Persindonesia.Com,Bangli – Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan tanggapan atas Pemandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna yang digelar DPRD Bangli, pada hari Senin (30/3/2025).
Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika didampingi Wakil Ketua DPRD, I Nyoman Budiada dan I Komang Carles serta dihadiri oleh Anggota DPRD Bangli. Sementara dari Eksekutif hadir, Sekda Bangli, Dewa Bagus Riana Putra, OPD dilingkungan Pemkab Bangli, serta undangan terkait lainnya.
Baca Juga : PAD Belum Optimal, Fraksi-Fraksi DPRD Bangli Dorong Pemda Tingkatkan Inovasi
Dalam tanggapannya, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan bahwa pihaknya mencatat PAD telah menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun yang mencerminkan upaya optimalisasi yang terus dilakukan. Menurutnya, berbagai langkah telah ditempuh, seperti peningkatan kepatuhan wajib pajak dan wajib retribusi daerah, perbaikan tata kelola pemungutan, serta penguatan basis data potensi pendapatan dengan melakukan Kerjasama (joint canvassing) dengan Kantor
Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Gianyar.
“Ke depan, upaya ini akan diperkuat melalui berbagai inovasi seperti digitalisasi pemungutan sebagai bagian dari ekosistem digital, intensifikasi serta ekstensifikasi pajak dan retribusi, juga pengembangan potensi berbasis kearifan lokal guna meningkatkan kemandirian fiskal daerah secara bertahap”, ujarnya.
Lanjut Bupati Sedana Arta, terkait perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja, dapat
disampaikan bahwa pihaknya telah mampu menjaga tingkat realisasi belanja daerah yang tinggi, menunjukkan konsistensi dalam pelaksanaan program. Selain itu, belanja daerah telah diarahkan pada program prioritas yang mendukung pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Nantinya, kualitas belanja akan terus ditingkatkan melalui penguatan perencanaan berbasis kinerja, penerapan prinsip money follow program, serta peningkatan porsi belanja modal secara bertahap. “Hal ini dilakukan guna mendorong pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi”, sebut Bupati asal Desa Sulahan, Susut ini.
Sementara terkait tindaklanjut rekomendasi BPK RI dapat disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangli telah menunjukkan komitmen dalam penerapan tata kelola pemerintahan yang baik, tercermin dari pengelolaan keuangan daerah yang semakin
transparan dan akuntabel serta tindak lanjut rekomendasi BPK RI yang terus mengalami peningkatan, sampai tahun 2025 dengan progres pemenuhan tindak lanjut rekomendasi BPK RI mencapai 98,15%.
“Dan sebagai tindak lanjut kedepan, kami terus lakukan penguatan pengawasan internal, peningkatan koordinasi antar perangkat daerah, serta pemanfaatan teknologi informasi guna memastikan tata kelola pemerintahan yang lebih baik”, beber Sedana Arta.
Terkait keberpihakan terhadap anggaran bidang pertanian serta prioritas program yang berdampak langsung terhadap masyarakat, pihaknya sependapat bahwa sektor pertanian merupakan sektor unggulan yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian
daerah, dengan potensi komoditas seperti hortikultura, kopi, jeruk, serta pengembangan pertanian berbasis kawasan dataran tinggi
yang menjadi keunggulan Bangli.
Namun demikian, pihaknya juga menyadari adanya keterbatasan kemampuan keuangan daerah dalam mendukung pembiayaan sektor ini secara optimal. Untuk itu, ke depan akan ditempuh berbagai langkah inovatif, seperti; melakukan pengembangan pertanian berbasis teknologi, penerapan pola kemitraan dengan pihak swasta, lembaga keuangan, perguruan tinggi.
Kemudian melakukan optimalisasi pemanfaatan dana pusat dan provinsi, serta penguatan konsep pertanian terintegrasi (integrated farming) yang menghubungkan sektor pertanian dengan pariwisata berbasis ekonomi kreatif.
“Selain itu, kami juga akan terus mendorong hilirisasi produk pertanian guna meningkatkan nilai tambah, efisiensi produksi, serta kesejahteraan petani, tanpa sepenuhnya bergantung pada peningkatan alokasi anggaran daerah”, pungkasnya.(*)






