Persindonesia.Com,Bangli – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli melalui Dinas Sosial dan PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) bersinergi dengan Sentra Mahatmiya Bali Kemensos RI dan PLN menyerahkan bantuan sosial bagi masyarakat rentan di Kabupaten Bangli, bertempat di ruang rapat Kantor Bupati Bangli, Rabu (6/5/2026).
Bantuan sosial tahap I yang diserahkan menyasar berbagai lapisan masyarakat rentan dengan total sebanyak 60 orang yang terdiri dari 27 orang penyandang disabilitas, 12 orang Lansia, 2 orang dengan HIV/AIDS (ODHA), serta 19 orang katagori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) lainnya.
Baca Juga : Pastikan Tetap Berlaku, BPJS Kesehatan Imbau Masyarakat Rutin Cek Status Kepesertaan
Kegiatan penyerahan bantuan dihadiri oleh Kepala Dinas (Kadis Sosial dan PPPA) Bangli, I Wayan Jimat, Kepala Sentra Mahatmiya Kemensos RI perawkilan Bali Ni Putu Esti, perwakilan PLN Persero ULP Bangli, para Camat serta penerima bantuan.
Kadis Sosial dan PPPA Bangli, I Wayan Jimat mengatakan keterbatasan APBD tidak menjadi alasan untuk melambat dalam memberikan pelayanan terkhusus bagi masyarakat yang masuk PPKS. Dimana pihaknya berupaya melakukan sinergi dan berkolaborasi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) dan pihak swasta (CSR).
Hasilnya Kemensos RI melalui Sentra Mahatmiya menyalurkan bantuan pemenuhan hidup layak dan modal kewirausahaan senilai Rp124 juta serta PLN dengan program pedulinya memberikan dukungan alat bantu berupa 3 unit kursi roda senilai Rp7,5 juta.
“Jika hanya mengandalkan mekanisme APBD, prosesnya memakan waktu lama. Komunikasi intensif dengan mitra seperti Sentra Mahatmiya dan PLN menjadi kunci agar bantuan, seperti kursi roda, bisa langsung diterima masyarakat tanpa menunggu tahun anggaran depan,” ujar Jimat.
Kata Jimat, dengan adanya alat bantu seperti kursi roda, beban pendampingan keluarga diharapkan berkurang sehingga anggota keluarga lain bisa kembali produktif bekerja. Disamping itu, bantuan ini diharapkan menjadi stimulus bagi penerima manfaat untuk melakukan Activity of Daily Living (ADL) secara mandiri.
“Bantuan ini adalah pemicu. Kita ingin keluarga penerima manfaat perlahan keluar dari jerat permasalahan ekonomi dan kembali berdaya di masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan penyerahan bantuan ini juga dilakukan serangkian HUT Kota Bangli ke-822 tahun 2026. Menurut Jimat, momentum peringatan HUT Kota Bangli tidak hanya dengan gemerlap kemeriahan, namun lebih dari itu bagiamana berbagai lapisan masyarakat bisa merasakan kebahagian.
Fokus pemerintah ke depan tidak hanya terbatas pada disabilitas bawaan, tetapi juga warga yang membutuhkan alat bantu akibat penyakit kronis seperti pasca-stroke.
“Agar data penerima tetap valid, kami harap kolaborasi pemerintahan tingkat kecamatan dan desa melakukan verifikasi berkesinambungan mengacu pada Desil 1-4 dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)”, ungkap Jimat.
Baca Juga : TP Posyandu Bali Perkuat Peran Kader di Bangli Lewat Program “Membina dan Berbagi”
Sementara, Perwakilan Sentra Mahatmiya Bali, Ni Putu Esti, menjelaskan penyaluran Tahap I ini merupakan hasil dari verifikasi ketat yang dilakukan petugas dilapangan. Dengan tujuan bantuan yang diserahkan tepat sasaran.
Bantuan sosial ini merupakan bentuk representasi dari kepedulian negara terhadap warga yang membutuhkan. Selain itu, bantuan yang diserahkan juga sebagai wujud nyata perlindungan pemerintah kepada masyarakat Bangli khususnya. “Kehadiran kami bukan sekadar membawa materi fisik, melainkan membawa perhatian negara”, pungkas Esti. (*)






