Pasca Akunnya jadi Korban Hacker, Ketua DPRD Bangli Serukan Waspada

PERSINDONESIA.COM – Trend penipuan dengan memanfaatkan kecangihan teknologi digitalisasi kian meresahkan di kalangan masysrakat. Teranyar, akun Media Sosial (Medsos) milik Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika menjadi sasaran pencatutan oleh Peretas (Hacker) dengan iming-iming bantuan tunai dari Kementerian Sosial sebesar Rp20 juta.

Dalam akun Facebook (FB) Ketut Suastika, hacker meyakinkan bahwa bantuan tunai dari Kementerian Sosial benar adanya. Bahkan Ketua DPRD Bangli yang merupakan pejabat publik telah menerima bantuan tersebut. Dan untuk mendapatkan bantuan, maka diminta untuk berkomunikasi via inbok di akun Ketut Suastika.

Baca Juga : Berselang Sehari, Kobaran Api Lahap Tegalan Bambu dan Dapur milik Warga Bangli

Sementara saat dikonfirmasi, Ketut Suastika membenarkan akun FB nya telah menjadi korban hacker. Kejadian ini baru diketahui pagi hari saat akan membuka Facebook.

“Begitu dibuka akun FB saya telah dicatut telah mendapat bantuan tunai Rp20 juta dari Kementerian Sosial,” ujarnya, Rabu (21/10/2026).

Lanjut kata Suastika, dalam akun FB, terdapat foto dirinya sedang pegang uang bantuan. Selain itu ada transaksi transferan ke rekening dirinya juga pesan massenger yang mengatakan Swastiastu, Sube Maan Polih Cair Bantuan 20juta Saking Pemerintah Niki? (Sudah dapat bantuan 20juta dari Pemerintah Ini).

“Bahkan untuk meyakinkan, dalam foto saya tengah pegang uang dengan wajah sumringah,” beber Ketua DPRD Bangli asal Desa Peninjauan, Kecamatan Tembuku ini.

Kata Suastika, setelah akun nya kena Hacker dengan iming-iming mendapat bantuan tunai, banyak masyarakat yang menghubungi. Dan sebegai klarifikasi, dirinya menyampaikan jika masyarakat mendapat pesan dari akun miliknya agar diabaikan.

Oleh karena itu, Politisi PDI Perjuangan ini menghimbau masyarakat agar waspada terhadap iming-iming apapun itu bentuknya, apalagi yang mencatut pejabat publik dan publik figur yang memiliki marwah meyakinkan.

“Modus penipuan saat ini banyak. Sebagai antisipasi, masyarakat sebisa mungkin melakukan klarafikasi kepada pihak berwenang,” ungkap Suastika.

Baca Juga : Terindikasi Langgar Disiplin Kerja, Oknum PNS di Bangli Dicopot Jabatannya

Ia juga menegaskan di tengah kebutuhan pemanfaatan teknologi dan digitalisasi yang menjadi kebutuhan saat ini tentunya memberi dampak positif pada berbagai aspek kehidupan jika digunakan dengan baik dan benar.

Namun, jika disalahgunakan imbasnya tidak saja merugikan diri sendiri akan tetapi juga kepada orang lain. “Atas peristiwa ini, saya berencana melaporkan ke pihak berwajib. Mengingat ini salah satu bentuk pencemaran nama baik,” tandasnya.(*)