Kategori: MEDIA PERS INDONESIA

  • Tiga Aliansi Sopir Geruduk DPRD Jembrana, Soroti Macet Gilimanuk dan Rencana Dermaga Celukan Bawang

    Tiga Aliansi Sopir Geruduk DPRD Jembrana, Soroti Macet Gilimanuk dan Rencana Dermaga Celukan Bawang

    Persindonesia.com Jembrana – Tiga aliansi pengemudi yang tergabung dalam Gerakan Aliansi Pengemudi Bali (GAPIBA), Gerakan Aliansi Pengemudi Indonesia Bersatu (GAPIBER), dan Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Jembrana, Senin (20/7/2026).

    Kedatangan mereka untuk menyampaikan keluhan terkait kemacetan yang terus terjadi di kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, dan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Selain itu, para pengemudi juga menyatakan keberatan terhadap rencana pemindahan dermaga logistik dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng.

    Saat dikonfirmasi usai acara, Ketua GAPIBA, Sugihartoyo mengatakan, kemacetan di kawasan penyeberangan Gilimanuk-Ketapang tidak hanya terjadi saat momentum Idulfitri maupun Natal dan Tahun Baru (Nataru). Menurutnya, kemacetan kini terjadi hampir setiap hari dan telah berlangsung selama berbulan-bulan.

    “Kami ingin benar-benar menyelesaikan persoalan kemacetan ini. Kemacetan bukan hanya terjadi saat hari-hari besar seperti Idulfitri atau Nataru, tetapi hampir setiap hari. Bahkan, sudah berbulan-bulan hingga saat ini belum berhenti,” keluhnya.

    Ia berharap para pemangku kepentingan terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Pihaknya juga ingin mengetahui langkah-langkah yang telah dilakukan maupun yang belum dilakukan oleh instansi terkait.

    Warning Penggunaan Balon Gas di Event Serimonial, Bupati Satria Pastikan Korban Terima Layanan Medis Maksimal

    Terkait rencana pemindahan dermaga logistik dari Ketapang ke Celukan Bawang, Sugihartoyo menegaskan para pengemudi sangat keberatan. Menurutnya, jarak tempuh dari Pelabuhan Ketapang menuju Celukan Bawang jauh lebih panjang dibandingkan rute Ketapang-Gilimanuk.

    “Secara otomatis, harga tiket dan biaya operasional akan menjadi lebih mahal. Belum lagi kendaraan dengan muatan lebih dari 40 hingga 50 ton akan kesulitan melintasi jalur menuju Singaraja yang cukup ekstrem,” katanya.

    Selain itu, lanjut Sugihartoyo, perjalanan dari Celukan Bawang menuju Cekik dan selanjutnya ke Denpasar juga dinilai akan menambah beban biaya operasional para pengemudi. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap kenaikan harga barang.

    Menurut Sugihartoyo, salah satu solusi untuk mengurai kemacetan di Gilimanuk adalah menambah jumlah dermaga. Ia menyebut Pelabuhan Ketapang memiliki sembilan dermaga, sedangkan Pelabuhan Gilimanuk hanya memiliki tujuh dermaga.

    “Dengan jumlah kapal sekitar 56 unit, tetapi yang beroperasi hanya sekitar 28 kapal setiap harinya, tentu pelayanan menjadi kurang optimal,” ujarnya.

    Konsleting Listrik Hanguskan Rumah Warga Kintamani saat Ditinggal ke Kebun

    Ia juga menilai Pelabuhan Ketapang memiliki jalur alternatif menuju Lombok, sementara Pelabuhan Gilimanuk tidak memiliki alternatif penyeberangan lain. Karena itu, penambahan dermaga dinilai menjadi salah satu solusi penting untuk mengatasi kemacetan.

    Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi mengatakan, pihaknya menerima berbagai keluhan dan masukan dari para pengemudi, khususnya terkait kemacetan di kawasan Pelabuhan Gilimanuk.

    “Beberapa kali kemacetan terjadi hingga yang paling parah sampai ke Kota Negara. Mereka menyampaikan sejumlah hal yang ingin dikonsultasikan agar dapat dicarikan solusi sehingga kemacetan tidak terus berulang,” katanya.

    Ia menyebut sejumlah aspirasi yang disampaikan antara lain penambahan dermaga di Gilimanuk serta penolakan terhadap rencana pemindahan dermaga logistik ke Celukan Bawang, Buleleng.

    Sri menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut. Terlebih, para pengemudi disebut telah menyampaikan surat kepada DPR RI dan kementerian terkait. “Kami akan mengawal dan mencarikan solusi. Keinginan Pemerintah Kabupaten Jembrana tentu agar kemacetan seperti ini tidak terus terjadi karena sangat memberatkan masyarakat,” ujarnya.

    Lawan Isu Negatif, Relawan GCP Tegaskan Setia Tanpa Syarat Kawal Prabowo Subianto

    Menurutnya, Bupati Jembrana juga telah melakukan komunikasi intensif dengan pihak ASDP untuk mencari solusi, termasuk kemungkinan pemanfaatan lahan milik Pemkab Jembrana untuk mendukung pengembangan fasilitas penyeberangan. “Disamping itu, Pak Bupati juga sudah melakukan komunikasi intensif dengan pihak ASDP beberapa waktu lalu untuk mencari solusi,” jelasnya.

    Sejumlah lahan, seperti Terminal Kargo dan area parkir manuver, disebut berpotensi dikerjasamakan dengan ASDP maupun pihak lain untuk pembangunan dermaga. “Kalau itu bisa terwujud, tentu kekhawatiran para sopir dapat terurai ke depannya,” katanya.

    Terkait rencana pemindahan dermaga logistik ke Celukan Bawang, Sri mengakui kebijakan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat. Namun, ia berharap rencana itu masih dapat dikaji kembali dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat Jembrana, khususnya warga Gilimanuk.

    “Kalau itu sudah menjadi aturan pusat, tentu ada kajian yang mendasarinya. Namun, kami berharap masih bisa dikaji ulang karena berkaitan dengan mata pencaharian warga Jembrana,” ujarnya.

    Terjatuh Saat Nyalip, Pengendara Nmax Tewas Seusai Terlindas Truck di Baypas Kusamba

    Ia menjelaskan, sebagian besar masyarakat Gilimanuk menggantungkan penghasilan dari sektor jasa yang berkaitan dengan aktivitas pelabuhan. Karena itu, pemindahan aktivitas logistik dikhawatirkan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.

    Untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut, pihaknya akan membahasnya melalui komisi terkait, khususnya Komisi II. Jika diperlukan, DPRD Jembrana juga akan berkoordinasi dengan kementerian maupun DPR RI untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang disampaikan para pengemudi. Ts

