Kategori: MEDIA PERS INDONESIA

  • KPU : Anggota KPPS Tidak Dari partai Politik, Diusulkan Pencoblosan Paling Akhir Pukul 15.00 Wita

    Persindonesia.com Jembrana – Setelah rapat pleno terbuka terkait rekapitulasi dan penetapan daftar pemilih tetap Bupati dan Wakil Bupati Jembrana 2020, kini KPU Jembrana mengadakan rapat koordinasi pembentukan KPPS yang bertempat di Anjungan Cerdas Mandiri Rambutsiwi. Senin 19 Oktober 2020.

    Rapat dibuka langsung oleh Ketua KPU Jembrana I Ketut Gde Tangkas Sudiantara, ST. Kali ini selain mengundang dinas yang terkait KPU Jembrana mengajak para Camat se Kabupaten Jembrana dan Ketua PPK se Kabupaten Jembrana.

    Sambut “We Love Bali” Wakapolres Utari Hadiri Rapat

    “Jadi hari ini kita melaksanakan rapat kordinasi bersama stake holder dalam rangka pembentukan KPPS pemilihan bupati dan wakil bupati Jembrana 2020, kita sudah menetapkan sebanyak 640 TPS sehingga nanti petugas yang akan ditempatkan di TPS harus mengacu baik jumlah dan persyaratannya,” ungkap Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM I Made Widiastra, SE. MM

    Ia melanjutkan, kami juga membahas petugas ketertiban, sehingga kalau kita total jumlah KPPS dan petugas ketertiban sebanyak 5760 orang. Kami juga menyampaikan persyaratan menjadi anggota KPPS dan anggota ketertiban.

    Operasi Yustisi Pencegahan COVID-19 Di Wilayah Kintamani, 13 Warga Terjaring

    “Untuk anggota KPPS sendiri tentunya dengan edaran terbaru harus menyesuaikan dari segi umur dari 20 tahun sampai umur 50 tahun, kemudian yang paling urgent adalah kita memastikan calon KPPS tidak menjadi anggota partai politik, kita juga akan mengecek di Sistim Informasi Politik (SIPOL),” jelas Widiastra.

    Lebih jelasnya ia mengatakan, Anggota KPPS juga tidak boleh ada ikatan perkawinan sesama penyelenggara pemilu dan belum dua kali periode menjabat dengan jabatan yang sama.

    Workshop Pendidikan, Bang Pur: Sangat diperlukan terobosan, inovasi dan kreativitas dalam pembuatan materi Daring.

    Ditempat yang sama Anggota KPU Divisi Hukum (selimut) Jembrana I Nengah Suardana mengatakan, untuk masa tenggang pencoblosan, dalam hal baru 12 ini yang terkait dengan protokol kesehatan tentu akan memakan waktu cukup lama dan tidak sesuai dengan waktu saat pilkada normal, kalau mengikuti dalam hal baru 12 ini waktunya tidak cukup sampai pukul 13.00 Wita.

    “Jadi oleh KPU RI diusulkan waktunya diperpanjang sampai pukul 15.00 Wita. Dan hal ini kita belum sosialisasikan karena masih berupa usulan,” ucapnya.

    Spirit Kearifan Lokal, Menuju Desa Wisata Hebat Bangsa Bermartabat

    Suardana melanjutkan, Untuk di Jembrana karena persaingan sangat ketat dikarenakan calonnya ada dua diusulka oleh partai politik masyarakat dikarantina baik itu dikarantina mandiri, isolasi mandiri atau di RSU.

    “Seperti kita ketahui azas pemilu “Satu Orang, Satu Suara, Satu Nilai, untuk orang yang di karantina KPU mengusulkan ada kotak suara keliling kerumah penduduk yang diisolasi, nanti mekanismenya gimana akan di bicarakan lebih lanjut dengan Bawaslu ketika usulan KPU ini di akomodir,” tutup Suardana. (Sub)

  • Kesehatan Dan Keluarga Berencana Penting Dipahami Masyarakat

    Persindo Denpasar Bali – Kegiatan sasaran non fisik Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa atau TMMD Ke 109 Kodim 1611/Badung Tahun Anggaran 2020 akhirnya tuntas digelar dengan dilaksanakannya sosialisasi tentang Kesehatan dan Keluarga Berencana atau KB bagi warga masyarakat Banjar Kertajiwa, Sabtu (17/10/2020) malam lalu bertempat di Balai Banjar setempat.

