Jembrana — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau lokasi Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp Site Gilimanuk di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, usai meluncurkan sekaligus melakukan groundbreaking program pengembangan energi terbarukan tersebut.
Dalam peninjauan itu, Presiden Prabowo didampingi Gubernur Bali Wayan Koster, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, Bupati dan Wakil Bupati Jembrana, serta sejumlah pejabat terkait.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster bersama Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menandatangani Kesepakatan Bersama Percepatan Pengembangan Infrastruktur Ketenagalistrikan Berbasis Energi Terbarukan di Provinsi Bali.
Koster menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas kebijakan pengembangan PLTS yang dinilai sejalan dengan arah pembangunan Bali menuju kemandirian energi dan penggunaan energi bersih.
“Mewakili Pemerintah dan masyarakat Bali, kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto yang telah meluncurkan kebijakan program PLTS 100 GWp di Provinsi Bali,” ujarnya.
Presiden Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GWp, Gilimanuk Jadi Salah Satu Lokasi Awal
Menurut Koster, pengembangan energi bersih di Bali sebenarnya telah menjadi bagian dari kebijakan daerah sejak 2019 melalui Pergub Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih. Namun, pelaksanaannya belum berjalan optimal karena pandemi COVID-19.
Kini, menurut dia, kebijakan tersebut mendapat momentum baru melalui program pemerintah pusat yang diluncurkan Presiden Prabowo.
“Kami sangat berbahagia dan berterima kasih, karena Bali memiliki kebijakan Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih yang diatur dalam Pergub Bali Nomor 45 Tahun 2019,” katanya.
Koster mengatakan pemerintah daerah akan mendukung program tersebut, salah satunya melalui penyediaan lahan milik negara yang tidak produktif untuk dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat, khususnya dalam mendukung kebutuhan energi.
Disambut Meriah di Jembrana, Istana Puji Antusiasme Warga: Luar Biasa!
“Tugas kami di daerah ialah membebaskan lahan milik negara yang tidak produktif dan bisa difungsikan untuk memberikan manfaat banyak kepada masyarakat, terutama kebutuhan energi,” ujarnya.
Ia menilai pengembangan PLTS tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan listrik, tetapi juga dapat memperkuat citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Penggunaan energi bersih dinilai penting untuk mendukung ekosistem pariwisata yang lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pengembangan energi surya menjadi bagian dari upaya mengubah sistem kelistrikan Bali dari ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan energi impor menuju energi domestik terbarukan.
Menurut Darmawan, pengembangan PLTS akan mendorong pergeseran penggunaan energi dari sumber yang mahal menuju energi yang lebih ekonomis, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak impor.
Adu Jangkrik di Bayung Gede, Remaja Asal Belancan Tewas Usai Bentur Beton Pembatas Jalan
“Dari energi mahal menjadi energi yang murah, dari energi fosil menjadi energi baru terbarukan,” kata Darmawan.
Ia menambahkan, pengembangan energi hijau tersebut sejalan dengan kebijakan Bali Mandiri Energi dan Bali Energi Bersih yang digagas Pemerintah Provinsi Bali.
Darmawan menyebut energi terbarukan menjadi salah satu penopang bagi keberlanjutan sektor pariwisata Bali karena menawarkan sumber energi yang lebih bersih dan ekonomis.
Karena itu, PLN bersama Pemerintah Provinsi Bali menandatangani kesepakatan kerja sama untuk mempercepat pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan berbasis energi terbarukan.
“Akselerasi ini perlu kerja sama yang erat antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Provinsi. Karena salah satu kunci dari program PLTS ini adalah penyediaan lahan,” ujar Darmawan.
Dari Jembrana untuk Bali, PLTS Gilimanuk 100 GWp Siap Perkuat Ketahanan Energi
Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari transformasi sistem energi Bali sekaligus memperkuat upaya menuju kemandirian energi dan penggunaan energi bersih di Pulau Dewata. HJ






