Terkendala Desain dan Kabel Utilitas, Proyek Jalan Ngurah Rai Jembrana Diperpanjang

Persindonesia.com Jembrana – Penataan kawasan Kota Negara di Jalan Ngurah Rai, Jembrana, kini ditargetkan rampung paling lambat 9 November 2026. Target baru itu ditetapkan setelah proyek Rp14,7 miliar dari APBD Jembrana 2026 tersebut gagal selesai Senin (19/10/2026) dan diberi tambahan waktu 21 hari.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perhubungan (PUPRHub) Kabupaten Jembrana, I Nyoman Wiartha, membenarkan adanya perpanjangan tersebut saat dikonfirmasi Senin (19/10/2026). Menurutnya, proyek penataan koridor jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer itu mengalami perubahan kontrak, baik penyesuaian pekerjaan maupun penambahan waktu. “Ada adendum pergeseran, ada adendum waktu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perpanjangan waktu tidak terlepas dari sejumlah gambar kerja terperinci (shop drawing) yang baru memperoleh persetujuan. Di antaranya desain kawasan tenant atau plaza di barat Pasar Umum Negara yang direncanakan untuk kegiatan usaha dan ruang publik, serta desain penataan median jalan menyangkut penempatan tanaman. Selain itu, desain lampu penerangan jalan umum (PJU) yang sempat ditolak telah diperbaiki sebelum pekerjaan dilanjutkan. “Desain lampu yang ditolak itu sudah kami perbaiki,” jelasnya.

Bupati Satria Tinjau Program Bedah Rumah, Rehab, dan Sambungan Air Bersih di Desa Tegak

Atas sejumlah perubahan tersebut, Kepala Dinas PUPRHub menyetujui penambahan waktu pelaksanaan selama 21 hari atau tiga pekan, terhitung sejak berakhirnya masa kontrak pada 19 Oktober 2026. “Atas dasar perubahan-perubahan itulah Pak Kadis menyetujui untuk penambahan waktu lagi 21 hari,” katanya.

Wiartha menambahkan, tidak seluruh pekerjaan mengalami keterlambatan. Bagian yang tidak terdampak perubahan desain maupun pekerjaan yang melibatkan pihak lain disebut telah diselesaikan. Tambahan waktu terutama dimanfaatkan untuk menuntaskan pekerjaan yang bergantung pada persetujuan desain dan penyelesaian jaringan utilitas.

Salah satu pekerjaan yang masih menjadi perhatian adalah penataan jaringan utilitas, khususnya kabel listrik milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan kabel perusahaan penyedia jaringan internet di sepanjang kawasan penataan. Sejumlah tahapan pekerjaan fisik tidak dapat diselesaikan sebelum penanganan kabel dilakukan, karena pemasangan material dan penyelesaian permukaan kawasan harus menunggu pekerjaan utilitas di bawahnya tuntas.

“Karena kami tidak bisa memasang utilitas, dan pekerjaan di atasnya juga belum bisa diselesaikan, jadi itu termasuk dalam tambahan waktu 21 hari,” terangnya.

Sengketa Lahan Bacang, Ibnu Luruskan Klaim Luas 5,94 Hektare

Pemkab Jembrana sendiri merencanakan penataan utilitas bawah tanah sepanjang sekitar 200 meter, mulai dari depan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali Kantor Cabang Negara hingga kawasan Patung Dokar. Penataan itu dimaksudkan mengurangi kesemrawutan kabel dan tiang utilitas di kawasan pusat kota, namun penanganannya membutuhkan koordinasi dengan pemilik jaringan.

Di sisi lain, pemasangan lampu PJU masih berlangsung. Wiartha menyampaikan pengerjaan lampu berlengan satu hampir seluruhnya selesai, sedangkan lampu berlengan dua masih dalam proses pengerjaan. Kedatangan lampu dilakukan bertahap sehingga seluruh perlengkapan tidak tersedia dalam waktu bersamaan. “Lampu yang satu lengan hampir semua sudah selesai, yang dua lengan masih on progress,” ujarnya.

Lampu PJU tersebut merupakan bagian dari konsep pembaruan wajah Kota Negara. Desain yang direncanakan menyerupai penjor seperti yang digunakan di sejumlah kawasan perkotaan di Denpasar dan Gianyar, dengan hiasan ornamen makepung yang menjadi ikon Jembrana.

Sementara itu, median jalan akan dipercantik dengan penanaman dua jenis tanaman perdu, yakni soka dan pucuk merah, untuk mengisi area taman pembatas di tengah jalan. Adapun pohon pule masuk dalam rencana penghijauan, tetapi penempatannya diarahkan ke kawasan plaza atau area tenant. “Di median itu sementara tanaman perdu kita pasang, berupa soka dan pucuk merah. Dua jenis itu saja,” katanya.

Soroti Dugaan Tebang Pilih Terhadap Jurnalis, FRIC DPC Kuningan Minta Polres Kuningan Klarifikasi Terbuka

Secara keseluruhan, proyek penataan Jalan Ngurah Rai tidak hanya menyasar tampilan kawasan perkotaan. Pekerjaan juga mencakup pembenahan trotoar, median jalan, penerangan, dan jaringan utilitas. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kondisi trotoar yang sebelumnya mengalami kerusakan di sejumlah titik serta sistem drainase, karena sejumlah titik di sepanjang Jalan Ngurah Rai kerap mengalami genangan ketika hujan deras. KS