    Acara sosialisasi ini diselenggarakan oleh Satgas TMMD Ke 109 Kodim 1611/Badung  bekerja sama dengan Keluarga Berbasis Kelompok Untuk Pengurus Kampung KB (KBKKK) Kota Denpasar dengan menghadirkan penceramah atau penyuluh Kepala Bidang KBKKK Kota Denpasar Ayu Wahyuni selaku narasumber.

    Sebelum acara sosialisasi dimulai, baik tim sosialisasi, Satgas TMMD dan masyarakat peserta sosialisasi terlebih dahulu melaksanakan protokol kesehatan dengan mencuci tangan, gunakan hand sanitizer dan pengecekan suhu tubuh.

    Kepala Dusun/Banjar Kertajiwa Wayan Miarta, S.H., menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim sosialisasi, Satgas TMMD Ke 109 Kodim 1611/Badung dan warga masyarakat Banjar Kertajiwa yang hadir dalam sosialisasi tentang Kesehatan dan KB.

    Sosialisasi tentang Kesehatan dan KB tersebut merupakan kegiatan sosialisasi terakhir dari kegiatan sasaran non fisik TMMD dan mengharapkan Ibu-Ibu PKK dan juga masyarakat bisa memahami betapa pentingnya Kesehatan dan KB terlebih masa Pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.

    Pemateri Ayu Wahyuni yang didampingi Danramil 1611-06/Petang Kapten Inf I Wayan Suara menyampaikan anjuran Pemerintah RI tentang pentingnya menjaga Kesehatan dan KB, karena KB bukan saja agar kesehatan ibu lebih terjaga, namun dapat mencegah kehamilan yang tidak diinginkan sehingga keharmonisan dalam keluarga dapat ditingkatkan.

    “Secara ekonomi, mengikuti program KB dapat mengurangi kebutuhan rumah tangga, di sisi lain, dapat memberikan akses yang lebih luas untuk meningkatkan dan menambah penghasilan keluarga”, ungkapnya.

    Ditambahkannya, manfaat lain yang tak kalah pentingnya, dengan mengikuti KB, adalah terlaksananya pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga berencana dan dapat mencegah anak dari kekurangan gizi, sehingga tumbuh kembangnya lebih terjamin serta kebutuhan ASI eksklusif dapat terpenuhi.

    Kapten Inf I Wayan Suara mengatakan dengan berakhirnya sosialisasi Kesehatan dan KB maka tuntas pula pelaksanaan seluruh bentuk kegiatan sasaran non fisik TMMD Ke 109 Kodim 1611/Badung.

    Dirinya berharap semua bentuk sosialisasi yang sudah disampaikan dari awal pelaksanaan TMMD sampai mendekati penutupan pada 21 Oktober 2020 nantinya akan menjadi bekal yang bermanfaat bagi masyarakat di sekitar pelaksanaan TMMD, termasuk sosialisasi tentang Kesehatan dan KB tersebut.   Rls.

     

  • BNNK Gianyar Apresiasi Langkah Kodim Gianyar Gelar Tes Urine Secara Rutin

    Persindo Gianyar Bali –  Guna memberantas penyalahgunaan Narkoba di lingkungan Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil, Kodim 1616/Gianyar bersama BNN Kabupaten Gianyar melaksanakan tes urine sebagai implementasi program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba atau P4GN.

    Kegiatan tes urine tersebut dilaksanakan Senin (19/10/2020) bertempat di Makodim 1616/Gianyar.

    Adapun tujuan dari kegiatan ini dalam rangka pencegahan bahaya Narkoba kepada Personel Kodim 1616/Gianyar, yang mana pelaksanaannya dilaksanakan secara bertahap, sehingga personel Kodim 1616/Gianyar akan menjalani tes urine khususnya Babinsa yang selalu berada di tengah-tengah masyarakat.

    Demikian disampaikan Pasi Intel Kodim 1616/Gianyar, Kapten Inf I Ketut Suprapta seijin Dandim 1616/Gianyar, Letkol Inf Frandi Siboro.

    “Pemeriksaan urine bagi anggota dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi pimpinan yang menyatakan perang dan berkomitmen memberantas Narkoba”, ujarnya.

    Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan ini akan digelar secara rutin karena sudah menjadi komitmen sekaligus peran aktif satuan dalam upaya pemberantasan Narkoba di lingkungan TNI.

    “Kami berharap, dengan diadakan pemeriksaan urine secara rutin seluruh prajurit terbebas dari Narkoba dan tidak terlibat dalam peredarannya”, tuturnya.

    Kita juga harus memastikan bahwa Prajurit Satuan Kewilayahan termasuk Personel Kodim 1616/Gianyar harus bersih dari penyalahgunaan Narkoba agar bisa fokus dalam melaksanakan tugas.

    Sementara itu Kepala BNN Kabupaten Gianyar diwakili oleh Kasi P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat) I Gede Dirgantara mengapresiasi kegiatan pencegahan yang dilakukan oleh Kodim 1616/Gianyar, yang dengan serius melakukan perang terhadap Narkoba selanjutnya dengan secara acak menunjuk personel untuk dilaksanakan tes urine.

    “Puluhan Anggota Kodim 1616/Gianyar melakukan pemeriksaan tes urine dan apresiasi tidak satupun yang terindikasi melakukan penyalahgunaan Narkoba”, terangnya.

    Kegiatan semacam ini terus dilakukan secara berkala sebagai pencegahan dan ini merupakan wujud keseriusan Kodim 1616/Gianyar perang terhadap penyalahgunaan Narkoba.   Rls.

  • Sekolah Politik Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Jember secara resmi dibuka untuk angkatan pertama

    Jember, Persindonesia – 18 Oktober 2020 Sekolah Politik Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Kabupaten Jember secra resmi dibuka untuk angkatan pertama Minggu, 18 Oktober 2020 di Aula Gedung DPD Golkar Jember. Kepala sekolah politik dipercayakan kepada Abdil Furqan, SH.

    Dalam sambutanya, Ketua MKGR Jember Erfan Junaidi mengatakan bahwa melalui Sekolah Politik ini diharapkan menghasilkan output kader kader kader potensial yang militan, berdedikasi dan memiliki semangat juang tinggi dalam kerangka membesarkan secara bersama kekuatan partai Golkar lainya. Ujarnya berapi api penuh semangat.

    Sangat penting mengasah sensifitas kader terhadap fenomena dan dinamika politik dalam era demokrasi yang menunjukkan gejala ke arah “kanibal.” Partai bukan sekedar alat kepentingan kekuasaan un sich, tetapi harus dibentengi dengan nilai nilai, moral, fatsoen politik dan ideologi sebagai batu pijakan bersama. Sehingga ke depan Partai Golkar menjadi kekuatan politik yang selalu disegani dan diperhitungkan dalam kancah politik nasional. Imbuhnya.

    Sementara itu, anggota DPR RI Dapil IV Jember Lumajang H. Muhamad Nur Purnamasidi selaku inisiator sekaligus memfasilitasi kegiatan Sekolah Politik mengungkapkan bahwa sesuai dengan arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto bahwa Proses kaderisasi melalui berbagai medium harus terus digelorakan dan dilakukan dengan disiplin penuh tanggung jawab. Karena itulah, saya dan kita semua harus konsisten dan simultan untuk senantiasa berkreasi, berinovasi serta berkolaborasi menjadikan Partai Golkar agar semakin jaya.
    Penguatan Ideologi dan kekaryaan, membangun komunikasi politik, dan marketing/pemasaran politik menjadi tiga pilar dalam sekolah politik ini. Dengan penguatan ketiga aspek tersebut diharapkan akan terbangun skill dan kualitas SDM Golkar yang mampu menggerakkan mesin partai Golkar guna memenangkan setiap momen kontestasi. Infrastruktur partai kita sudah mengurat mengakar sampai ke tingkat ranting, sementara kualitas SDM harus selalu kita upgrade agar laju gerak partai semakin solid, merapatkan barisan demi dan untuk kemenangan Partai Golkar. Ujar Bang Pur yang sekaligus Membuka kegiatan Sekolah Politik (Agam/Nusul).

  • Workshop Pendidikan, Bang Pur: Sangat diperlukan terobosan, inovasi dan kreativitas dalam pembuatan materi Daring.

