Ranting Pohon Bunut Ketinggian 100 Meter Jatuh Menimpa Rumah Warga Banjar Anyar

Persindonesia.com Jembrana – Warga Banjar Anyar, Desa Batuagung, Jembrana di hebohkan dengan tumbangnya ranting pohon bunut yang ketinggian mencapai 100 meter menimpa aling-aling pemesuan (tembok penyengker tempat keluar rumah) salah satu warga.

Salah satu warga Banjar Anyar tersebut bernama Ida Bagus Suparsa, akibat runtuhnya ranting pohon bunut tersebut, tembok pemesuannya mengalami keretakan beberapa centi meter. Lokasi tempat kejadian tersebut di sebelah utara Jembatan pendek Banjar Ayar Desa Batuagung, Jembrana. Sabtu  (20/03)

Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar Gelar Rikes Berkala T.A. 2021

Penuturan dari pemilik rumah Ida Bagus Suparsa sebelumnya dirinya sedang berkumpul dirumah sekitar pukul 10.00 Wita terdengar suara retakan ranting pohon bunut tapi angin tidak begitu kencang, kejadian tersebut diabadikan lewat video handphone miliknya.

Tidak lama dirinya mendengar retakan ranting pohon bunut tersebut suaranya mulai semakin keras dan akhirnya ranting yang paling tinggi jatuh menimpa tembok rumahnya, seketika semua anggota keluarganya berlari menjauh.

Sejoli Konten Mesum di Bogor Ternyata Sudah 26 Kali Produksi

Saat dikonfirmasi kejadian tersebut Kepala Desa Batuagung I Nyoman Sudarma membenarkan kejadian tersebut, lokasi pohon punut tersebut berada diutara jembatan pendek Banjar Anyar, jelasnya terletak di bibir sungai Batuagung.

“Pohon tersebut ketinggiannya berkisar 100 meter merupakan pegangan dari tanah ditebing dibibir sungai yang umurnya sudah lama, jadi pohon tersebut sisi positifnya membantu agar rumah warga tidak longsor, hanya kali ini membahayakan, jadi nanti kita akan kaji di kantor untuk kedepannya agar pohon tersebut tidak membahayan warga kami,” ungkapnya.

Majelis Hakim Kabulkan Permohonan Pergantian Nama Aprilia Santini Manganang Menjadi Aprilio Perkasa Manganang.

Ia melanjutkan dalam kejadian tersebut beruntung tidak ada korban jiwa, dan pihak PLN juga sudah membersihkan ranting tersebut, dikarenakan akibat dari runtuhnya ranting pohon bunut tersebut menimpa kabel listrik yang menghubungkan listrik ke Banjar Panceseming yang saat ini padam akibat kejadian tersebut.

“Kita sudah atensi, nanti Hari Senin kita kaji lagi keberadaan pohon bunut tersebut kedepannya agar tidak lagi membahayakan warga kami, saya menghimbau kepada warga yang tinggal ditepi sungai yang berdekatan dengan pohon besar agar lebih waspada, dikarenakan bulan-bulan ini cuaca tidak menentu warga agar lebih waspada,” tutup Sudarma. (Sub)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *