Kategori: MEDIA PERS INDONESIA

  • Tabrak Pemotor hingga Luka Berat, Sopir Kabur Tinggalkan Kendaraan Berisi 40 Penumpang

    Tabrak Pemotor hingga Luka Berat, Sopir Kabur Tinggalkan Kendaraan Berisi 40 Penumpang

    Persindonesia.com Jembrana – Diduga akibat sopir mengantuk, sebuah bus menabrak pengendara sepeda motor di Jalan Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Banjar Munduk Ranti, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Selasa (21/7) sekitar pukul 04.30 Wita. Akibat kecelakaan tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan di RSUD Negara sedangkan sopir bus usai menabrak langsung melarikan diri.

    Bus yang terlibat dalam kecelakaan tersebut merupakan Bus Sakhindra Trans bernomor polisi DK 7942 GB yang berisi penumpang saat itu sebanyak 40 orang. Sementara korban adalah pengendara sepeda motor Honda Vario putih bernomor polisi DK 2227 EK, I Ketut Sukedana (35), warga Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya.

    Semburan Belerang Kembali Landa Danau Batur, Pembudidaya Ikan Was-was

    Kapolsek Melaya, Kompol I Putu Suarmadi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Negara akibat luka berat yang dideritanya.

    “Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara sementara, bus melaju dari arah barat menuju timur. Diduga sopir mengantuk sehingga saat melintas di kawasan Simpang Tugu Tukadaya menabrak sepeda motor yang hendak menyeberang jalan,” ujarnya.

    DPRD Bali Sahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemprov Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan

    Akibat benturan tersebut, lanjut Suarmadi, sepeda motor terseret hingga ke bahu jalan sebelah kiri dan masuk ke pekarangan warga. “Kondisi sepeda motor mengalami kerusakan parah, sedangkan bus mengalami kerusakan pada bagian bemper depan dan belakang,” terangnya.

    Lebih jelasnya Suarmadi mengatakan, saat kejadian lokasi kecelakaan berada di jalan menikung dengan kondisi cuaca cerah serta marka jalan dalam keadaan baik. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun korban luka berat dan kedua kendaraan mengalami kerusakan dengan total kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta,” pungkasnya. Ts

     

  • Wamen Ossy Dorong Tata Ruang Jadi Fondasi Investasi Berkelanjutan di Bali

    Wamen Ossy Dorong Tata Ruang Jadi Fondasi Investasi Berkelanjutan di Bali

    Rapat koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan bersama Pemerintah Provinsi Bali 

    Denpasar Persindonesia.com – Penguatan tata ruang menjadi salah satu agenda utama dalam pembahasan pembangunan jangka panjang Provinsi Bali. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan koordinasi antara Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan bersama Pemerintah Provinsi Bali yang berlangsung di Wisma Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (20/7/2026).

    Dalam forum tersebut, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN) Ossy Dermawan menegaskan bahwa pembangunan Bali harus bertumpu pada perencanaan tata ruang yang terarah agar mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, investasi, dan kelestarian lingkungan.

    Menurut Ossy, ketersediaan ruang di Bali yang terbatas harus dikelola secara cermat melalui Rencana Tata Ruang (RTR) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Kedua dokumen tersebut menjadi pedoman penting dalam menentukan arah pembangunan sekaligus memberikan kepastian hukum bagi investor.  “RTR menjadi arah kebijakan pembangunan, sedangkan RDTR menjadi panduan teknis yang memastikan setiap kegiatan pembangunan berjalan sesuai peruntukan ruang,” ujar Ossy.

    Ia menjelaskan bahwa penyelarasan tata ruang mulai dari tingkat nasional hingga kabupaten/kota perlu terus diperkuat agar seluruh program pembangunan memiliki arah yang sama. Dengan demikian, investasi yang masuk ke Bali dapat berlangsung secara tertib, berkelanjutan, dan tidak menimbulkan persoalan lingkungan maupun konflik pemanfaatan lahan.

    Selain itu, Wamen Ossy mendorong percepatan integrasi RDTR ke dalam sistem Online Single Submission (OSS). Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat proses perizinan berusaha sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha yang akan berinvestasi di Bali.

    Berdasarkan data yang dipaparkan, dari target 75 RDTR di Provinsi Bali, sebanyak 30 RDTR telah terintegrasi dengan OSS, sementara empat lainnya masih dalam proses. Kota Denpasar, Kabupaten Badung, dan Kabupaten Gianyar menjadi daerah yang telah menyelesaikan integrasi RDTR secara menyeluruh.  “Kami berharap percepatan integrasi ini terus dilakukan sehingga seluruh wilayah di Bali memiliki instrumen tata ruang yang siap mendukung investasi yang berkualitas dan berkelanjutan,” katanya.

    Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa pembangunan Bali harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan.

    Menurut AHY, tata ruang harus menjadi dasar dalam setiap kebijakan pembangunan agar pertumbuhan kawasan tidak berjalan tanpa arah dan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan, konektivitas, serta keberlanjutan sektor pariwisata.  “Perencanaan yang baik akan mencegah munculnya persoalan baru di kemudian hari, baik di bidang lingkungan, transportasi, maupun pengembangan kawasan wisata,” tegas AHY.

    Pertemuan tersebut juga dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta sejumlah pejabat kementerian, lembaga, BUMN, dan pemerintah daerah.

    Usai diskusi, pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan pembangunan Pulau Dewata tetap berorientasi pada tata ruang yang tertib, investasi yang berkepastian hukum, serta pelestarian budaya dan lingkungan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

    Redaksi Persindo & Humas ATR/BPN Kabupaten Gianyar.
    Sumber : Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol
    Kementerian Agraria dan Tata Ruang/
    Badan Pertanahan Nasional

  • Apel Rutin Kantah Gianyar Perkuat Disiplin Pegawai dan Komitmen Wujudkan Zona Integritas

    Apel Rutin Kantah Gianyar Perkuat Disiplin Pegawai dan Komitmen Wujudkan Zona Integritas

    Apel pagi rutin yang diikuti seluruh jajaran pegawai di halaman depan kantor

    Gianyar Persindo –  Kantor Pertanahan Kabupaten Gianyar kembali menggelar apel pagi rutin yang diikuti seluruh jajaran pegawai di halaman depan kantor, Senin (20/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kedisiplinan aparatur sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam mewujudkan Zona Integritas menuju pelayanan pertanahan yang profesional, bersih, dan berintegritas.

    Apel dipimpin oleh Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran selaku Pembina Apel. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa disiplin pegawai merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas pelayanan publik. Seluruh aparatur diharapkan mematuhi aturan, menjaga etika kerja, serta menunjukkan tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas.

    Pembina Apel juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan Zona Integritas tidak hanya ditentukan oleh individu, tetapi merupakan hasil kerja kolektif seluruh pegawai. Menurutnya, setiap tindakan maupun perilaku aparatur akan memengaruhi citra organisasi secara keseluruhan. Karena itu, seluruh pegawai diminta saling mengingatkan dan menjaga komitmen agar tidak terjadi pelanggaran yang dapat berdampak pada penilaian satuan kerja.

    “Keberhasilan instansi adalah tanggung jawab bersama. Disiplin, integritas, dan profesionalisme harus menjadi budaya kerja yang diterapkan dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

    Selain menekankan pentingnya disiplin dalam mengikuti apel, pembina juga mengajak seluruh pegawai untuk terus meningkatkan semangat kerja, memperkuat sinergi antarseksi, serta memberikan pelayanan pertanahan yang cepat, transparan, dan akuntabel sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

    Apel pagi berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh khidmat. Melalui kegiatan rutin tersebut, Kantor Pertanahan Kabupaten Gianyar berharap dapat terus membangun budaya kerja yang positif, memperkuat integritas aparatur, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    Redaksi Persindo & Humas ATR/BPN Kabupaten Gianyar.

  • DPRD Bali Sahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemprov Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan

    DPRD Bali Sahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemprov Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan

    Wagub Bali Bacakan Pendapat Akhir Gubernur, Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

    Denpasar Persindonesia.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna ke-46 yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Senin (20/7/2026).

    Persetujuan tersebut ditetapkan setelah DPRD menyampaikan laporan hasil pembahasan Raperda, yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Pendapat Akhir Gubernur Bali yang dibacakan Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta.

    Dalam laporan DPRD yang dibacakan Ketua Koordinator Pembahasan Raperda Pertanggungjawaban APBD, Drs. Gede Kusuma Putra, legislatif memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali atas keberhasilannya mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk ke-13 kali secara berturut-turut. DPRD menilai capaian tersebut mencerminkan konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan.

    Selain itu, DPRD juga mencatat bahwa berbagai indikator pembangunan daerah menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Bali berada di atas rata-rata nasional, sementara angka kemiskinan, pengangguran terbuka, inflasi, serta Indeks Gini dinilai tetap terkendali. Namun demikian, DPRD mengingatkan bahwa keberhasilan administrasi keuangan harus sejalan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

    Dalam pembahasannya, DPRD turut menyoroti realisasi APBD Tahun Anggaran 2025 yang memperlihatkan pendapatan daerah melampaui target, sedangkan realisasi belanja mencapai 88,42 persen sehingga menghasilkan surplus anggaran. Meski demikian, hasil pemeriksaan BPK masih menemukan sejumlah catatan terkait pengelolaan hibah dan pelaksanaan jasa manajemen konstruksi yang perlu segera ditindaklanjuti melalui penguatan sistem pengawasan dan evaluasi.

    Legislatif juga menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis kepada Pemerintah Provinsi Bali, di antaranya optimalisasi pendapatan daerah, percepatan program Zero Rumah Tidak Layak Huni pada 2029, pengurangan kesenjangan pembangunan antarwilayah, pemanfaatan aset pemerintah pusat yang belum produktif, penyusunan regulasi kerja sama antardaerah mengenai jasa lingkungan, hingga peningkatan keamanan kawasan pariwisata melalui pemasangan kamera pengawas di titik-titik strategis.

    Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gubernur Bali melalui Pendapat Akhir yang dibacakan Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta menyampaikan apresiasi atas seluruh pandangan, kritik, dan rekomendasi DPRD yang dinilai menjadi bagian dari kemitraan yang konstruktif antara legislatif dan eksekutif.

    Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, efektif, dan efisien, sekaligus memastikan setiap kebijakan dan penggunaan anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana.  Usai penyampaian pendapat akhir, Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya menyatakan seluruh fraksi menerima dan menyetujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Bali Tahun Anggaran 2025 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

    Tahapan selanjutnya, Raperda yang telah disetujui bersama tersebut akan disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri untuk dilakukan evaluasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sebelum resmi ditetapkan sebagai Peraturan Daerah Provinsi Bali.

    @Krg*

  • Pusat dan Pemprov Bali Perkuat Sinergi Pembangunan, Rakor Bahas Infrastruktur, Lingkungan, dan Pariwisata Berkelanjutan

    Pusat dan Pemprov Bali Perkuat Sinergi Pembangunan, Rakor Bahas Infrastruktur, Lingkungan, dan Pariwisata Berkelanjutan

    Rakor Pembangunan Wilayah Bali yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan AHY bersama Gubernur Bali

    Denpasar Persindonesia.com – Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi Bali memperkuat sinergi pembangunan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Wilayah Bali yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (20/7/2026).

    Rakor yang dihadiri sejumlah menteri, kepala lembaga, BUMN, dan pemerintah kabupaten/kota se-Bali tersebut menjadi forum penyelarasan kebijakan pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah, dengan fokus pada peningkatan infrastruktur, penguatan konektivitas, pelestarian lingkungan, serta pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

    Dalam pemaparannya, Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa Bali masih menjadi destinasi wisata utama Indonesia. Sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan mencapai sekitar 16,3 juta orang, terdiri atas lebih dari 7 juta wisatawan mancanegara dan sekitar 9,3 juta wisatawan domestik. Besarnya arus kunjungan tersebut turut memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

    Menurut Koster, sektor pariwisata Bali menyumbang hampir separuh kunjungan wisatawan asing ke Indonesia, dengan nilai perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp176 triliun. Kondisi tersebut berdampak pada pertumbuhan ekonomi Bali yang mencapai 5,82 persen, sekaligus mempertahankan tingkat kemiskinan dan pengangguran sebagai salah satu yang terendah di Indonesia.

    Namun demikian, tingginya aktivitas ekonomi dan pariwisata juga memunculkan berbagai tantangan yang harus segera diantisipasi. Mulai dari kemacetan lalu lintas, peningkatan volume sampah, tekanan terhadap ketersediaan air bersih, alih fungsi lahan produktif, hingga persoalan sosial dan penegakan hukum. “Kami terus memperkuat berbagai program strategis, mulai dari pengelolaan sampah berbasis sumber, penyediaan air bersih, pembangunan infrastruktur energi, hingga peningkatan konektivitas transportasi darat dan laut sebagai fondasi menjaga daya saing Bali,” ujar Koster.

    Ia menambahkan, pembangunan pelabuhan terpadu, penguatan jalur logistik laut, serta peningkatan kapasitas infrastruktur menjadi langkah penting untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan wisatawan sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pariwisata.

    Sementara itu, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar seluruh program pembangunan di Bali dapat berjalan secara terintegrasi.

    Menurut AHY, pemerintah pusat akan memastikan setiap kementerian, lembaga, dan BUMN menjalankan peran sesuai bidang masing-masing, mulai dari penanganan persampahan, perlindungan lahan pertanian, penguatan sistem transportasi massal, pengembangan kawasan wisata, hingga penyusunan tata ruang yang selaras dengan arah pembangunan nasional. “Rakor ini bukan sekadar forum koordinasi, tetapi menjadi awal dari mekanisme evaluasi berkala agar seluruh program tetap berada pada jalur yang sama, memiliki tujuan yang sama, dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat Bali,” kata AHY.

    Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga membahas sejumlah rencana strategis, di antaranya pengembangan layanan water taxi di kawasan Denpasar, Badung, dan Gianyar, studi kelayakan transportasi laut pesisir Bali Selatan, pembangunan sistem transportasi pengumpan (feeder), penyediaan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah, hingga pengembangan kawasan berbasis budaya di Sesetan.

    Selain itu, pemerintah daerah didorong memperkuat edukasi pengelolaan sampah dari sumbernya, meningkatkan pengawasan terhadap alih fungsi lahan, memperkuat penegakan hukum di bidang lingkungan, serta menyelaraskan kebijakan tata ruang daerah dengan kebijakan nasional.

    AHY menegaskan bahwa pemerintah pusat berkomitmen mendukung pembangunan Bali tanpa menghilangkan karakter budaya dan kearifan lokal yang menjadi identitas Pulau Dewata.

    Rapat koordinasi tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat sinkronisasi program pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah melalui evaluasi secara berkala, sehingga seluruh agenda pembangunan dapat berjalan efektif dalam mewujudkan Bali yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.

    Turut hadir dalam rakor tersebut Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan, serta jajaran kementerian, lembaga, BUMN, dan kepala daerah se-Provinsi Bali.

    @Karang*

  • Pemkab Klungkung Target Data Perlindungan Sosial Rampung 100 Persen Akhir Juli

    Pemkab Klungkung Target Data Perlindungan Sosial Rampung 100 Persen Akhir Juli

    PERSINDONESIA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung menunjukkan komitmen kuat dalam mengawal dan menyukseskan program strategis Pemerintah Pusat. Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati  (Wabup) Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra saat menghadiri rapat optimalisasi pelaksanaan Percepatan Digitalisasi Bantuan Sosial di Kabupaten Klungkung, Senin (20/7/2026).

    Turut hadir dalam rapat yang digelar secara hybrid di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung tersebut, Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kadis Sosial dan PPPA) Klungkung I Gusti Gede Gunarta, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, Luh Ketut Ari Citrawati, serta undangan terkait lainnya.

    Baca Juga : Warning Penggunaan Balon Gas di Event Serimonial, Bupati Satria Pastikan Korban Terima Layanan Medis Maksimal

    Lebih lanjut dikatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Klungkung membidik target besar, yakni pencatatan data Perlindungan Sosial (Perlinsos) harus rampung 100 persen pada akhir Juli 2026. Oleh karena itu, pihaknya meminta kesepakatan bersama untuk fokus terlebih dahulu pada pendataan.

    “Saya mohon kerja sama seluruh pihak agar target ini dapat kita sukseskan bersama,” tegas Wabup Tjok Surya.

    Melalui komitmen bersama, Pemerintah Kabupaten Klungkung optimistis hasil pendataan Perlinsos dapat berjalan maksimal, akurat, dan mencapai target yang telah ditetapkan.

    “Saya juga instruksikan para Kepala Desa (Perbekel) agar proaktif mendukung para agen yang turun ke desa-desa,” kata Wabup Tjok Surya.

    Baca Juga : Bupati Dan Ketua K3s Badung Sambangi Warga Disabilitas Di Abianbase

    Sementara, Plt. Kadis Sosial dan PPPA Kabupaten Klungkung, I Gusti Gede Gunarta menyampaikan untuk masyarakat klungkung yang belum terdaftar pada Perlinsos digital namun tinggal di Denpasar dan masuk densil 1-5, dapat melakukan input data pada hari Jumat, 24 Juli 2026 dan Sabtu, 25 Juli 2026.

    “Untuk pelaksanaan penginputan tersebut dimula pukul 08.00 sampai dengan 15.30 WITA di halaman depan Kantor Gubernur Bali,” terangnya. (*)

  • Perkuat Kepastian Hukum Pertanahan, Ketua Komisi II DPR RI Serahkan Sertipikat di Badung

    Perkuat Kepastian Hukum Pertanahan, Ketua Komisi II DPR RI Serahkan Sertipikat di Badung

    Ketua Komisi II DPR RI Serahkan Sertipikat Tanah Wakaf dan Aset Pemerintah di Badung

    Badung Persindonesia.com – Upaya memperkuat kepastian hukum di bidang pertanahan terus menjadi perhatian pemerintah bersama DPR RI. Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan kunjungan kerja Ketua Komisi II DPR RI ke Provinsi Bali yang dipusatkan di Kantor Pertanahan Kabupaten Badung, Senin (20/7/2026), sekaligus menyerahkan sertipikat tanah wakaf dan sertipikat aset pemerintah.

    Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali, Eko Priyanggodo, A.Ptnh., M.H., QCRO, dan dihadiri jajaran pejabat Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali, para Kepala Bidang, Kepala Bagian Tata Usaha, serta seluruh Kepala Kantor Pertanahan kabupaten/kota se-Bali.
    Dalam kesempatan tersebut, penyerahan sertipikat dilakukan sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap percepatan legalisasi aset. Sertipikat tanah wakaf diberikan untuk memberikan kepastian hukum terhadap aset keagamaan agar terlindungi dari potensi sengketa, sementara sertipikat aset pemerintah menjadi bagian dari penguatan tata kelola administrasi serta pengamanan barang milik negara dan pemerintah daerah.

    Kehadiran Ketua Komisi II DPR RI juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara DPR RI, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), serta pemerintah daerah dalam mempercepat penyelesaian berbagai program strategis pertanahan di Bali.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan proses sertifikasi tanah dapat berjalan semakin cepat, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain meningkatkan kepastian hukum atas hak tanah, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan tertib administrasi pertanahan yang mendukung pembangunan nasional serta perlindungan aset-aset negara dan aset keagamaan secara berkelanjutan.

    Tim.

  • Cincin Emas Pensiunan Berujung Pidana: Kejari Kota Tegal Bidik Dalang Korupsi Suvenir APBD

    Cincin Emas Pensiunan Berujung Pidana: Kejari Kota Tegal Bidik Dalang Korupsi Suvenir APBD

    Persindoesia.com Tegal – Alih-alih menjadi simbol penghargaan bagi para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN), pengadaan suvenir cincin emas di lingkungan Pemerintah Kota Tegal justru berujung pada dugaan korupsi. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tegal kini tengah mengusut proyek yang didanai menggunakan uang rakyat tersebut.

    Kasus yang ditangani Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kota Tegal itu resmi naik status dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Kenaikan status ini dilakukan setelah penyidik menemukan adanya indikasi tindak pidana dalam proyek pengadaan suvenir tersebut.

    Dugaan korupsi itu terjadi pada 2020–2021 di salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Tegal. Pengadaan suvenir cincin emas tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    Hanya Terima di Bawah 10 Murid, Nasib 21 SD di Jembrana Dievaluasi

    Kecurigaan muncul karena nilai pengadaan suvenir disebut bervariasi, mulai dari sekitar Rp2 juta hingga mencapai Rp8 juta per pensiunan ASN.

    Kepala Kejari Kota Tegal melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel), Tegar Mawang Dhita mengatakan, pihaknya masih fokus mendalami perkara tersebut. Sejumlah saksi serta pihak-pihak yang diduga mengetahui dan bertanggung jawab dalam proyek itu telah dimintai keterangan.

    “Status hukum perkara saat ini masih dalam tahap penyidikan dan pengumpulan alat bukti. Kami belum menetapkan tersangka dalam kasus ini,” ujarnya saat ditemui awak media, Senin (20/7/2026).

    Tiga Aliansi Sopir Geruduk DPRD Jembrana, Soroti Macet Gilimanuk dan Rencana Dermaga Celukan Bawang

    Kasus tersebut mencuat setelah Kejari Kota Tegal menerima laporan masyarakat pada Januari 2026. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan hingga akhirnya perkara dinaikkan ke tahap penyidikan.

    Pihaknya memastikan proses hukum akan dilakukan secara profesional dan transparan. Penyidik juga berkomitmen mengusut tuntas dugaan penyimpangan tersebut tanpa pandang bulu.

    “Kami bekerja secara hati-hati untuk membuktikan adanya tindak pidana sebelum menetapkan atau menahan tersangka lebih lanjut,” katanya.

    Bupati Dan Ketua K3s Badung Sambangi Warga Disabilitas Di Abianbase

    Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah pihak terkait. Kejaksaan belum mengungkap siapa saja pihak yang berpotensi dimintai pertanggungjawaban hukum dalam perkara dugaan korupsi pengadaan suvenir cincin emas tersebut. (Red Kar)

     

  • Hanya Terima di Bawah 10 Murid, Nasib 21 SD di Jembrana Dievaluasi

    Hanya Terima di Bawah 10 Murid, Nasib 21 SD di Jembrana Dievaluasi

    Persindonesia.com Jembrana – Sebanyak 21 dari 181 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Jembrana tercatat menerima kurang dari 10 murid baru pada tahun ajaran 2026/2027. Kondisi ini membuat Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Jembrana kembali melakukan pemetaan terhadap sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan peserta didik.

    Saat dikonfirmasi di kantornya, Kepala Dikpora Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, menegaskan minimnya jumlah murid baru tidak serta-merta menjadi alasan untuk melakukan regrouping atau penggabungan sekolah.

    Menurutnya, setiap sekolah akan dievaluasi secara menyeluruh dengan mempertimbangkan potensi peserta didik di wilayah tersebut, kondisi geografis, jarak dengan sekolah lain, hingga ketersediaan tenaga pendidik.

    “Untuk tingkatan SD memang ada beberapa sekolah yang jumlah murid barunya masih di bawah 10 orang. Ada yang sejak beberapa tahun terakhir menjadi bahan evaluasi, tetapi ada juga sekolah yang baru mengalami kekurangan murid tahun ini,” ujarnya, Senin (20/7).

    Tiga Aliansi Sopir Geruduk DPRD Jembrana, Soroti Macet Gilimanuk dan Rencana Dermaga Celukan Bawang

    Ia menjelaskan, sekolah-sekolah yang selama ini mengalami kekurangan peserta didik akan kembali dikaji bersama pemerintah desa, komite sekolah, dan orang tua siswa. Evaluasi tersebut diperlukan untuk memastikan apakah wilayah tersebut masih memiliki potensi anak usia sekolah.

    Ia mengaku, beberapa sekolah sebelumnya sempat ditunda regrouping setelah pemerintah desa dan masyarakat menyampaikan bahwa masih terdapat potensi peserta didik. Namun, hasil SPMB tahun ini menunjukkan sebagian sekolah tersebut tetap mengalami kekurangan murid.

    “Kami dulu sudah berkomunikasi dengan perangkat desa dan orang tua. Mereka menyampaikan sekolah itu masih punya potensi. Sekarang yang kami pertanyakan, kalau memang potensinya ada, kenapa keterisian muridnya tetap sedikit? Itu yang akan kami evaluasi kembali,” katanya.

    Di sisi lain, Anom mengakui terdapat sekolah yang secara faktual sudah tidak memiliki potensi peserta didik. Salah satunya SDN 5 Pohsanten yang pada tahun ajaran baru ini hanya menerima dua murid.

    Bupati Dan Ketua K3s Badung Sambangi Warga Disabilitas Di Abianbase

    Berdasarkan hasil peninjauan, kata Anom, jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut memang sangat terbatas. Namun, kondisi berbeda terjadi di SDN 3 Asahduren yang hanya menerima empat murid baru.

    Meski jumlah siswanya minim, sekolah tersebut belum tentu menjadi kandidat regrouping karena lokasinya cukup jauh dari sekolah negeri terdekat. “Bukan hanya melihat jumlah murid, tetapi juga mempertimbangkan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan,” jelasnya.

    Pihaknya juga mengevaluasi jumlah siswa pada seluruh jenjang kelas di masing-masing sekolah. “Sebab, terdapat sekolah yang penerimaan murid barunya rendah, tetapi jumlah siswa pada kelas lainnya masih cukup memadai sehingga operasional sekolah masih dapat berjalan,” jelasnya.

    Anom menyebut regrouping nantinya hanya akan diprioritaskan bagi sekolah yang selama beberapa tahun berturut-turut mengalami kekurangan murid, memiliki keterisian kelas yang rendah, berlokasi dekat dengan sekolah lain, serta memiliki pertimbangan dari sisi ketersediaan tenaga pendidik.

    Musim Kemarau, Sumur Bor SMPN 3 Melaya Mengering, BPBD Jembrana Salurkan 5.000 Liter Air

    “Strateginya salah satunya memang regrouping, tetapi tidak akan kami paksakan. Sekolah yang dekat dengan sekolah lain dan jumlah siswanya memang terus minim itulah yang menjadi prioritas untuk dipertimbangkan,” tegasnya.

    Ia juga menegaskan, regrouping tidak sama dengan penutupan sekolah. Kebijakan tersebut merupakan penggabungan operasional dua atau lebih sekolah agar penyelenggaraan pendidikan dapat berjalan lebih efektif.

    “Regrouping bukan berarti menutup sekolah. Yang digabung hanya operasionalnya. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Saat ini semuanya masih dalam tahap evaluasi dan belum ada keputusan untuk melakukan regrouping,” ujarnya.

    Sebelumnya, Pemkab Jembrana telah melakukan regrouping terhadap tiga SD negeri pada awal Januari 2026. Ketiga sekolah tersebut yakni SDN 3 Penyaringan yang digabung ke SDN 2 Penyaringan, SDN 5 Penyaringan ke SDN 4 Tegal Cangkring, serta SDN 3 Yehembang Kauh ke SDN 1 Yehembang Kauh.

    Konsleting Listrik Hanguskan Rumah Warga Kintamani saat Ditinggal ke Kebun

    Sementara itu, enam sekolah lain yang sempat direncanakan untuk digabung masih ditangguhkan setelah pemerintah desa dan komite sekolah mengajukan permohonan dengan alasan masih terdapat potensi penambahan peserta didik.

    Berdasarkan hasil SPMB tahun ajaran 2026/2027, Kecamatan Mendoyo menjadi wilayah dengan jumlah SD yang menerima kurang dari 10 murid baru terbanyak, yakni 12 sekolah. Selanjutnya, Kecamatan Pekutatan terdapat empat SD, Kecamatan Jembrana tiga SD, dan Kecamatan Melaya dua SD. Ts

  • Hut Ke-451 Desa Sedang, Bupati Adi Arnawa Ajak Masyarakat Dukung Pembangunan Infrastruktur

    Hut Ke-451 Desa Sedang, Bupati Adi Arnawa Ajak Masyarakat Dukung Pembangunan Infrastruktur

    HUT Ke-451 Desa Sedang Jadi Momentum Perkuat Persatuan, Bupati Adi Arnawa Tegaskan Komitmen Bangun Infrastruktur

    Badung Persindo – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-451 Desa Sedang berlangsung semarak di Wantilan Jaba Pura Dalem Desa Adat Sedang, Kecamatan Abiansemal, Minggu (19/7/2026). Mengusung tema “Samuhita Nirmana Desha” yang berarti Bersatu Membangun Desa, peringatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

    Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa hadir langsung dalam perayaan tersebut didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan masyarakat, Bupati menyerahkan bantuan dana kreativitas sebesar Rp20 juta kepada Desa Sedang.

    Turut hadir Anggota DPRD Provinsi Bali Ni Made Sumiati, Anggota DPRD Kabupaten Badung I Gede Budiyoga, Kepala DPMD Badung I Komang Budhi Argawa, Kepala Kesbangpol Badung IB. Putu Mas Arimbawa, Plt. Camat Abiansemal I Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Forkopimcam, para perbekel, tokoh masyarakat, serta warga Desa Sedang.

    Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa mengajak seluruh masyarakat menjadikan usia ke-451 Desa Sedang sebagai tonggak mempererat persatuan serta memperkuat semangat gotong royong dalam membangun desa. Menurutnya, usia yang panjang mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan yang selama ini menjadi fondasi utama kemajuan Desa Sedang.

    Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung siap mengawal berbagai program pembangunan desa, khususnya pembangunan infrastruktur, selama mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa dan warga merupakan kunci agar setiap program pembangunan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Sementara itu, Perbekel Desa Sedang I Gusti Ngurah Suwindra menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Badung yang dinilai menjadi motivasi bagi masyarakat dalam menyukseskan rangkaian HUT Desa Sedang.

    Ia menjelaskan bahwa tema “Samuhita Nirmana Desha” mengandung makna persatuan seluruh elemen masyarakat untuk membangun desa dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

    Pemerintah Desa Sedang juga terus memperkuat berbagai program pembangunan berbasis lingkungan melalui peningkatan pengelolaan sampah. Pada tahun 2027 mendatang, desa berencana menggelar Lomba Lingkungan dan Penataan yang melibatkan secara aktif Tim Penggerak PKK Desa Sedang sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

    Di bidang seni budaya, Desa Sedang turut mencatat prestasi membanggakan melalui Sekaa Gong Desa Sedang yang berhasil meraih Juara III sebagai Duta Gong Baleganjur Kabupaten Badung. Pemerintah desa berkomitmen terus membina generasi muda agar mampu melahirkan prestasi baru sekaligus menjaga kelestarian seni budaya Bali.

    Perayaan HUT Ke-451 Desa Sedang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, desa adat, dan seluruh masyarakat dalam mewujudkan Desa Sedang yang maju, harmonis, berbudaya, serta memiliki daya saing yang semakin kuat. @Krg*