernyataan,” ucapnya.

Tony juga memberikan pesan kepada pelaku agar tidak mengulangi tindakan serupa karena dapat berujung pada proses hukum. Ia juga mendorong pelaku untuk menyalurkan bakat seni yang dimiliki pada tempat yang tepat dan positif.

Sebelumnya, berdasarkan keterangan saksi berinisial I Kadek M, kejadian bermula saat ia bersama terduga pelaku berada di Kawasan Wisata Teluk Gilimanuk pada Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 24.00 Wita. Saat sedang makan nasi pecel, saksi melihat pelaku berjalan menuju toilet dan menuliskan kata “GOBLETZ” di dinding menggunakan cat semprot yang telah dibawa sebelumnya.

Ayah Gugat Anak Kandung Gara-gara Hibah Diminta Lagi oleh Sang Ayah

Menurut saksi, tulisan “GOBLETZ” merupakan nama panggilan lain dari pelaku. Saksi juga mengaku mengetahui pelaku memiliki bakat di bidang seni lukis dan tato. “Saksi mengetahui aksi tersebut menjadi viral setelah dihubungi petugas,” pungkasnya. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *