Persindonesia.Com,Bangli – Upaya evakuasi dilakukan oleh pihak BPBD-Damkar Bangli bersama pihak Kepolisian dibantu warga untuk menemukan warga yang dilaporkan tertimbun longsor di kawasan Tukad Banyang yang menghubungkan Banjar Suter dengan Banjar Belong Dauhan, Desa Abang Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
Berdasarkan informasi awal yang terhimpun dari Kelian Adat Peselatan Desa Suter, I Wayan Sukayasa menyampaikan adapun warga yang tertimbun longsor bernama IWB. Keseharian korban mencari bambu untuk dijual.
Baca Juga : Tertimbun Longsor, 1 Pekerja Proyek di Kemenuh Sukawati Meregang Nyawa
Sebelum peristiwa terjadi, korban bersama dua temanya melakukan kegiatan pencarian bambu hingga di lokasi. Berselang kemudian kedua rekanya melakukan pemakingan dan setelah itu dibawa ke tempat yang ada tak jauh dari TKP.
Sedangkan korban juga melakukan pemakingan (membersihkan ranting-ranting) dilokasi kejadian. Kemudian secara tiba-tiba longsoran tanah turun menimbunnya. “Kejadian naas tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 Wita”, terangnya saat dikonfirmasi.
Untuk kondisi lokasi merupakan jurang dan tidak ada bangunan disampingnya. “Mengingat kondisi medan yang sulit, untuk proses pencarian dan evakuasi dilakukan secara manual. Dan guna penanganan lebih lanjut dilaporkan ke Polsek Kintamani serta BPBD Bangli”, beber Sukayasa.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD-Damkar Bangli, I Ketut Agus Sutapa menyampaikan korban tertimbun longsor saat tengah bekerja di dasar tebing longsor setinggi sekira 90 Meter di wilayah Banjar Dinas Suter, Desa Suter. Sesaat setelah kejadian warga dari 4 dusun sewilayah Suter bersama petugas gabungan turun ke lokasi kejadian untuk melakukan upaya pencarian.
Akibat besarnya landaan material longsoran sangat menyulitkan upaya evakuasi tim dengan alat manual, sehingga harus menurunkan alat berat dari Dinas PUPR Perkim Bangli.
“Berkenaan situasi sudah mulai gelap dan dilokasi kejadian mulai turun hujan serta menghindari risiko longsor susulan sehingga diputuskan upaya pencarian akan dilanjutkan besok pagi”, terangnya.
Proses potong bambu ini sudah dilakukan hampir 3 mingguan, selama pekerjaan potong bambu dilakukan, korban bersma tenaga gotongnya mendirikan bangunan darurat disekitar lokasi untuk memudahkan istrihat dari lelahnya bekerja.
Baca Juga : Hijaukan Lereng Gunung Batur, FPRB Bangli Gelar Reboisasi di Bukit Pule Songan
Notabenenya korban sekaligus yang menjadi pembeli bambu warga yang kebetulan tumbuh dilereng tebing sekitar longsoran, Pada saat kejadian proses potong bambu sejatinya tengah akan diselesaikan. Dan korban memang persis bekerja di dasar tebing yang sisi Barat dan Timurnya terbentang tebing tinggi.
Saksi mata yang merupakan tenaga gotong bambu dari korban menceritakan bahwa saat dtinggal untuk dinaikkan ke truck dengan jarak ke jalan sekitar 500 meter, ketika balik oleh saksi mata korban sudah tidak ada dan ditempat potong bambu telah dilihat timbunan material longsoran tebing.(*)






