Kategori: MEDIA PERS INDONESIA

  • Temuan Pertama Kali di Dunia Makanan Beku Pembawa Korona, Ini Penjelasanya

    Persindonesia.com China – Laporan dari laman situs web minggu lalu di kota Qingdao Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China mendeteksi dan mengisolasi virus korona hidup pada kemasan luar dari cod beku selama upaya untuk melacak virus dalam wabah.

    Ini merupakan penemuan, yang pertama di dunia, menunjukkan kemungkinan virus ditularkan dari jarak jauh melalui barang beku, katanya.

    Dilansir dari Routers, dua pekerja dermaga di Qingdao yang awalnya didiagnosis sebagai infeksi tanpa gejala pada bulan September membawa virus itu ke rumah sakit dada selama karantina karena disinfeksi dan perlindungan yang tidak memadai, yang menyebabkan 12 infeksi lain terkait dengan rumah sakit tersebut, kata pihak berwenang pekan lalu.

    Ribuan Warga Thailand Turun Kejalan Protes Menentang Tindakan Keras Kejadian

    Namun, pernyataan terbaru CDC tidak menunjukkan bukti kuat bahwa dua pekerja di Qingdao tertular virus dari kemasan secara langsung, bukannya tertular virus dari tempat lain dan kemudian mencemari kemasan makanan yang mereka tangani, kata Jin Dong-Yan, seorang ahli virologi. profesor di Universitas Hong Kong.

    CDC mengatakan tidak ada contoh yang ditemukan dari setiap konsumen yang tertular virus dengan melakukan kontak dengan makanan beku dan risiko terjadinya hal ini tetap sangat rendah.

    Meskipun demikian, disarankan agar pekerja yang menangani, memproses, dan menjual produk beku harus menghindari kontak langsung kulit dengan produk yang mungkin dapat tercemar.

    Warga Kertalangu Apresiasi Berbagai Kegiatan Sosialisasi Satgas TMMD

    Staf tidak boleh menyentuh mulut atau hidung mereka sebelum melepas pakaian kerja yang mungkin terkontaminasi tanpa mencuci tangan mereka dan harus melakukan tes secara teratur, kata badan tersebut.

    Sebelum temuan terbaru CDC, jejak genetik virus telah ditemukan dalam beberapa sampel yang diambil dari makanan beku atau kemasan makanan, tetapi jumlah virusnya rendah dan tidak ada virus hidup yang diisolasi, kata badan tersebut.

    Hanya virus hidup yang dapat menginfeksi orang, sementara sampel yang mengandung virus mati juga dapat dites positif untuk jejak virus, kata Jin.(***)

    sumber : Routers

  • Ribuan Warga Thailand Turun Kejalan Protes Menentang Tindakan Keras Kejadian

    Persindonesia.com Bangkok – Selama tiga bulan demontrasi yang ditujukan pada pemerintah dan monarki yang kuat kini Ribuan warga Thailand bergabung dalam protes yang muncul di seluruh Bangkok pada hari Sabtu yang menentang tindakan keras kjadian tersebut Polisi menggunakan meriam air untuk pertama kalinya dan menutup transportasi kota mencoba menggagalkan pengunjuk rasa tapi mereka berkumpul dimana-mana

    Dilansir dari Routers Tang, seorang pekerja kantoran berusia 27 tahun mengatakan dia bergabung dengan ribuan orang yang melakukan protes di stasiun Lat Phrao pada hari Sabtu setelah melihat gambar polisi menembakkan meriam air ke pengunjuk rasa yang dipimpin pemuda, termasuk banyak anak sekolah.

    “Itu sudah melewati batas. Kami ingin menunjukkan kepada mereka kekuatan kami dan kami tidak dapat menerima ini, “katanya.

    Warga Kertalangu Apresiasi Berbagai Kegiatan Sosialisasi Satgas TMMD

    Banyak pengunjuk rasa lainnya menyuarakan kemarahan yang sama dan mengatakan mereka keluar untuk pertama kalinya. Protes telah menarik puluhan ribu orang ke jalan untuk menuntut pencopotan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, mantan penguasa militer.

    Mereka juga secara terbuka mengkritik Raja Maha Vajiralongkorn meskipun ada undang-undang lese majeste yang bisa berarti 15 tahun penjara karena menghina monarki.

    Pada hari Kamis, pemerintah melarang semua pertemuan politik yang terdiri dari lima orang atau lebih. Polisi telah menangkap lebih dari 50 orang – termasuk beberapa pemimpin protes – dalam seminggu terakhir.

    Updete Kabupaten Bangka,Satu Sembuh dan Dua Terkonfirmasi Positif Covid-19

    “Kekerasan atau tidak, semua pertemuan itu ilegal,” kata juru bicara polisi Yingyos Thepjamnong pada konferensi pers. Tetapi polisi tidak segera berusaha menghentikan protes di Lat Phrao.

    Juru bicara pemerintah Anucha Burapachaisri mengatakan kepada Reuters: “Tidak ada menang atau kalah bagi pihak manapun. Itu semua merusak negara.