    Lumajang, Persindonesia – 17 Oktober 2020 ,Pandemi covid 19 membawa pengaruh pada terjadinya perubahan di berbagai bidang, tidak terkecuali dalam dunia Pendidikan. Proses pembelajaran konvensional melalui tatap muka untuk sementara waktu harus digeser, tidak bisa dilakukan, berubah dengan menggunakan sistem Daring. Disatu sisi hal ini merupakan lompatan kemajuan yang luar biasa, meski pun banyak kendala. Diantaranya infrastruktur jaringan teknologi pendidikan yang masih belum sepenuhnya merata dan memadai: relatif baru dan belum familiarnya para tenaga didik mengunakan sarana teknologi, dan beberapa kendala lainya. Namun terdapat pula hikmah positif yang bisa sama- sama kita rasakan. Proses adaptasi dengan kebiasaan baru yang menuntut adanya kedisiplinan untuk mematuhi protokol kesehatan. Demikian ungkap H. Muhamad Nur Purnamasidi anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar dalam Workshop Pendidikan kerjasama dengan Kemendikbud RI yang di gelar di Hotel Prima Lumajang, 17 Oktober 2020 dengan Thema ”

    Rekonseptualisasi Pembelajaran Daring di Masa Pandemi covid 19.” Bertindak selaku moderator worshop adalah Pudholi Shandra SH.MH. yang juga berprofesi sebagai advokat.

    Lebih lanjut, Bang Pur menyatakan bahwa konskuensi dari dilaksanakannya pembelajaran daring meniscayakan adanya kreativitas, inovasi dan juga terobosan baru, utamanya terkait dengan materi yang disampaikan dalam Daring. Bagaimana materi yang diajarkan agar lebih variatif, menyenangkan, serta tidak terasa membosankan. Ini tantangan tersendiri bagi tenaga didik untuk membuat suatu formula materi sesuai dengan konteksnya. Harus diminimalisir anggapan bahwa pembelajaran Daring tidak ubahnya dengan “liburan sekolah.” Dalam kesempatan melalui forum ini semoga ada konsep yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi ada rekomendasi terkait program dan kebijakan yang sifatnya visioner serta adaptif terhadap segala Medan dan suasana. Ujarnya dengan mimik serius.

    Pandangan Bang Pur tersebut diamini oleh Kadinas Pendidikan Lumajang Agus Salim dimana pembelajaran di rumah tidak ada bedanya dengan libur sekolah. Pembelajaran tatap muka dinilai tetap lebih baik karena ada proses interaksi langsung dan komunikasi timbal balik antara guru dengan murid. Pembelajaran daring belum bisa efektif, dan masih terkendala banyak hal. Diperlukan kolaborasi, sinergi agar intensitas interaksi komunikasi terutama Guru (Sekolah), Orang Tua dan murid.

    Program Guru Sambang (Gursam) sifatnya kondisional dan fleksibel dimana pelajaran tatap muka dilakukan 1 guru untuk 5 siswa di lokasi yang dekat dengan rumah siswa. Kita harus memaklumi karena dalam situasi darurat, maka nyaris tidak ada progam dan kebijakan serta langkah yang dilakukan dengan parameter dinilai dalam kondisi normal. Diperlukan terobosan luar biasa.

    Narasumber
    Perwakilan PGRI Lumajang Winadi menyatakan bahwa interaksi langsung guru dengan murid dalam proses pembelajaran dinilai tetap lebih baik. Karena keberhasilan pendidikan salah satunya bisa diukur dari proses interaksi komunikasi langsung utamanya dalam pembentukan karakter siswa.

    Dipihak lain, belum meratanya infrastruktur pendidikan di setiap daerah menjadi kendala tersendiri dalam Daring.

    Dr. Abdul Wadud Nafis, Lc menilai pembelajaran Daring memiliki added value (nilai tambah) diantaranya waktu belajar fleksibel, dapat dilakukan di manapun. Yang pertama dan utama, tenaga didik harus mempersiapkan dengan baik, dengan konten video yang menarik dan dikemas sedemikian rupa. Jangan hanya memberi penugasan saja (Nusul/Agam)

  • Gus Pada Sah Dilantik Menjadi Nahkoda Repdem Badung

    Persindo Badung – Sumpah Jabatan DPC Repdem (Relawan Perjuangan Demokrasi) Kabupaten Badung masa bakti 2020 – 2025 dilaksanakan di Warung Semana tepatnya di Abiansemal Mambal Badung , pada Minggu 18 Oktober 2020.

    Dilantik IB Pada Kusuma SE, sebagai Ketua DPC Repdem Kab.Badung beserta pengurus masa bakti 2020-2025.
    Hadir dalam acara tersebut Ketua DPD Repdem Bali AA.Triana Tira, Ketua DPC PDIP Badung Wayan Giri Prasta , melantik IB Pada Kusuma,SE.,sebagai Ketua DPC, beserta pengurus Repdem Kab.Badung.

    Repdem yang berpegang teguh pada UUD 45 dan Pancasila dan juga AD-ART PDIP, dimana Repdem Badung dalam fisinya mensukseskan Pemilukada 2020 dan memenangkan Paslon Giri-Yasa jilid 2 dengan target perolehan suara lebih dari 50%.

    Berikut kutipan visual Persindo Chanel.

  • Spirit Kearifan Lokal, Menuju Desa Wisata Hebat Bangsa Bermartabat

    Persindonesia.com Surabaya – pascapandemi COVID-19 ASIDEWI ikut berpartisipasi dalam kegiatan terhadap ‘the new’ pariwisata. melalui program “We Love Bali” di dukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Famtrip Wisatawan Nusantara yang di selenggarakan pada bulan oktober sampai november 2020.

    Salah satu program yang di lakukan pada tanggal 14-16 oktober dari 10 program yang ada pada bulan oktober adalah program 9 yaitu Jembrana-Tabanan-Nusa Dua dan Karangasem.

    Diduga Human Eror Jembatan Jerambah Gantung Ambruk, Ketua LIN Angkat Bicara

    “Hari pertama kumpul di lapangan Jagathana Jembrana dengan pembagian godie bag yang berisi tumbler, masker, t-shirt, dan ID card. Kemudian menuju Pura Tanah Lot, konservasi penyu, Pantai Melasti, Pura Luhur Uluwatu, ke taman ujung Karangasem dan berakhir Kembali ke Jembrana,” ucap Ketua ASIDEWI yang diwakili oleh I Dewa Ayu Kade Utami Dewi.

    Ia melanjutkan, kegiatan ini di laksanakan selama 3 hari yang di support oleh Kemenparekraf dan PCO serta guide yang luar biasa, ASIDEWI ikut berpartisipasi dalam kaitan ini, program pemberdayaan masyarakat melalui kepariwisataan merupakan langkah penting yang perlu dilaksanakan secara terarah dan berkesinambungan.

    Astaga! Sumerta Hendak Dibawakan Roti, Ditemukan Gantung Diri

    “Untuk menyiapkan masyarakat agar semakin memiliki kapasitas dan kemandirian, serta berperan aktif dalam mendukung keberhasilan pembangunan kepariwisataan di tingkat lokal, regional dan nasional,” jelas Utami Dewi.

    Sementara DMC PMA di Bali Dody Dibyahari saat dikonfirmasi terkait kegiatan ini mengatakan, salah satu model pembangunan pariwisata yang mengkolaborasikan fungsi pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku adalah pengembangan desa wisata.

    Silahkan Vote Calon Bupati dan Wakil Bupati Jembrana 2020

    “Pengembangan desa wisata mendorong berbagai upaya untuk melestarikan dan memberdayakan potensi keunikan berupa budaya lokal dan nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom) yang ada di masyarakat yang cenderung mengalami ancaman kepunahan akibat arus globalisasi yang sangat gencar dan telah memasuki wilayah pedesaan,” pungkasnya.

    Dody menambahkan, tentunya dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan. Protokol CHSE ini diharapkan bisa mengembalikan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi dan industri pariwisata Indonesia bahwa ada jaminan keamanan, kesehatan, dan kebersihan.

    Bentuk Kepedulian Polsek Gianyar Terhadap Warga yang Terdampak Covid-19 Berupa Sembako.

    Utami Dewi menambahkan, dengan implementasi protokol CHSE di destinasi wisata, melalui kegiatan ini pemerintah dan masyarakat berharap dapat mengembalikan kepercayaan wisatawan domestik terhadap Bali sehingga salah satu hal penting dalam pariwisata yaitu Gaining Confidence dapat tumbuh kembali di masyarakat dan industri pariwisata di Indonesia khususnya Bali segera bangkit kembali,” tutupnya. Red

  • Diduga Human Eror Jembatan Jerambah Gantung Ambruk, Ketua LIN Angkat Bicara

    Persindonesia.com, Pangkalpinang – Terkait ambruknya jembatan jerambah gantung dalam penyelenggaraan konstruksi yang diduga kesalahan teknis (Human erorr). Ketua Lembaga Investigasi Negara (LIN) DPD-08 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung angkat bicara terkait hal tersebut.

     

    “Layaknya diselidiki secara tuntas dengan mekanisme hukum yang sudah diatur guna memperbaiki tata kelola penyelenggaraan konstruksi infrastruktur yang aman, berkualitas, dan akuntabel,” kata Ibrahim sapaan Akrab Bang Baim. Minggu 18/10/2020.

    Ia melanjutkan, guna membangun kepercayaan publik bahwa proses pembangunan infrastruktur yang saat ini berjalan bukan hanya memenuhi aspek kecepatan dan ketepatan waktu, namun juga memenuhi aspek keselamatan dan keberlanjutan bangunan.

    “Jangan Sampai anggaran negara yang dibelanjakan sangat besar untuk kegiatan pembangunan sektor konstruksi, namun nilai manfaat dan keberlanjutannya tidak sebanding ketika prosesnya terjadi kecelakaan atau kegagalan bangunan,” ucap Bang Baim

    Lanjutnya, seperti ambruknya jembatan jerambah gantung senilai 25 Milayar lebih, itu memberikan kesan atau persepsi bahwa pembangunan dilakukan diduga tidak sesuai dengan standar atau prosedur yang sudah diatur.

    “Agar bisa segera memberikan kepastian siapa yang bertanggung jawab maka pemberitaan dimedia bisa dijadikan pintu masuk tanpa menunggu laporan,” imbuh Bang Baim

    Lebih jelasnya Bang Baim mengatakan, jangan sampai publik menarik kesimpulan lambat dan lamanya informasi atau keterangan resmi yang disampaikan oleh pejabat yang berwenang terkait keamanan dan keselamatan dari sejumlah pekerjaan konstruksi infrastruktur yang saat ini sedang berjalan, tutupnya.(Ale)

  • Astaga! Sumerta Hendak Dibawakan Roti, Ditemukan Gantung Diri

    [socialpoll id=”2690521″]

    Persindonesia.com Badung – Seorang kakek (65) ditemukan gantung diri di gubuk sawahnya di Pondok Subak Munduk Dukuh Banjar Kerasan, Desa Sedang Kaja, Kec. Abiansemal, Kab Badung. Bali. Minggu, (18/10) siang pukul 10.38 wita.

    Ketut Sumerta ditemukan tak bernyawa di dalam gubuk oleh cucunya Putu Darmiati (23) saat akan mengantarkan Roti kepada korban, kemudian Putu Darmiati (saksi) menghubungi bapaknya Nyoman Suweta, (45) di Br. Aseman , Desa Sedang Kaja, Kec. Abiansemal,  Kab. Badung melalui ponselnya, yang kemudian dilanjutkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Sedang Aiptu I Made Puja.

    Bhabinkamtibmas Desa Jagapati Gandeng Pihak Terkait Tertibkan Masker

    Pihak kepolisian pun mendatangi lokasi untuk meminta keterangan kepada para saksi yakni cucu dan anaknya.

    Menurut informasi cucunya yang menengok kakeknya di kebun, kaget melihat kakeknya sudah terbujur kaku tergantung tali plastik sapi.

    Belajar Sate Renteng, Tidak Enteng

    Kapolsek Abiansemal Kompol Drs I Made Suparta membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya, dan mengeluarkan air mani serta mengeluarkan kotoran.

    “Sekarang jenazah korban sudah dibawah ke RS Mangusada Kapal, oleh Tim Medis dengan Protokol kesehatan,” Ujarnya.

    Dalam Rangka Kunker Ke Kodim 0414/Belitung, Pangdam II/Sriwijaya Di Dampingi Danrem 045/Gaya

    Terkait penyebab korban gantung diri masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Red

  • Silahkan Vote Calon Bupati dan Wakil Bupati Jembrana 2020

    Klik poto kandidat dan langsung klik vote

    [socialpoll id=”2690521″]