Persindonesia.Com,Bangli – Kawasan Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli seakan menjadi langganan banjir di setiap musim penghujan. Mirisnya, banjir bercampur disertai lumpur mengakibatkan akses jalan dan pemukiman warga tergenang, sehingga membawa dampak yang signifikan terhadap kehidupan warga.
Hal tersebut tidak ditampik oleh Anggota DPRD Bangli, Wayan Atom Krisna Putra. Dikatakannya, akibat hujan melanda terdapat dua lokasi, yakni depan Banjar Desa Songan A dan Jalan Ulun Danu terdampak banjir. Bahkan untuk dampak saat ini cukup parah.
Baca Juga : Hadiri Rakor Forkopimda, Bupati Sedana Arta Minta Perkuat Tata Kelola Lingkungan dan Sosial
“Akibat curah hujan tinggi melanda, dampaknya selain akses jalan juga sejumlah rumah warga tergenang air bercampur lumpur”, ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Senin (23/2/2026).
Lebih lanjut disampaikan, untuk banjir di depan Balai Banjar Desa Songan A telah terjadi sejak puluhan tahun hingga saat ini. Mengingat sumber pokok banjir di depan Balai Banjar tersebut dari atas, seperti dari Desa Sukawana, Belandingan, Pingan dan wilayah lainnya, maka pihaknya sering berkoordinasi dengan Pemda untuk mencari solusi mengatasi persoalan ini.
Bahkan, pihaknya sering minta bantuan ke Pemda dalam hal ini Dinas PUPR untuk melakukan pengerukan lumpur pasca banjir, namun saat hujan kembali melanda terjadi banjir lagi seperti saat ini.
“Dari hasil koordinasi terakhir yang dilakukan dengan Bupati dan Dinas PUPR solusinya adalah dengan melakukan peninggian jalan, selain itu juga akan dibangun sodetan sepanjang 500 meter. Hal ini pun mendapat sambutan positif warga”, kata Politisi PDI Perjuangan tersebut.
Sementara untuk banjir di Jalan menuju Ulun Danu, diakuinya kali ini termasuk paling parah. Hal ini disebabkan, tersumbatnya aliran air di bawah jembatan oleh sampah dan kayu. Akibatnya, air naik ke pemukinan penduduk dengan ketinggian 50 cm. Mengatasi hal ini kami telah minta bantuan alat berat ke PUPR untuk mengeruk sumbatan sampah dan kayu besar di jembatan.
“Untuk sementara air sudah teratasi, Cuma untuk pembersihan lanjutan kami sejatinya membutuhkan alat berat yang lebih kecil, sehingga kita lakukan penyewaan excavator secara swadaya,” beber Artom.
Baca Juga : Prosesi Niskala Hingga Libatkan Anjing Pelacak dan Alat Berat, Keberadaan Warga Suter Akhirnya Ditemukan
Menurutnya, masyarakat setempat juga sudah sepakat merelakan telajakannya untuk memperlebar gorong gorong guna memperlancar jalanya air. Dan sebagai upaya telah dilakukan koordinasi dengan pihak Badan Pengelolaan Aliran Sungai (BPDAS) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. “Untuk saat ini kami masih menunggu kepastian dari BPDAS dan BWS Bali-Penida”, ungkapnya. (*)