    “Istana Kerajaan tidak mengomentari protes itu, tetapi raja mengatakan Thailand membutuhkan orang-orang yang mencintai negara dan monarki. Para pengunjuk rasa mengatakan Prayuth merekayasa pemilu tahun lalu untuk mempertahankan kekuasaan yang direbutnya dalam kudeta 2014 – sebuah tuduhan yang dia bantah.

    Puan Maharani Pantau Langsung Penyerahan BST, BSB dan KPM di Kabupaten Badung

    Mereka mengatakan monarki telah membantu melestarikan pengaruh politik selama bertahun-tahun oleh tentara dan berusaha mengekang kekuasaannya. Para pengunjuk rasa di Lat Phrao meneriakkan “Prayuth keluar” dan makian memanggilnya “Tu”, nama panggilan perdana menteri.(***)

    Sumber : Routers

  • Warga Kertalangu Apresiasi Berbagai Kegiatan Sosialisasi Satgas TMMD

    Persindo Denpasar Bali – Kegiatan sasaran non fisik Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa atau TMMD Ke 109 Kodim 1611/Badung Tahun Anggaran 2020 berlanjut dengan acara sosialisasi tentang hukum dan Kamtibmas.

    Sosialisasi tersebut diberikan kepada masyarakat Banjar Kertalangu, Kamis (15/10/2020) lalu dengan menghadirkan nara sumber Perwira Unit Satu Binmas Polsek Denpasar Timur Ipda Nyoman Triy Adi, S.H., bertempat di Balai Banjar Kertalangu, Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur.

    Di awal kegiatan Kelian Adat Banjar Kertalangu Ida Bagus Bima Putra menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim sosialisasi Satgas TMMD Ke 109 Kodim 1611/Badung dan warga masyarakat yang hadir dalam sosialisasi tentang hukum dan Kamtibmas tersebut di tengah Pandemi COVID-19.

    Harapannya hasil dari kegiatan sosialisasi ini agar warga masyarakat bisa memahami dan nantinya menginformasikan kepada sanak keluarga dan lingkungan sekitar tentang pentingnya pemahaman hukum dan keamanan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas

    Sementara itu Ipda Nyoman Triy Adi, S.H., didampingi Danramil 1611-06/Petang Kapten Inf I Wayan Suara mengatakan penyuluhan hukum dan Kamtibmas ini bertujuan untuk memberikan gambaran proses hukum kepada masyarakat dan juga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mentaati dan mematuhi setiap proses hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia.

    “Hukum adalah peraturan yang berupa norma dan sanksi yang dibuat dengan tujuan untuk mengatur tingkah laku manusia, menjaga ketertiban, keadilan, dan mencegah terjadinya kekacauan”, ucapnya.

    Penyuluhan ini sangat baik untuk menyampaikan informasi tentang berbagai pelanggaran hukum yang kini marak berkembang di tengah kehidupan masyarakat serta membangkitkan rasa kepedulian masyarakat dalam memelihara Kamtibmas di daerahnya masing-masing.

    Sambungnya, kegiatan ini sangat berpengaruh positif bagi anak-anak generasi muda dan masyarakat agar tidak melanggar hukum. Penyuluhan ini juga menargetkan bagaimana masyarakat dan para generasi muda dapat menambah wawasan dan pengetahuannya tentang hukum dan Kamtibmas.

    Sementara itu, Kapten I Wayan Suara menyampaikan sebelum sosialisasi tentang Hukum dan Kamtibmas, Satgas TMMD Ke 109 Kodim 1611/Badung juga telah memberikan sosialisasi tentang Pertanian yang juga digelar Balai Banjar Bising Senin (12/10/2020) lalu.

    Dalam sosialisasi materi Pertanian tersebut Satgas TMMD Ke 109 Kodim 1611/Badung menggandeng Penyuluh Muda Pertanian Kota Denpasar Marcella Wayan Kartika Rini, S.P.

    Kartika Rini mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan wawasan masyarakat dalam sektor pertanian. Sosialisasi ini sangat diperlukan mengingat Banjar Biaung mempunyai lahan produktif yang sangat luas dan potensi pertanian yang sangat bagus.

    “Kami berharap dengan dilaksanakannya sosialisasi pertanian masyarakat Banjar Biaung bisa bertambah dan pendapatannya pun meningkat”, ungkapnya.

    Kepala Dusun Banjar Biaung I Wayan Suwana mengatakan warga masyarakatnya sudah dua kali mendapat sosialisasi. Sebelumnya tentang Narkoba dan saat ini tentang pertanian.

    Harapan Wayan setelah diberikannya sosialisasi tentang pertanian ini, wawasan dan pengetahuan warga masyarakat Banjar Biaung semakin bertambah dan mengerti dengan pola bertani yang baik dan benar untuk mendapatkan hasil yang memuaskan nantinya.

    Senada Kelian Adat Banjar Biaung Ketut Sudiarsa juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Tim Sosialisasi Satgas TMMD Ke 109 Kodim 1611/Badung.

    Dirinya sangat bahagia dengan adanya sosialisasi pertanian tersebut di Banjar Biaung yang merupakan rangkaian kegiatan non fisik TMMD Ke 109 Kodim 1611/Badung.

    Ketut juga menyampaikan bahwa situasi pertanian sekarang khususnya di Banjar Biaung sangat krisis, dulu luasnya hektaran sekarang hanya beberapa are. Harapan Ketut supaya kedepannya bisa dicegah dengan adanya alih fungsi lahan untuk pembangunan pemukiman.

    “Dengan adanya sosialisasi pertanian ini masyarakat bisa meningkatkan hasil olahan lahan pertanian termasuk untuk menjaga lahan sawah agar tidak dijadikan lahan pemukiman. Seperti saat ini, kita di tengah situasi Pandemi COVID-19, sektor pertanian menjadi tumpuan dan bisa dikatakan sangat menyelamatkan kita dalam memenuhi kebutuhan pangan”, ucapnya lugas.

  • Puan Maharani Pantau Langsung Penyerahan BST, BSB dan KPM di Kabupaten Badung

    Persindonesia.com Badung – Kunjungan Ketua DPR-RI Puan Maharani bersama Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) IGA Bintang Darmawati di hadiri langsung Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi. SIK.

    Kunjungan kerja Pemerintah bersama wakil rakyat ini dalam rangka penyerahan Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Bantuan Sosial Beras (BSB) dan Program Sembako bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang secara simbolis dilaksanakan Kabupaten Badung, bertempat di Wantilan Pura Dalem Abiansemal, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Jumat (16/10). Bantuan ini sebagai bagian dari program jaring pengaman sosial yang terdampak Covid-19.

    Kehadiran Ketua DPR RI diterima oleh Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Badung I Ketut Lihadnyana, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Kapolres Badung, Kapolresta Denpasar, Dandim 1611 Baddung, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, Kadis Sosial dan PPPA Provinsi Bali Dewa Mahendra Putra serta Dirut. PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi.

    Majid Al-Islah Di Kunjungi Kapolsek Muntok Dalam Rangka Kamtibmas Jum’at Keliling  

    Pjs. Bupati Badung Ketut Lihadnyana menyampaikan terima kasih dan merupakan kehormatan bagi Badung atas kunjungan Ketua DPR RI, Menteri Sosial dan Menteri PPPA ditengah pandemi Covid-19.

    “Karena dengan kunjungan ini sebagai motivasi seluruh komponen masyarakat Badung untuk terus berupaya mencegah dan memutus rantai penyebaran wabah Covid-19,” jelasnya.

    Disebutkan juga, dalam percepatan penanggulangan wabah Covid-19,  Pemkab Badung telah menyusun langkah-langkah strategis dengan mengedepankan muatan lokal.

    Mantaf! Baru Menjabat Kompol Febri Langsung Melatih Dalmas Polres Jembrana

    “Pemkab Badung juga telah mengambil beberapa langkah kebijakan dalam upaya meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19 yakni; gratis pembayaran pemakaian PDAM, pemberian sembako, insentif bagi masyarakat yang di PHK/dirumahkan, menyiapkan rumah singgah, intensifikasi pembiayaan BPJS, bantuan masker serta pengadaan APD dan insentif bagi tenaga medis,” tuturnya.

    Lebih Lanjut Lihadnyana mengatakan, berkenaan dengan jaring pengaman sosial di Badung, Program Keluarga Harapan (PKH), Badung memiliki 4.425 KPM dan dari bulan Januari sampai saat ini telah disalurkan bantuan sebesar Rp. 16,4 M lebih.

    Untuk program sembako Kemensos, penerima reguler dan perluasan dalam penanggulangan Covid-19 sejumlah 9.429 KPM, program BSB dialokasikan sebanyak 4.081 KPM. Sedangkan untuk program BST sejumlah 12.877 KPM.

    Mantaf! PUDAM Salurkan Sebanyak 1.500 Saluran Air Bersih Untuk Masyarakat Banyuwangi

    “Kami atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten  Badung mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Pusat atas seluruh bantuan dan program yang telah diluncurkan untuk masyarakat Badung yang sangat bermanfaat meringankan beban masyarakat dalam upaya percepatan penanggulangan wabah corona ini,” ucapnya.

    Sementara itu Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan, kehadirannya dalam penyaluran bantuan ini adalah dalam rangka pengawasan legislatif atas program perlindungan sosial yang telah diberikan pemerintah. Sekaligus memantau mekanisme penyaluran bantuan sosial kepada keluarga yang berhak menerima.

    “Bantuan pemerintah ini kita pastikan diberikan langsung kepada warga tidak mampu, untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya di masa pandemi Covid seperti ini. Bantuan ini agar dipergunakan untuk hal-hal bermanfaat,” ujar Puan Maharani.

    Kang Asep Rinjani Terpilih Sebagai Ketua PPWK Jembrana di Hadiri Oleh Dansubdenpom Doni

    Selain itu Puan Maharani mengajak masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari seperti pakai masker, rutin cuci tangan dengan sabun dan jaga jarak. Dijelaskan, Bali merupakan salah satu daerah yang paling terdampak secara pariwisata. Untuk itu perhatian pemerintah dan DPR, bagaimana dampak pariwisata tidak berkelanjutan, dengan pemberian bantuan sosial.

    “Hingga kini Covid-19 belum ada obatnya, untuk itu jangan berputus asa, tetap jalankan protokol kesehatan. Supaya Bali ini segera aman, hidup normal kembali, masyarakatnya tambah sejahtera dan pariwisata kembali seperti semula. Kami harap gotong royong dari kita semua ini akan menguatkan, untuk Bali bisa bangkit kembali,” tegas putri dari Presiden RI ke 5 Megawati Soekarnoputri ini.

    Ditempat yang sama Dirjen Penanganan Fakir Miskin, Kementerian Sosial Asep Sasa Purnama melaporkan bahwa Kemensos RI yang juga sebagai anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, telah melaksanakan percepatan penanganan Covid-19 dengan penyelenggaraan program diantaranya bantuan pangan non tunai (BPNT), kartu sembako, BST, BST kartu sembako non PKH, BSB, pemenuhan keluarga penerima bantuan sosial dan program PKH.

    Tamba : Partai Perindo Berubah Dukungan Buat Saya Tidak Masalah, Insan Partai Perindo Masih Di Tubuh Kita

    “Untuk realisasi pelaksanaan program Kemensos saat ini sudah mencapai 81 persen,” katanya.

    Dikatakan, jumlah penerima manfaat BPNT/program Sembako di Provinsi Bali sebanyak 174.480 KPM, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 452,050 miliar. Kemudian untuk BST, ditujukan bagi 189.635 KPM dengan nilai Rp. 568,869 miliar.

    “Di bulan Agustus juga disalurkan bagi 94.300 KPM BPNT non PKH dengan nilai bantuan sebesar Rp. 47,150 miliar. Sehingga keseluruhan anggaran sebesar Rp. 935.471 miliar. Dan untuk BSB di Provinsi Bali ditujukan bagi 86.566 KPM dengan volume beras sebanyak 3.895.470 kg atau senilai Rp. 39.024 miliar,” tutup Asep.

    Red

  • Mantaf! PUDAM Salurkan Sebanyak 1.500 Saluran Air Bersih Untuk Masyarakat Banyuwangi

    Banyuwangi, Persindonesia.com – Perusahaan Daerah Air Minum ( PUDAM ) Banyuwangi melakukan trobosan yang membantu masyarakat yaitu memasang 1.500 saluran gratis.

    Bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Banyuwangi, sampai saat ini hanya masih 21 % yang terlayani kebutuhan air bersih oleh PUDAM Banyuwangi.

    Diketahui memang selama ini masyarakat pada umumnya tidak semua mendapatkan air bersih, sehingga PUDAM memberikan layanan sambungan baru air bersih gratis tidak dipungut biaya apap pun sebanyak 1.500 pada tahun 2020

    Silaturrahmi, Front Pemuda Madura Indonesia (FPMI) Bersama Sesepuh Dari Madura

    Air bersih sangat dibutuhkan oleh Masyarakat luas pada umumnya untuk dipergunakan memasak nasi dan minum. Minimnya masyarakat Banyuwangi yang bisa merasakan air bersih.

    Kini PUDAM memberikan layanan sambungan baru air bersih gratis, tahun ini sebanyak 1.500 diberikan dan pada tahun 2021 akan disalurkan sebanyak 2.000 saluran.

    Saat di konfirmasi terkait hal tersebut Dirut PUDAM Banyuwangi Widodo Waluyo mengatakan, untuk persyaratan sebagai penerima manfaat program hibah air minum perkotaan yaitu diprioritaskan Masyarakat Berpenghasilan Rendah ( MBR).

    Kang Asep Rinjani Terpilih Sebagai Ketua PPWK Jembrana di Hadiri Oleh Dansubdenpom Doni

    “Persyaratan lain yang perlu diperhatikan yaitu daya listrik tidak lebih dari 1.300 Watt, lolos verifikasi survey yang dilakukan konsultan Kementrian PUPR. Tahun 2020 ditargetkan 1.500 Sambungan Rumah dan Tahun 2021 ditargetkan 2.000 sambungan rumah.

    Ia juga menjelaskan, sebagai bagian upaya pencapaian target SDG’s 2030 dimana Target capaian 100-0-100 yang dicanangkan Pemerintah melalui Kementrian PUPR 100% Layanan air minum.

    “Prosentase 0% Kawasan kumuh, 100% Sanitasi layak. Semakin banyak masyarakat Kabupaten Banyuwangi yang bisa menikmati layanan air minum perpipaan, dimana saat ini baru 21 % masyarakat Banyuwangi yang terlayani kebutuhan air bersihnya oleh PUDAM Banyuwangi,” tutupnya.

    ABADI

  • Silaturrahmi, Front Pemuda Madura Indonesia (FPMI) Bersama Sesepuh Dari Madura

    Surabaya, PersIndonesia – Front Pemuda Madura Indonesia (FPMI) mengadakan Silaturrahmi bertempat di Hotel Narita Surabaya pada hari jumat (16/10/20).

    (FPMI) Menggelar acara silaturrahmi Keluarga Besar Madura dari kalangan Blateran dan Sandur beberapa tokoh Sesepuh Madura turut hadir di acara tersebut, Inisiator acara silaturrahmi Akhmad Junaidi, HR. Ali Zaini dan Norman Zein Nahdi diselenggarakan di Hotel Narita dan juga dihadiri Lebih dari 100 tokoh baik dari Bangkalan, Sampang dan Pamekasan juga sumenep.

    Tampak hadir para tokoh-tokoh dan juga sesepuh dari madura seperti H.Manan, Mat Nasir, Ore Gundih, H.Supeno, H.Faisol, H.Yusuf, H.Husni, HR.Ali Zaini, Ali Wafa, H.Arif Ansory dan masih banyak tokoh-tokoh dari kalangan muda madura lainnya.

    Serta turut hadir juga Sekjend Wilayah Partai PPP (Didik Norman) & Sekjend Partai Berkarya Jawa Timur (Didik Junaidi yang juga sekaligus merupakan Ketua Umum LSM FPMI), Didik Junaidi mengajak segenap generasi muda Indonesia khususnya putra madura di surabaya untuk bangkit di tengah pandemi covid-19 saat ini.

    Kebangkitan pemuda harus dilandasi semangat dan nilai-nilai positif.

    Lanjut, Menurut Didik Junaidi spirit pemuda Indonesia menjadi sangat penting untuk kembali dibangkitkan di 2020 ini.

    “Mengingat Negara dan bangsa kita saat ini sedang diterpa cobaan yang bertubi-tubi, terutama gelombang Covid -19 yang efeknya sangat terasa di berbagai pilar kehidupan, baik kesehatan, Sosial, Maupun Ekonomi,” ungkapnya.

    Masih Didik Junaidi, Sementara di luar sana ternyata ada pahlawan-pahlawan tak kasat mata, yang rela berkorban demi hajat hidup masyarakat kebanggaan kita, yang rela ‘berdarah-darah’ demi tetap memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

    “Ketahanan energi Indonesia membanggakan, dimasa tetap aman dan terjamin, untuk membantu Indonesia dalam penanganaan dilingkungan untuk mendukung program pemerintah demi penanganan Covid-19,” katanya.

    Semua karena apa yang harus kita teladani sebagai generasi muda.

    “Bagaimana di tengah krisis ini kita tetap bangkit berbuat yang terbaik bagi Indonesia, dengan segala kemampuan yang kita punya,” seru pemuda asal Madura, Jawa Timur ini.

    Dalam kesempatan ini Didik Junaidi pun mengajak segenap Pemuda dan pemudi Indonesia untuk mendukung langkah-langkah terbaik yang dilakukan FPMI di Indonesia, untuk bangkit dari kriris.

    Yakinilah bahwa setiap keputusan yang diambil Pemerintah, Wakil Rakyat, badan Usaha milik Negara, dan seluruh pemangku kebijakan di negeri ini, adalah yang terbaik untuk hajat hidup orang banyak.

    Pada kegiatan melalui platform Zoom Meeting itu, hadir sebagai pembicara Ketua Umum DPP FPMI Didik Junaidi dan juga Sekjend Abd Chodir Djaelanie. (Nusul/Prayetno)

  • Kang Asep Rinjani Terpilih Sebagai Ketua PPWK Jembrana di Hadiri Oleh Dansubdenpom Doni

    Persindonesia.com – Paguyuban Pasundan Wijaya Kusuma (PPWK) Jembrana Bali, merupakan organisasi/perkumpulan warga Pasundan/suku Sunda khusus di wilayah Jembrana, berdiri pada tahun 1999, (Keluarga Sunda di Jembrana/Kusuma).

    Diketahui hari ini merupakan acara pemilihan Ketua Paguyuban periode 2020 sd 2023, yang kebetulan ada 4 calon, dari hasil perolehan suara1. Kang Pipin Firmansyah denga perolehan 15 suara, 2. Kang Asep Rinjani sebanyak 42 suara, 3. Kang Dinar Gandana sebanyak 4 suara. 4. Kang Jajang Munawar: 14 suara, suara tidak sah 2.

    Adapun pemilihan ini dilakukan secara langsung oleh warga paguyuban yang hadir sebanyak 77 orang.

    Tamba : Partai Perindo Berubah Dukungan Buat Saya Tidak Masalah, Insan Partai Perindo Masih Di Tubuh Kita

    Sesepuh yang juga Penasehat Kang Haji Setyo mengatakan, selaku insan yang beriman tidak henti-henti marilah kita panjatkan puja puji dan sukur ke hadirat Allah SWT karena atas karunianya kita masih diberikan kesehatan dan kekuatan sehingga dapat berkumpul bersama pada kesempatan ini.

    “Di kesempatan yang berbahagia ini bertepatan dengan acara pemilihan ketua paguyuban. Saya selaku penasehat paguyuban sedikit mengingatkan kembali mengenai sejarah dan filosopi paguyuban Sunda Wijaya Kusuma, Wijaya artinya Wi- Wilujeng= selamat, Ja- Jaya = Maju dan Ya berarti kaya, kaya lahir dan kaya bathin,” ungkapnya.

    Kang Haji Setyo melanjutkan, sementara makna dari Kusuma = Keluarga Sunda di Jembrana. Berdiri sejak tahun 1999. Dan sudah beberapa kali mengalami pergantian ketua sampai saat ini.

    Astaga! Mantan Dosen Simpan Sabu Diciduk Polisi

    Harapan dari penasehat agar paguyuban Pasundan dapat terus berdiri dan terjalin silaturahmi antar sesama orang Sunda.

    Ditempat yang sama Kang Ajat Mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh undangan yang sudah menyempatkan untuk hadir dalam acara ini, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada tim panitia yang sudah membantu terlaksananya acara ini.

    Hal senada juga diucapkan ketua terpilih Kang Asep Rinjani mengatakan, Terima kasih atas kepercayaan yang di berikan untuk mengemban tugas sebagai ketua paguyuban Pasundan Wijaya Kusuma periode 2020-2023,.

    Kontroversial Revisi UU Kejaksaan dalam Webinar Fakultas Hukum Untag Banyuwangi

    “Saya tidak akan bisa berbuat apa-apa tanpa bantuan dan kerja sama dari seluruh warga paguyuban. Untuk itu saya memohon kerja sama dan dukungannya dari seluruh warga paguyuban untuk bersama-sama memajukan paguyuban yang kita cintai,” jelasnya.

    Sementara itu Dansubdenpom IX/3-2 Negara Kapten Cpm Doni Kristian SH yang di daulat sebagai pembina paguyuban Pasundan saat di tanya awak media menyampaikan, ucapan terima kasih kepada panitia dan seluruh warga Pasundan Jembrana yang telah mengundang dan mendaulat sebagai Pembina.

    Tingkatkan Imun Tubuh Serta Menjaga Kesehatan,Kapolres Bangka Barat gowes Bersama

    “Saya sebagai warga asli Sunda atau pasundan merasa terharu dapat berkumpul bersama saudara-saudara satu suku di daerah orang lain ( Jembrana ) ada nuansa yang berbeda yang saya rasakan ada kelakar atau canda khas org Sunda, ada makanan/camilan khas Pasundan serasa dikampung sendiri,” ucapnya.

    Pria yang dikenal inovatif dan tegas ini melanjutkan, saya sangat bahagia berada ditengah-tengah mereka, punya saudara banyak serasa punya tenaga baru, saya berharap dengan terpilihnya ketua baru dapat melahirkan nuansa dan ide-ide baru untuk lebih memajukan PPWK, silaturahmi adalah tujuan utama, dan harapannya kita bisa saling asah, asih dan asuh sesama warga Pasundan khususnya.

    Ucapan terima kasih juga di sampaikan untuk kang Pipin Firmansyah selalu ketua paguyuban periode sebelumnya yang sudah membawa PPWK sampai seperti sekarang ini yang selalu kompak dan rukun.

    Kapal Nelayan Bocor Di Evakuasi Sat Polair Polres Babar dan Pos TNI AL Muntok 

    Ia menambahan, dimasa yang masih pandemik ini dimohon kepada warga Paguyuban Pasundan agar selalu menjaga Iman dan Imun agar dapat terhindar dari wabah, tutupnya.

  • Tamba : Partai Perindo Berubah Dukungan Buat Saya Tidak Masalah, Insan Partai Perindo Masih Di Tubuh Kita

    Persindonesia.com Jembrana – Partai Perindo Berubah dukungan, buat saya tidak jadi masalah, kimestrinya terbangun secara persaudaraan kita selalu bersahabat sama insan dari Partai Perindo walau pun secara normatik Perindo ada di sana tapi tubuhnya ada dikita

    Hal tersebut diungkapkan oleh Cabup dari Paket TEPAT I Nengah Tamba pada saat pada saat pertemuan di salah satu pendukungnya di Tegal Badeng Barat, dimana juga dalam acara tersebut hadir Istri dari I Gede Winasa yang merupakan mantan Bupati Banyuwangi Ratna Ani.

    Majelis Madia Kabupaten Badung Tolak Berbagai Unras Anarkis

    Mendekati Pilkada Jembrana 2020 yang jatuh pada tanggal 9 Desember 2020, suasana suhu politik dalam Pilkada 2020 di Kabupaten Jembrana semakin memuncak, hal dukung mendukung pun sudah mulai kelihatan antar 2 kubu kandidat.

    Itu bisa dilihat dari keluarnya Partai Perindo yang sebelumnya mendukung Paket TEPAT No.2 pasangan I Nengah Tamba dan I Gede Ngurah Patriana Krisna, hari ini berbalik mendukung paket BANGSA No.1 I Made Kembang Hartawan dan I Ketut Sugiasa.

    Pantauan awak media di lapangan hari ini DPC Partai Perindo mendatangi Kantor DPC PDI P untuk penyerahan rekomendasi partai dukungannya kepada Paket BANGSA. Hingga kini Partai Koalisi bertambah menjadi 3 Partai yakni Partai Hanura, PBB dan Parindo.

    Astaga! Bangka Kembali Bertambah 1 Orang Positif Covid-19

    Tamba juga mengatakan, dari awal kita bersabar menggalang koalisi Jembrana maju dengan Perindo, buat saya tidak jadi masalah, kimestrinya terbangun secara persaudaraan kita selalu bersahabat sama insan dari Partai Perindo walau pun secara normatik Perindo ada di sana tapi tubuhnya ada dikita itu sangat membanggakan bagi kita dan itu memang keputusan dari DPP Partai Perindo kita hormati Partai Perindo tetap sebagai shabat paling baik buat kita

    “Suasana wabah pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia, khususnya di Indonesia dan Bali pada umumnya menyebabkan porak-poranda ekonomi masyarakat, astungkara saya merasa bangga juga kepada ketahanan pangan di Jembrana ini, dinominasi dan di popang oleh pertanian yang sangat bagus,” ucap Tamba.

    Kasat Pol PP Bangka Barat Terima Kejutan Dari Danpos AL Muntok

    Ia menambahkan, dari dulu pengalaman kita dari Bom Bali 1, Bom 2 dan krisis resesi yang terjadi sebelumnya pada saat perang teluk ekonomi Bali ambruk, karena kita tergantung dengan pariwisata, disitu kita selalu bilang bahwa yang bisa membuat kita bertahan karena ada sektor UMKM yang kuat dan sektor pertanian yang kuat.

    “Pada saat break ekonomi terjadi itu dilupakan, hari ini covid memberikan pelajaran yang sangat luar biasa kepada kita, saya sepakat dengan pasangan saya Patriana Krisna, kami memberikan poin yang sangat prioritas kepada pertanian, perkebunan pertenakan, dan perikanan ini merupakan sektor yang akan menggerakkan ekonomi Jembrana,” tegas Tamba.

    Ia melanjutkan, saya akan pompa sektor pertanian yang menjadi program unggulan dimana kita akan mencoba beras Jembrana, bagaimana petani Jembrana bisa menikmati berasnya juga untuk masyarakat Jembrana saja.

    Bang Pur: Adaptasi dan Kualitas perlu peningkatan Tenaga Didik dalam teknologi agar lebih kreatif & Inovatif

    “Beras Jembrana kita produksi untuk Jembrana dan berasnya kita salurkan untuk Jembrana. Harga gabah kita akan beli sangat mahal, lebih tinggi dari pasar yang ada di masyarakat dan beras kita jual lebih murah dari pada pasar yang ada, caranya nanti tunggu,” ujar Tamba. Red

  • Kontroversial Revisi UU Kejaksaan dalam Webinar Fakultas Hukum Untag Banyuwangi

    Persindonesia.com Banyuwangi – Terkait wacana mengenai pembaharuan hukum pidana nasional, baik RKUHP maupun RUU KUHAP yang tak kunjung ada kepastian kapan akan disahkan,

    Dimana masalah ini menjadi kontroversi terkait revisi RUU Kejaksaan. Bila dilihat dari sejarahnya, RUU a quo bukanlah hal yang baru karena RUU a quo sudah mulai muncul pada Prolegnas 2010-2014, yang kini ditindak lanjuti kembali. Jumat 16 Oktober 2020

    Kasat Pol PP Bangka Barat Terima Kejutan Dari Danpos AL Muntok

    Substansi RUU a quo tidak hanya sekedar mengenai Kejaksaan dalam konteks kelembagaan maupun hal-hal yang bersifat administratif, namun juga mengenai kewenangan jaksa dalam menjalankan fungsinya sebagai salah satu komponen dalam sistem peradilan pidana.

    Tentu dengan adanya substansi yang demikian baik secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh pada mekanisme serta tata kelola sistem peradilan pidana yang ada selama ini.

    Kapolsek Payung Berikan Materi tentang Bahaya Narkoba Di Desa Pancatunggal

    Dalam webinar nasional Sementara itu Aditya Wiguna Sanjaya, S.H., M.H., M.H.Li. menguraikan beberapa perubahan tentang kewenangan kejaksaan dalam RUU Kejaksaan yang baru, antara lain, adanya tambahan kewenangan penyidikan oleh jaksa, dan yang menjadi kontroversi bagaimana ke-independensi-an kejaksaan sebagai salah satu lembaga kehakiman yang harus bebas dari pengaruh kekuasaan pihak manapun, sementara dalam RUU Kejaksaan mekanisme pengangkatan dan pemberhentian Jaksa Agung tidak terdapat perubahan, masih berlaku Pasal 19 ayat (2) UU No. 16 Tahun 2004.

    Sementara itu, Dr. Erdianto Efendi, S.H., M.Hum. dalam paparannya, yang seharusnya dilakukan bukan penambahan kewenangan, tetapi memperkuat institusi, yaitu dengan menumbuhkan sikap intelektual aparatur Kejaksaan, memberikan kewenangan penuh kepada jaksa di lapangan, longgarkan sistem komando.

    “Untuk meningkatkan kepercayaan publik melalui perbaikan integritas dan jenjang karie yang fair, meningkatkan kesejahteraan jaksa, Kejaksaan harus terbuka terhadap semua pihak, jangan terkesan eksklusif, meningkatkan peran pengawas eksternal, membebaskan penegakan hukum dari kepentingan politik,” jelasnya.