  • Bupati Dan Ketua K3s Badung Sambangi Warga Disabilitas Di Abianbase

    Bupati Dan Ketua K3s Badung Sambangi Warga Disabilitas Di Abianbase

    Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa

    BADUNG Persindonesia.com – Pemerintah Kabupaten Badung memperkuat perlindungan sosial melalui pendataan akurat dan penyaluran bantuan tepat sasaran kepada masyarakat rentan. Komitmen ini diwujudkan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, dengan mengunjungi warga penyandang disabilitas dan bedridden di Banjar Pasekan, Desa Abianbase, Kecamatan Mengwi, Minggu (19/07/2026).
    Pada kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa bersama Ketua K3S menyerahkan bantuan berupa kursi roda, alat bantu jalan (walker), dan paket sembako, sekaligus melakukan verifikasi serta pendataan terhadap warga yang mengalami keterbatasan fisik maupun kondisi bedridden.Kunjungan diawali ke kediaman Ni Ketut Sasih yang tengah menjalani pemulihan pascastroke. Pada kesempatan itu, Bupati bersama Ketua K3S menyerahkan bantuan kursi roda untuk mendukung mobilitasnya selama masa pemulihan.Selanjutnya, Bupati dan Ketua K3S mengunjungi Ni Nyoman Sentong yang mengalami patah tulang. Selain memberikan kursi roda, keduanya juga menyerahkan alat bantu jalan (walker) guna membantu aktivitas sehari-hari.Kunjungan kemudian berlanjut ke rumah Ni Luh Made Oka Nariadi yang mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan sekaligus merawat dua anak penyandang disabilitas. Anjangsana ditutup dengan mengunjungi Putu Gede Bayu Wira Putra (9), yang sedang menjalani pengobatan akibat leukemia.
    Usai kegiatan, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk memastikan program perlindungan sosial benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan. Ia menjelaskan, selain menyerahkan bantuan, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk memverifikasi dan mendata warga yang belum tercatat sebagai penerima program bantuan sosial.
    “Saya bersama Ibu Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua K3S Kabupaten Badung mengunjungi beberapa warga yang mengalami disabilitas, baik disabilitas fisik maupun disabilitas mental. Dalam kesempatan ini, kami juga menyerahkan berbagai bentuk bantuan, seperti kursi roda, paket sembako, serta bantuan kepada warga yang mengalami kondisi bedridden. Pemkab Badung memiliki program bantuan bagi masyarakat yang mengalami kondisi bedridden, yaitu warga yang tidak lagi mampu beraktivitas secara mandiri, baik karena stroke maupun kondisi kesehatan lainnya. Melalui program ini, kami memberikan bantuan tunai sebesar Rp 1 juta setiap bulan,” ungkapnya.
    Saat melihat langsung kondisi para warga, Adi Arnawa meminta seluruh jajaran pemerintah, mulai dari Dinas Sosial, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga kader sosial, aktif memastikan setiap warga yang memenuhi kriteria dapat mengakses program-program bantuan yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Badung.
    “Jangan sampai ada masyarakat yang berhak menerima bantuan justru terlewat. Saya minta seluruh jajaran terus melakukan pendataan, pendampingan, dan memastikan program-program pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
    Sementara itu, Ketua K3S Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyatakan bahwa aksi sosial ini adalah wujud nyata kepedulian pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat yang menghadapi keterbatasan fisik.
    “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat yang sedang menghadapi ujian hidup tidak merasa sendiri. Bantuan yang kami berikan, termasuk kursi roda ini, diharapkan dapat membantu aktivitas sehari-hari dan meringankan beban keluarga. Yang tidak kalah penting adalah menghadirkan semangat, perhatian, dan kasih sayang agar mereka tetap optimistis menjalani kehidupan,” tambahnya
    Turut hadir Kadisos Badung I Gde Eka Sudarwitha, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Abianbase I Dewa Gede Rai Wijaya, Bendesa Adat Tangeb Deni Aditya, Kelian Banjar Pasekan I Wayan Sumerta, perangkat desa, serta kader sosial.
    (Prokompim/Badung)
  • Warning Penggunaan Balon Gas di Event Serimonial, Bupati Satria Pastikan Korban Terima Layanan Medis Maksimal

    Warning Penggunaan Balon Gas di Event Serimonial, Bupati Satria Pastikan Korban Terima Layanan Medis Maksimal

    PERSINDONESIA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung bergerak cepat menangani para korban yang mengalami luka bakar akibat terkena ledakan balon gas saat acara peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tahun 2026 yang berlangsung di Balai Budaya Ida Dewa Agung Jambe, Klungkung, Minggu (19/7/2026).

    Perhatian dan keseriusan tersebut terlihat ketika Bupati Klungkung, I Made Satria, didampingi Ny. Eva Satria dan Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, langsung turun ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klungkung untuk menjenguk dan memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan intensif.

    Baca Juga : Balon Gas Peringatan Harkopnas ke-79 di Klungkung Meledak, 11 Orang Alami Luka Bakar

    “Kami hadir langsung untuk menjenguk dan memastikan anak-anak serta warga yang menjadi korban mendapatkan penanganan medis yang paling maksimal dan terbaik dari tim dokter RSUD Klungkung. Seluruh daya upaya dikerahkan agar para korban segera pulih,” ujarnya di sela-sela kunjungannya di ruang UGD.

    Pihaknya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden ini. “Semoga para korban diberikan kesembuhan yang cepat, dan masyarakat diimbau untuk tetap waspada serta mengutamakan keselamatan dalam setiap kegiatan masyarakat,” ungkap Bupati Satria.

    Menyikapi tragedi ini, Bupati I Made Satria menegaskan langkah preventif yang tegas. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan memahami bahaya laten penggunaan balon gas.

    Lebih lanjut, Bupati menginstruksikan agar di masa mendatang, tidak ada lagi acara atau event di Kabupaten Klungkung yang menggunakan balon gas untuk prosesi seremonial. Balon gas sangat riskan dan membahayakan keselamatan publik.

    Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Lebih baik kita beralih ke alternatif lain yang lebih aman dan ramah lingkungan, seperti pelepasan burung atau simbolis lainnya. “Ke depannya, saya ingatkan di setiap event tidak ada lagi yang menggunakan balon gas,” tegas Bupati Klungkung, I Made Satria.

    Diberitakan sebelumnya, sebuah rentetan balon gas yang sedianya digunakan untuk prosesi seremonial peringatan Harkopnas meledak di pojok Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, mengakibatkan 11 orang warga mengalami luka bakar. Insiden bermula ketika rentetan balon gas yang membawa banner pembukaan Harkopnas ke-79 gagal mengangkasa akibat cuaca hujan dan beban banner yang terlalu berat.

    Baca Juga : Jaga Mutu Ikan dan Lindungi Nelayan, Pemkab Klungkung Serahkan Bantuan Chest Freezer dan Siapkan BPJS

    Balon-balon tersebut kemudian merunduk dan tertahan di pojok lapangan. Melihat hal tersebut, salah seorang warga berinisiatif memotong tali pengikat untuk membagikan balon kepada anak-anak yang berkerumun. Namun, petaka terjadi ketika warga tersebut mencoba memutus tali penghubung menggunakan korek api. Percikan api dan hawa panas seketika menyulut dinding karet balon yang berisi gas sensitif. Ledakan keras pun pecah dalam sekejap, menciptakan bola api yang menyambar warga dan anak-anak di sekitarnya.

    Sementara berdasarkan data pembaruan (update) dari pihak RSUD Klungkung dari total 11 korban yang terdampak, pasien yang positif di rawat inap ada sebanyak 3 orang sedangkan 8 orang lagi sudah diperbolehkan pulang (rawat jalan). 3 orang yang rawat inap terdiri dari 2 orang dewasa dan 1 orang anak berusia 6 tahun. Para pasien ini mengalami luka bakar pada muka serta tangan dan secara intensif dirawat di ruang Kemoning. (*)

  • Musim Kemarau, Sumur Bor SMPN 3 Melaya Mengering, BPBD Jembrana Salurkan 5.000 Liter Air

    Musim Kemarau, Sumur Bor SMPN 3 Melaya Mengering, BPBD Jembrana Salurkan 5.000 Liter Air

    Persindonesia.com Jembrana – Kekeringan mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jembrana seiring memasuki musim kemarau. Salah satu dampaknya dirasakan SMP Negeri 3 Melaya, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, setelah sumur bor di sekolah tersebut mulai mengering.

    Kondisi itu telah berlangsung sekitar sepekan. Menindaklanjuti laporan dari pihak sekolah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk mendistribusikan air bersih.

    “Kami menerima laporan dari sekolah kalau sumur bor mulai kering. Kekeringan terjadi sejak sepekan lalu. Sehingga begitu menerima laporan, kami mendistribusikan air ke sana,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, Minggu (19/7/2026).

    Konsleting Listrik Hanguskan Rumah Warga Kintamani saat Ditinggal ke Kebun

    Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke SMPN 3 Melaya untuk memenuhi kebutuhan air di lingkungan sekolah.

    Agus mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar segera melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah, khususnya BPBD Jembrana. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

    BPBD Jembrana sendiri telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan selama musim kemarau. Sarana pendistribusian air bersih, mulai dari tandon hingga armada mobil tangki, dipastikan siap digunakan sewaktu-waktu dibutuhkan.

    Terjatuh Saat Nyalip, Pengendara Nmax Tewas Seusai Terlindas Truck di Baypas Kusamba

    “Artinya, dari sisi kesiapan kami sudah siap apabila masyarakat membutuhkan bantuan air bersih,” katanya.

    Menurutnya, seluruh tandon air yang sebelumnya tersebar telah ditarik ke kantor BPBD agar lebih mudah dan cepat didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan. Selain itu, armada tangki air juga telah disiagakan.

    Tandon berukuran sedang memiliki kapasitas sekitar 2.000 liter. Sementara tandon bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memiliki kapasitas hingga 5.200 liter.

    Antusiasme Akhir Pekan Meningkat, Imigrasi Ngurah Rai Layani 32 Permohonan Paspor

    Jembrana juga tercatat sebagai satu-satunya kabupaten di Bali yang menerima bantuan mobil tangki air dari BNPB. Secara nasional, bantuan serupa hanya diberikan kepada 26 kabupaten/kota.

    Sejumlah wilayah yang selama ini menjadi daerah rawan kekeringan turut menjadi perhatian BPBD Jembrana. Di antaranya Desa Manistutu, Tukadaya, Pendem, Mendoyo Dauh Tukad, dan Yehembang.

    Di Desa Pendem, masyarakat sebelumnya telah menerima bantuan sumur bor dari Kepolisian Republik Indonesia. Sementara di Yehembang, persoalan kekurangan air pernah dipicu kerusakan jaringan distribusi air akibat banjir. Kondisi tersebut membuat warga harus mengambil air dari lokasi yang cukup jauh.

    Pemkab Badung Percepat Penanganan Banjir, Bupati Adi Arnawa Tinjau Progres Proyek Drainase di Kuta

    Selain menyiapkan distribusi air bersih, pemerintah juga berupaya mencari solusi jangka panjang. Dalam waktu dekat, Balai Wilayah Sungai (BWS) dijadwalkan turun ke Jembrana untuk melakukan survei sekaligus menyalurkan bantuan dari pemerintah pusat.

    Bantuan tersebut dapat berupa pembangunan jaringan perpipaan maupun pengeboran sumur di wilayah yang membutuhkan.

    “Bantuan ini tidak hanya untuk kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga untuk mendukung pengairan lahan pertanian. Ketahanan pangan tentu sangat bergantung pada ketersediaan air,” jelas Agus.

    Berawal Adu Jangkrik, Tabrakan Meluas Hingga Sapu Mobil Parkir di Batur Selatan

    Pihaknya juga telah menyalurkan sejumlah tandon berkapasitas besar ke beberapa wilayah, termasuk Mendoyo dan Pendem. Namun, satu tandon di Desa Tukadaya mengalami kerusakan setelah landasannya ambruk. Ts

  • Konsleting Listrik Hanguskan Rumah Warga Kintamani saat Ditinggal ke Kebun

    Konsleting Listrik Hanguskan Rumah Warga Kintamani saat Ditinggal ke Kebun

    PERSINDONESIA.COM – Kebakaran menimpa rumah warga bernama I Wayan Hendra Guna (35) asal Banjar/Desa Lembean, Kecamantan Kintamani, Kabupaten Bangli. Akibat kebakaran yang terjadi, rumah permanen yang ditinggal oleh pemiliknya ke ladang tersebut ludes terbakar dengan kerugian kurang lebih mencapai Rp150 juta.

    Informasi yang berhasil terhimpun, peristiwa kebakaran yang terjadi, Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 14.00 Wita diketahui berawal dari saksi I Ketut Ariawan saat berada di rumah yang tak jauh dari lokasi (TKP) melihat ada kepulan asap dari rumah korban. Mengetahui hal tersebut, saksi Ketut Ariawan mendatangi TKP dan melihat api sudah membakar atap rumah korban.

    Baca Juga : Balon Gas Peringatan Harkopnas ke-79 di Klungkung Meledak, 11 Orang Alami Luka Bakar

    Sementara kepulan asap juga dilihat oleh saksi I Made Andre saat bekerja di Pura Puseh Lembean. Melihat adanya kepulan asap dari rumah korban, selanjutnya saksi Andre mencari korban yang saat itu berada di kebun. Setelah bertemu, saksi menyampaikan kejadian tersebut kepada korban.

    Mendengar hal tersebut, korban bergegas pulang dan mendapati rumahnya dalam keadaan terbakar. Selanjutnya dengan alat seadanya, korban bersama kedua saksi serta dibantu warga berupaya melakukan pemadaman sembari melaporkan ke petugas kepolisian hingga akhirnya api berhasil dipadamkan pukul 15.00 Wita.

    Kasi Humas Polres Bangli, IPTU I Gede Gumiliarta saat dikonfirmasi, membenarkan adanya peristiwa kebakaran rumah warga tersebut. Lanjut dikatakan Kasi Humas, setelah laporan diterima petugas langsung menuju Tempat Kejadian Peristiwa (TKP). Setiba di lokasi, petugas turut membantu pemadaman bersama warga.

    Baca Juga : Berawal Adu Jangkrik, Tabrakan Meluas Hingga Sapu Mobil Parkir di Batur Selatan

    Setelah api berhasil dipadamkan , petugas melakukan olah TKP, mencatat keterangan saksi-saksi dan berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres Bangli. Dari hasil identifikasi terhadap bangunan rumah berukuran 5×6 meter yang terbakar tersebut, petugas menemukan seutas kabel serabut dalam kondisi telah terbakar.

    “Dari keterangan saksi-saksi dan barang bukti yang ditemukan, kuat dugaan kebakaran karena konsleting arus listrik. Dalam kejadian tersebut nihil korban jiwa. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp150 juta,” terangnya.(*)

  • Balon Gas Peringatan Harkopnas ke-79 di Klungkung Meledak, 11 Orang Alami Luka Bakar

    Balon Gas Peringatan Harkopnas ke-79 di Klungkung Meledak, 11 Orang Alami Luka Bakar

    PERSINDONESIA.COM – Hiruk pikuk suasana peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tahun 2026 di Kabupaten Klungkung yang awalnya berjalan penuh suka cita berakhir histeris. Pasalnya, peringatan yang berlangsung di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Kabupaten Klungkung, Minggu (19/7/2026) tersebut diwarnai insiden ledakan balon gas yang mengakibatkan sebanyak 11 orang mengalami luka bakar.

    Atas kejadian tersebut korban yang mengalami luka bakar segera dievakuasi ke RSUD Klungkung untuk mendapatkan penanganan medis. Sedangkan untuk proses penanganan lebih lanjut peristiwa yang terjadi dilaporkan ke pihak Kepolisian.

    Baca Juga : Terjatuh Saat Nyalip, Pengendara Nmax Tewas Seusai Terlindas Truck di Baypas Kusamba

    Kasi Humas Polres Klungkung, IPTU I Dewa Nyoman Alit Punarwibawa saat dikinfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Lanjut disampaikan, peristiwa bermula saat balon gas yang membawa banner pembukaan tidak dapat terbang karena beban banner yang terlalu berat. Melihat kondisi tersebut, salah seorang warga berinisiatif membagikan balon kepada anak-anak yang berada di sekitar lokasi kegiatan.

    Dan saat hendak melepaskan tali pengikat balon, warga tersebut menggunakan korek api untuk membakar tali yang masih terhubung dengan balon. Tindakan tersebut mengakibatkan gas pada balon tersulut api dan terjadi ledakan yang mengenai warga serta anak-anak yang berada di sekitar lokasi kejadian.

    “Akibat ledakan yang terjadi sebanyak 11 orang warga mengalami luka bakar dan segera dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di RSUD Klungkung,” terangnya.

    Kata Kasi Humas, untuk proses penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut, saat ini petugas telah melakukan olah TKP serta mencatat keterangan saksi-saksi. “Petugas telah turun ke TKP, guna penyelidikan lebih lanjut,” ujar Dewa Alit.

    Baca Juga : Era Moderenisasi, Bupati Satria Dorong Koperasi Konsumen Rejeki RSUD Klungkung Terapkan Inovasi Digital

    Sementara dikonfirmasi terpisah Humas RSUD Klungkung, I Gusti Putu Widiyasa membenarkan pihaknya telah menerima pasien yang mengalami luka bakar pasca insiden ledakan balon gas tersebut. Lanjut, dikatakan petugas medis telah melakukan penangan secara intensif terhadap para korban.

    Dari sebelas pasien yang mengalami luka bakar, enam pasien yang terdiri dari tiga anak-anak dan tiga dewasa saat ini menjalani rawat inap. Sedangkan sisanya mendapat rawat jalan (diperbolehkan pulang) setelah sempat dirawat di UGD. “Untuk luka bakar yang dialami bervariasi ada diwajah dan badan. Untuk perkembangangan lebih lanjut akan kami informasikan,” ungkapnya. (*)

  • Terjatuh Saat Nyalip, Pengendara Nmax Tewas Seusai Terlindas Truck di Baypas Kusamba

    Terjatuh Saat Nyalip, Pengendara Nmax Tewas Seusai Terlindas Truck di Baypas Kusamba

    PERSINDONESIA.COM – Seorang pengendara sepeda motor Yamaha Nmax bernama Deni Eko Susanto (40) asal Jawa Timur meninggal dunia akibat terlindas truck seusai terlibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jalan Baypass Ida Bagus Mantra, tepatnya disebelah selatan jalan satu arah Karangasem – Denpasar, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Sabtu 18/7/2026) sekira pukul 19.00 Wita.

    Berdasarkan informasi yang terhimpun, kecelakaan tersebut berawal dari korban Deni Eko Susanto mengendarai sepeda motor Nmax DK 3021 AFU dengan membonceng Muhamad Rofingi meluncur dari arah Timur menuju ke Barat. Mendekati jalan Baypas Ida Bagus Mantra Kusamba (TKP) korban menyalip kendaran yang berada di depannya.

    Baca Juga : Kasus Kematian Alm Man Colik Terungkap, Pelaku Asal Satu Desa Berdalih Sakit Hati

    Saat menyalip kendaraan lain yang ada di depan, korban Deni Eko Susanto kehilangan konsentrasi, sehingga motor Nmax yang dikendarainya terjatuh ke kiri jalan hingga menyentuh tengah jalan. Sementara dari arah bersamaan meluncur Truck DK 8477 UK yang di kemudikan oleh Alfonsus Alowisius Malo berpenumpang Marianus Adi Papa.

