Lakalantas Maut di Kintamani, Pengendara Motor Meninggal di Tempat

Bangli,PersIndonesia.Com- Peristiwa Laka lantas (Kecelakaan Lalu Lintas) terjadi di Jalan Raya Kintamani-Penelokan tepatnya di Banjar Masem Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli yang mengakibatkan seorang pengendara motor Honda Scopy meninggal dunia di lokasi kejadian terjadi pada hari, Minggu (2/3/2025) sekitar pukul 08.00 Wita

Berdasarkan informasi yang terhimpun pengendara motor Scopy bernama Ni Ketut Susanti (18) asal Banjar Tandeng Buana, Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani meninggal dunia setelah tertabrak mobil dan sepeda motor N Max. Dan peristiwa ini telah ditangani oleh pihak Kepolisian.

Baca Juga : Viral Kasus Penganiayaan di Klungkung, Polisi Lakukan Pendalaman

Kanit Laka Polres Bangli Ipda I Ketut Karya saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa laka lantas tersebut. Dijelaskan kejadian bermula saat Mobil Mitsubhisi Pajero Nopol DK 1861 FBH yang dikemudikan oleh I Wayan Dikhuan Wijaya meluncur dari arah Selatan dengan tujuan ke Utara. Dan ketika sampai dilokasi kejadian yang kondisi jalannya menikung, pengemudi mobil mengambil haluan ke kanan sampai melewati as tengah jalan karena menghindari jalan berlubang.

Sementara saat itu dari arah berlawanan meluncur sepeda motor Honda Scopy dengan Nopol DK 6828 PO yang dikendarai oleh NI Ketut Susanti (red-korban) dan dibelakangnya ada sepeda motor Yamaha N Max Nopol DK 6873 PT yang dikendarai oleh I Ketut Muliarta.

Baca Juga : Naas, Pekerja Proyek Asal Buleleng Tewas Tersengat Arus Listrik di Kintamani

Akibat jarak yang dekat, peristiwa laka lantas tak dapat dihindari, yang pada akhirnya mobil Pajero menabrak sepeda motor Scopy hingga pengendara terpental dan disusul kemudian korban kembali ditabrak pengendara sepeda motor Yahama N Max dari belakang. “Sehingga korban mengalami luka yang cukup serius dan meninggal dunia di tempat kejadian”, terangnya.

Guna penanganan lebih lanjut, korban dievakuasi ke RSUD Bangli. “Dan oleh petugas peristiwa Lakalantas ini tengah dilakukan penyelidikan”, tandasnya. (DB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *