Ketua DPRD Bangli Dorong Eksekutif Percepat Pembahasan Perubahan APBD 2025

PersIndonesia.Com,Bangli- Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika mendorong Eksekutif dalam hal ini Pemkab Bangli untuk mempercepat pembahasan Perubahan APBD tahun anggaran 2025. Hal itu perlu dilakukan lantaran adanya kebijakan baru dari pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun 2025.

Menurut Suastika, kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap sejumlah kegiatan daerah yang dananya harus dikurangi atau digeser untuk kegiatan lain. Karena itu, kata Suastika, jika sebelumnya pembahasan APBD Perubahan dilakukan pada sekitar bulan September, untuk tahun ini, kita harapkan pembahasan sudah bisa dilakukan bulan Juni.

“Kita juga telah berkordinasi secara lisan dengan bapak Bupati,” ujar Suastika,  Selasa (13/5/2025).

Baca Juga : Pimpinan dan Segenap Anggota DPRD Bangli Mengucapkan Selamat Hut Kota Bangli ke 821

Adanya kebijakan percepatan tersebut, lanjut Suastika, tidak menutup kemungkinan kegiatan yang sebelumnya tidak masuk dalam anggaran justru mendapat porsi akibat efisiensi itu. Kondisi ini tentu mempengaruhi arah kebijakan umum anggaran. “Jadi kami mendorong secepatnya Perubahan APBD bisa dilakukan,” ungkap Ketua DPRD Bangli.

Selain itu, menurut politisi PDIP asal Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku ini percepatan pembahasan Perubahan APBD akan berdampak positif terhadap pelaksanaan program fisik yang baru dapat dana setelah dilakukan efisiensi. Proyek yang membutuhkan anggaran besar dan waktu pengerjaan panjang bisa segera dibahas dan dieksekusi. “Kalau misalnya Perubahan APBD baru dilakukan September, maka tidak berani mengambil proyek fisik,” tegas Suastika.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa sebelum Perubahan APBD diajukan, Pemkab Bangli harus lebih dulu menyusun laporan realisasi anggaran semester pertama. “Selain itu, diperlukan pula prognosis untuk tahun anggaran berikutnya sebagai dasar penyusunan perubahan”, imbuh Suastika.

Baca Juga : Terkesan Melempem, Kinerja BRIDA Tuai Sorotan Ketua Dewan Bangli

Sementara itu, Penjabat Sekda Bangli I Made Ari Pulasari sebelumnya menyatakan bahwa banyak program dalam APBD 2025 terkena efisiensi.  Salah satunya perjalanan dinas yang dipotong 50 persen. ADD (Alokasi Dana Desa) juga mengalami pengurangan, dari Rp86,03 miliar menjadi Rp71 miliar.

Di sisi lain, ada kegiatan yang sebelumnya tidak dianggarkan namun kini mendapat alokasi, seperti pembangunan Sasana Budaya, Balai Kambang, dan Bangli Sport Center. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *