Kesiapsiagaan Hadapi Dampak Bencana, BPBD Bangli Siapkan Sinergi Lintas Sektor

Persindonesia.Com, Bangli – Untuk memperkuat respons cepat di lapangan dalam menghadapi dampak bencana, BPBD Bangli menjalin kolaborasi lintas sektor dengan sejumlah instansi terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), serta instansi lainnya.

Sinergi ini dinilai penting guna memudahkan koordinasi apabila terjadi bencana atau kondisi darurat. “Koordinasi lintas instansi sangat diperlukan agar penanganan di lapangan bisa lebih cepat dan efektif ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Kalaksa BPBD Bangli, I Wayan Wardana.

Baca Juga : Tanggap Darurat Bencana, Kabupaten Bangli Gelar Apel Kesiapsiagaan

Selain itu, dalam menghadapi cuaca ekstrem, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Bangli melakukan pemetaan wilayah rawan kebencanaan di seluruh Kabupaten Bangli. Tercatat, ada 18 desa/kelurahan yang terindikasi rawan bencana yang menjadi atensi BPBD-Damkar Bangli.

“Sebagai antisipasi, kami telah melakukan pemetaan kawasan mana yang masuk dalam atensi. Mayoritas ada di wilayah Kecamatan Kintamani,” kata Wardana, Senin (12/1/2025).

Lanjut kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bangli, pemetaan ini dilakukan sebagai upaya mitigasi dini guna meminimalisir dampak bencana yang kerap terjadi saat musim hujan.

Adapun jenis kebencanaan yang diantisipasi meliputi tanah longsor, pohon tumbang, angin kencang, serta potensi bencana lainnya yang dipicu intensitas hujan tinggi.

“Wilayah Kintamani memang menjadi perhatian lebih karena secara geografis memiliki kerawanan cukup tinggi, terutama terhadap longsor dan angin kencang,” terang Wardana.

Baca Juga : Akibat Terpental Kayu, Nyawa Lelaki Asal Pekuwon Melayang

Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan diperkirakan masih akan berlangsung hingga Februari mendatang. Oleh karena itu, kesiapsiagaan BPBD Bangli akan terus ditingkatkan setidaknya sampai periode tersebut.

“Kita tentu melakukan atensi hingga Februari, karena prakiraan hujan ini sampai saat ini. Maka, kolaborasi dan koordinasi terus kita gencarkan,” ucapnya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan, agar tetap waspada dan segera melaporkan ke pihak terkait apabila melihat potensi bahaya di lingkungan sekitar. Begitu pun jika ada pohon perindang yang dikhawatirkan tumbang atau patah agar segera melapor, sehingga bisa ditindaklanjuti bersama Dinas LHK.

“Melihat situasi yang terjadi belakangan ini, kami imbau masyarakat agar senantiasa memetakan juga kondisi di lapangan dan melapor ke kita, sehingga bisa mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *