DPRD Jembrana Apresiasi Lonjakan PAD, Namun Beri Catatan untuk Pasar Umum Negara

Persindonesia.com Jembrana – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jembrana menggelar Sidang Paripurna II Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026, Kamis (9/7/2026), dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Sidang dipimpin Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi dan dihadiri Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna. Pandangan umum masing-masing fraksi disampaikan oleh I Nengah Budiasa dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), I Putu Sudiasa dari Fraksi Partai Golongan Karya, I Made Gangga Paribasa dari Fraksi Demokrat, I Ketut Sadwi Darmawan dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya, serta H. Muhamad Yunus dari Fraksi Kebangkitan Persatuan.

Dalam pandangan Fraksi PDIP, I Nengah Budiasa mengapresiasi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jembrana yang terealisasi sebesar Rp244.574.158.312,75 atau 105,96 persen dari target yang ditetapkan. Realisasi tersebut juga meningkat dibandingkan tahun anggaran 2024 yang mencapai Rp184.575.515.567,13.

Gugat Anak Kandung, Ayah di Tegal Diduga Nekat Jual Tanah Warisan yang Masih Bersengketa

Menurut Budiasa, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pihak. Meski demikian, Fraksi PDIP menilai potensi PAD masih dapat terus ditingkatkan melalui upaya intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah.

Selain itu, fraksi juga mendorong pemerintah daerah meningkatkan kualitas belanja agar mampu menciptakan iklim usaha yang kondusif. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendorong lahirnya pelaku UMKM yang tangguh dan berdaya saing sebagai sumber PAD baru.

“Menurut pandangan kami, apakah tidak terlalu rendah tingkat akurasi target PAD yang ditetapkan, sedangkan potensinya dari tahun ke tahun sudah cukup signifikan. Jadi, hal ini membutuhkan penjelasan,” ujarnya.

Kalap Usai Dilarang Bertemu Istri, Pria di Baluk Tebas Sepupu Istri dengan Pisau Dapur

Sementara itu, Fraksi Kebangkitan Persatuan melalui juru bicaranya, H. Muhamad Yunus, menyoroti belum optimalnya aktivitas perdagangan di Pasar Bahagia atau Pasar Umum Negara (PUN), khususnya di Blok A Gedung Selatan.

Menurut Yunus, hingga saat ini kawasan tersebut masih sepi pengunjung sehingga aktivitas perdagangan belum berjalan sebagaimana mestinya. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya akses pintu masuk dari sisi selatan, terutama menuju bangunan bagian tengah dan timur, sehingga sebagian pengunjung menganggap area tersebut sebagai jalan buntu.

“Apabila tersedia pintu masuk dari sisi tersebut, kami meyakini hal itu dapat memberikan kemudahan akses bagi pengunjung sekaligus meningkatkan peluang mereka untuk masuk dan berbelanja di Los A,” katanya.

Truck Bermuatan Sekam dan Kotoran Ayam 400 Sak Terguling di Bangli, Arus Lalin Tersendat

Yunus menambahkan, pemerintah daerah sebenarnya telah berupaya melakukan perbaikan skala kecil, termasuk rencana meluruskan jembatan penghubung antara Los A dan Los B agar arus pengunjung lebih mudah menjangkau kedua area pasar. Namun, rencana tersebut masih terkendala aturan teknis dari kementerian.

Karena itu, Fraksi Kebangkitan Persatuan meminta pemerintah daerah terus berkoordinasi dan memperjuangkan solusi kepada kementerian maupun instansi terkait agar hambatan tersebut dapat diselesaikan.

“Harapan kami, langkah ini dapat menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di Blok A Gedung Selatan dan mencegah semakin banyak pedagang yang terpaksa menutup usahanya akibat minimnya jumlah pengunjung,” pungkasnya. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *