PERSINDONESIA.COM – Semangat dan kekompakan Duta Kabupaten Bangli dalam Wimbakara (Lomba) Tari Bapang Barong Ket tak sia-sia. Pasalnya Duta yang diwakili oleh Sanggar Swara Padma Bhuana, Desa Undisan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli meraih juara II di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 tahun 2026. Posisi yang diraih Kabupaten Bangli ini berada di bawah Denpasar dan di atas Kabupaten Badung.
Ketua Sanggar Swara Padma Buana, I Kadek Yus saat dikonfirmasi mengatakan apa yang diraih tidak terlepas dari semangat dan kekompakan penabuh dan tukang bapang khususnya dan semua pihak yang mensuport penampilan duta Bangli ini. Menurutnya, selama persiapan yang berlangsung hampir 6 bulan, berbagai pengodogan (seleksi) dilakukan, baik dari segi penabuh dan tukang bapang.
Baca Juga : Pukau Ribuan Pengunjung, Bapang Barong Ket Duta Bangli Guncang Panggung Ardha Candra
Kalau penabuh yang menjadi seleksi bobot pukulan (tetekes dan tetekep) juga pengadeg (performancenya). Sedangkan untuk tukang bapang fisik dan teknik permainannya. “Untuk duta bapang barong ini 80% berasal dari Desa Undisan dan sisanya dari Desa lain di Kabupaten Bangli”, terangnya, Kamis (9/7/2026).
Lanjut kata Kadek Yus, dalam lomba bapang barong ini, pihaknya menonjolkan ciri khas yang mungkin tidak dimiliki Kabupaten lain yakni Nyimar Setengah (tapel barong berada di dada dengan tumpuan tangan) yang dikomposisikan dengan pakem-pakem yang ada dalam kreteria. “Nyimar Setengah ini merupakan lokal Genius (ciri khas) bapang barong Kabupaten Bangli hingga saat ini”, sebutnya.
Ia juga menyampaikan, raihan yang dicapai dalam ajang lomba bergengsi pentas seni se-Bali ini tentunya menjadi sebuah kebanggaan yang telah lama di nanti-nanti Kabupaten Bangli untuk menunjukan kreatifitas seni budaya.
“Apa yang diraih saat ini tidak hanya menjadi kebanggan kami dan Desa Undisan, namun lebih dari itu juga bagi Kabupaten Bangli dengan semangat jengahnya”, ungkap ketua Sanggar Swara Padma Bhuana, Desa Undisan ini.
Senada dengan itu, Dewa Voks selaku pembina tari mengatakan selain perfomance Nyimar Setengah yang ditampilkan lebih vulgar dalam lomba saat ini, pihaknya juga menekankan pada permainan tedung. Yang mana pada permainan tedung kita berani mengambil resiko 50:50 (Gambling). “Resiko yang dimaksud, jika permainan tedung berhasil dipastikan Bangli masuk nominasi dan begitu juga sebaliknya”, ucapnya.
Kata Dewa Voks, raihan yang dicapai saat ini tentunya menjadi pemantik ke depan untuk lebih meningkatkan perfomance. Bahkan pihaknya telah mencari review-review kembali terhadap bapang barong klasik di Bangli. “Astungkare setelah tahun sebelumnya song tahun ini Bangli bisa meraih juara II. Dengan dukungan semua seniman barong di Bangli serta berbagai pihak, tahun depan semoga bisa meraih juara I”, harapnya.
Sementara itu, Dega Pande selaku penata tabuh (komposer) menyampaikan secara konsep pihaknya tetap mengangkat tetabuh bebarongan yang ada di Bangli. Cuman dalam proses kreatifnya berdasarkan intelektual, seperti pengolahan sejumlah gebug (pukulan) dengan tetap berpatokan pada pakem kriteria lomba.
Dan secara proses, banyak dilalui seperti pertukaran personil dengan instrumentnya masing-masing, merubah teknik memegang pangul, gaya duduk dan tak kalah pentingnya tetekep (intonasi).
“Pada intinya bapang barong tahun ini kita mengangkat kejujuran dalam artian semangat kekompakan siap berlatih tanpa paksaan, sehingga menghasilkan performance yang maksimal”, ungkapnya.
Disingung terkait rasa optimis dan pesimis bisa meraih juara, Dega Pande mengatakan pihaknya tetap berpatokan pada rasa ikhlas. Yang mana dalam ikhlas ada memberi dan menerima. “Dengan raihan saat ini kita memang membanggakan, namun semua proses yang dilalui dari persiapan hingga tampil tetap ada keikhlasan dan kejujuran”, bebernya.
Baca Juga : Siap Getarkan Panggung PKB, Duta Bapang Barong Bangli Genjot Latihan
Sementara itu, Bendesa Adat Undisan, I Made Sudiasa menyampaikan apresiasi atas raihan yang dicapai duta bapang barong Bangli. Dikatakan, ini merupakan bentuk semangat jengah atas kegagalan-kegagalan tahun sebelumnya.
Dengan semangat jengah, dalam proses persiapan, pihaknya bersama masyarakat Undisan bahkan melakukan atur piuning dengan nyejeran pejati agar bisa mendapatkan taksu dan lancar sampai pentas. “Raihan ini bagi kami merupakan suatu kebangaan sekaligus menjadi bukti bahwa Bangli bisa bangkit”, tegasnya.
Ke depannya, pihaknya berharap kreatifitas dalam menjaga dan melestarikan seni budaya di Kabupaten Bangli tetap eksis bahkan bisa meningkat dengan pembinaan-pembinaan berbagai pihak. “Dukungan berbagai pihak termasuk anggaran tentunya menjadi titik tumpu keberhasilan upaya-upaya yang dilakukan”, pungkasnya. (*)