    Deklarasi KITA Jakarta, KH Maman: Kita Hadir Mengontrol dan Kritis Pada Pemerintah dengan Tanggungjawab

    Lain dari pada Fachrizal Afandi, S.Psi, S.H., M.H., ia mengatakan ada beberapa kelemahan mendasar dari UU 16/2004 tentang Kejaksaan, antara lain memposisikan Kejaksaan murni sebagai bagian eksekutif, mekanisme pengangkatan dan masa Jabatan Jaksa Agung, bergantung Keputusan Politik Presiden.

    “Membuka peluang intervensi politik pemerintah dan DPR, adanya hirarki komando ala militer, Jaksa Agung adalah penanggung jawab tertinggi, adanya Asas Oportunitas terpusat, dan pengaturan independensi Jaksa tidak jelas, serta pengaturan pemeriksaan tambahan tidak jelas,” ucapnya.

    Dilanjutkan dengan Dr. Rocky Marbun, S.H. berpendapat, bahwa yang perlu untuk diubah adalah perlunya adanya lembaga yang mengawasi pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan, bukan penambahan kewenangan penyidikan kepada Kejaksaan, tapi siapa yang mengawasi jika penyidikan itu sudah berjalan dengan benar atau tidak.

    Kapal Nelayan Bocor Di Evakuasi Sat Polair Polres Babar dan Pos TNI AL Muntok 

    “Bagaimanapun teori dan aturan yang ada dalam peraturan perundang-undangan dengan pelaksanaannya itu pada dasarnya adalah sama, yang penting adalah harus ada perubahan pola pikir untuk ke arah yang lebih baik, yang dapat menutup celah kelemahan dalam sistem peradilan pidana,” katanyaw

    Dengan webinar ini diharapkan akan dapat meningkatkan pemahaman baik bagi kalangan akademisi maupun masyarakat luas mengenai polemic RUU Kejaksaan, dan memberikan masukan bagi pembentuk undang-undang untuk mempertimbangkan kembali mengenai kelemahan yang ada pada RUU Kejaksaan.

    ABADI

  • Fakultas Hukum Untag Banyuwangi Dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi Dengan Webinar Nasional Kontroversial Revisi UU Kejaksaan

    Banyuwangi, Persindonesia.com – Di tengah bergulirnya wacana mengenai pembaharuan hukum pidana nasional, baik RKUHP maupun RUU KUHAP yang tak kunjung ada kepastian kapan akan disahkan,

    Hal ini ditandai dengan adanya kesepakatan antara  Pemerintah dan DPR RI untuk memasukkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas UU Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia dalam Prolegnas Prioritas 2020, awal Juli 2020 saat Rapat Kerja Baleg DPR RI bersama Pemerintah dan DPD RI.

    Dandim Jembrana Pimpin Serah Terima Jabatan Danramil Dan Perwira Staf

    Maksud dan tujuan dilakukannya revisi terhadap UU Kejaksaan melalui RUU ini ialah untuk lebih memantapkan kedudukan dan peran Kejaksaan Republik Indonesia sebagai lembaga negara yang dapat menjalankan fungsi secara bebas dari pengaruh dan tekanan pihak manapun.

    Selain itu melalui perubahan UU, mendorong profesionalisme lembaga kejaksaan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

    Konsekuensi dari alam demokrasi, di tengah pembahasan terhadap RUU a quo tidak dapat dibendung adanya pro dan kontra. Perdebatan mengemuka baik dari kalangan akademisi maupun kalangan praktisi hukum.

    Rotasi Jabatan Perwira Staf dan Danramil di Lingkungan Kodim 1617 Jembrana, Dandim Pimpin acara Sertijab

    Khususnya berkenaan dengan adanya upaya penguatan kewenangan jaksa dalam RUU Kejaksaan yang disinyalir berpotensi mereduksi kewenangan lembaga penegak hukum yang lain, dimana kedudukan serta kewenangannya sama-sama diatur oleh undang-undang.

    Bertolak dari adanya perbedaan persepsi yang muncul mengenai polemik tentang RUU Kejaksaan, kiranya Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi sangat berkepentingan untuk hadir di dalamnya dengan bingkai forum akademis, webinar nasional dengan tema Menakar Urgensi Revisi UU Kejaksaan: Pro Dan Kontra RUU Kejaksaan, untuk dapatnya memberikan sumbangsih pemikiran sebagai wujud kontribusi terhadap pembangunan hukum nasional.

    Terkait hal tersebut Demas Brian Wicaksono, S.H., M.H. mengatakan, tentang apakah proses perumusan RUU Kejaksaan sudah sesuai dengan prosedur pembentukan peraturan perundangan-undangan, dan perspektif hukum tata negara dalam melihat RUU Kejaksaan.

    Cegah Covid-19, Polres Bangka Barat Bagiankan Masker

    “RUU Kejaksaan ini  juga dimungkinkan adanya potensi sengketa kewenangan Polri dan Kejaksaan di hadapan Mahkamah Konstitusi,” ujarnya pada saat webinar nasional yang digelar secara virtual pada hari Sabtu, 10 Oktober 2020 oleh Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, diikuti lebih dari 455 pendaftar.

    Webinar nasional ini menghadirkan moderator Yanti Devi Wijaya, S.H., M.Pd., dan dibuka oleh Dekan Fakultas Hukum, Rudi Mulyanto, S.H., M.Kn.ini dan menghadirkan lima narasumber.

    ABADI