    Karena jarak begitu dekat, korban Deni Eko Susanto yang terjatuh tidak bisa menghindar hingga terlindas truck dan meninggal seketika di TKP sedangkan Muhamad Rofingi yang bonceng mengalami luka ringan. Guna penanganan lebih lanjut peristiwa lakalantas yang terjadi segera dilaporkan ke Polres Klungkung.

    Kasi Humas Polres Klungkung, IPTU I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa lakalantas yang menyebabkan korban jiwa tersebut. Lanjut dikatakan, setelah menerima laporan petugas menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk kemudian melakukan olah TKP serta mencatat keterangan saksi-saksi.

    Baca Juga : Tabrakan Truk dan Motor Dinas Polri di Kintamani Sebabkan Seorang Polisi Alami Luka Luka

    Dari hasil pemeriksaan medis, korban Deni Eko Susanto mengalami luka terbuka pada bagian wajah, tangan kiri robek, dan luka robek di dada. Sementara yang dibonceng mengalami luka lecet pada tangan kiri dan jeriji kiri.

    “Peristiwa lakalantas yang terjadi saat ini masih dalam proses penyelidikan petugas Lantas Polres Klungkung,” terangnya. (*)

  • Bupati Dan Wabup Badung Tinjau Proyek Jalan Lingkar Barat

    Bupati Dan Wabup Badung Tinjau Proyek Jalan Lingkar Barat

    Percepat Solusi Kemacetan Badung Selatan dan Tengah
    BADUNG Persindo – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap pelaksanaan program atau kegiatan stretegis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/07/2026). Peninjauan ini untuk monitoring dan evaluasi pengendalian pembangunan untuk memastikan realisasi administrasi dan fisik sesuai target yang ditetapkan.
    Adapun beberapa lokasi yang ditinjau diantaranya Pembangunan Jalan Trase Pasar Desa Adat Pecatu – Jalan Raya Uluwatu, Peningkatan Jalan dan Drainase Ruas Jalan Pecatu – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Pura Kulat – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Labuan Sait – Padati dan Pembangunan Jalan Banjar Semer – Teuku Umar Barat, Ruas Jalan Pengubengan dan Jalan Subak Kedampang.
    Turut hadir pada kesempatan ini, Anggota DPRD Badung I Made Sumerta, Sekda Badung IB. Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait, Camat, Lurah/Perbekel setempat.
    Ditemui seusai monitoring, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa pembangunan trase jalan ini sebagai komitmen Pemkab Badung dalam mengatasi kemacetan yang ada di kawasan Kuta Selatan khususnya kawasan Jalan Raya Uluwatu menuju Simpang Nirmala hingga Pecatu. Bupati menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang tengah digenjot pada 2026 hingga 2027 ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah mengatasi titik kemacetan (Bottleneck) yang selama ini terjadi.
    “Mudah-mudahan dengan pembangunan Jalan Lingkar Barat yang panjangnya sekitar 10 kilometer lebih ini akan bisa menjadi solusi terhadap kemacetan yang ada di sepanjang jalan raya Uluwatu khususnya di Politeknik, GWK, Nirmala sampai ke Uluwatu,” ujarnya.
    Bupati Adi Arnawa berharap dengan adanya pembangunan jalan ini dapat menumbuhkan kepercayaan wisatawan Domestik maupun Mancanegara kepada Pemkab Badung dalam mengatasi permasalahan kemacetan di Kabupaten Badung, dari Selatan hingga ke bagian Tengah seperti Canggu dan sekitarnya.
    “Ini akan menjadi satu bahan buat kita untuk melakukan rekayasa lalin saat menghadapi malam tahun baru, yang mungkin orang berkunjung ke Uluwatu akan semakin membludak. Tidak semua bisa selesai, karena tidak cukup waktu buat kita untuk melaksanakan konstitusi secara penuh. Karena panjangnya ini 10 kilometer dan tantangannya cukup berat. Di bukit ini kan ada pemotongan tebing-tebing, pembangunan jembatan juga tidak bisa cepat dan ada penambahan akses menuju Kampus Udayana,” ungkapnya.
    Lebih lanjut, Bupati Adi Arnawa menyampaikan sepanjang jalan yang baru dibangun, nantinya bebas dari kabel atau jaringan utilitas, guna memperindah estetika pada jalan. Bupati memerintahkan Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk segera memasang jaringan pipa untuk mengatasi masalah air di Badung Selatan ini.
    “Sekaligus saya minta kepada Dinas PUPR untuk bebas dari kabel-kabel. Dari awal termasuk juga saya sudah perintahkan PDAM untuk langsung masuk juga memasang pipa-pipa air, utilitas air. Karena masalah air menjadi hal yang sangat urgent sekali. Program ini juga paralel, PDAM juga sedang bergerak sekarang untuk bagaimana mengatasi air di Badung Selatan. Karena bagaimanapun juga dengan pembangunan infrastruktur yang sangat representatif akan berdampak kepada tumbuhnya ekonomi,” tambahnya seraya mengatakan total pagu anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 2,2 triliun.
    (Prokompim/Badung)
  • Pemkab Badung Percepat Penanganan Banjir, Bupati Adi Arnawa Tinjau Progres Proyek Drainase di Kuta

    Pemkab Badung Percepat Penanganan Banjir, Bupati Adi Arnawa Tinjau Progres Proyek Drainase di Kuta

    Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah pekerjaan strategis

    Mangupura Persindonesia.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus mempercepat pembangunan infrastruktur pengendali banjir sebagai upaya mengurangi genangan yang selama ini kerap terjadi di kawasan Kuta. Untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai rencana, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah pekerjaan strategis di Kecamatan Kuta, Sabtu (18/7/2026).

    Peninjauan difokuskan pada proyek pembangunan drainase pengendali banjir yang menghubungkan Jalan Basangkasa hingga Jalan Sunset Road. Proyek tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah karena diharapkan mampu meningkatkan kapasitas saluran air pada kawasan yang selama ini menjadi titik rawan banjir, dengan cakupan penanganan sepanjang sekitar 6.330 meter.

    Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Sekretaris Daerah Badung I.B. Surya Suamba, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Kuta, lurah dan perbekel setempat, serta sejumlah tokoh masyarakat yang ikut meninjau perkembangan pekerjaan di lapangan.

    Bupati Adi Arnawa menjelaskan bahwa kawasan Jalan Dewi Sri merupakan salah satu lokasi yang hampir setiap musim hujan mengalami banjir. Menurutnya, pembangunan drainase baru dapat direalisasikan tahun ini setelah anggaran tersedia dalam APBD Induk Tahun 2026. “Persoalan banjir di kawasan ini sudah lama menjadi perhatian pemerintah. Kini pekerjaan dapat dilaksanakan dan kami berharap sistem drainase yang lebih besar mampu mengurangi genangan yang selama ini terjadi di Jalan Dewi Sri dan wilayah sekitarnya,” ujarnya.

    Selain membangun jaringan drainase, Pemkab Badung juga menyiapkan langkah lanjutan berupa penambahan pompa berkapasitas 30.000 liter per detik untuk mempercepat pembuangan air dari aliran Tukad Mati menuju Teluk Benoa. Pemerintah juga akan terus melakukan normalisasi sungai secara berkala sebagai bagian dari upaya penanganan banjir secara menyeluruh.

    Namun demikian, Bupati menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut memerlukan dukungan masyarakat. Ia mengimbau warga agar membiasakan memilah sampah serta tidak membuang sampah ke saluran air karena dapat menghambat fungsi drainase yang telah dibangun. “Sehebat apa pun infrastruktur yang kita bangun, jika saluran dipenuhi sampah maka manfaatnya tidak akan maksimal. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” tegasnya.

    Pemkab Badung menargetkan seluruh pekerjaan drainase di kawasan Kuta dapat rampung pada November 2026 sehingga siap berfungsi saat memasuki puncak musim hujan pada Desember. Sementara itu, penanganan titik banjir di kawasan Seminyak juga tengah dipersiapkan dan akan segera dikerjakan setelah studi kelayakan selesai.

    Ke depan, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan embung sebagai tampungan air dari wilayah hulu. Selain berfungsi mengurangi risiko banjir, embung tersebut nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku bagi Perumda Air Minum Tirta Mangutama, sehingga memberikan manfaat ganda bagi masyarakat Badung.*

  • Ketua DPRD Badung Tutup SPB Fest 4, Tekankan Pelestarian Seni Budaya Melalui Lomba Layang-Layang

    Ketua DPRD Badung Tutup SPB Fest 4, Tekankan Pelestarian Seni Budaya Melalui Lomba Layang-Layang

    Ketua DPRD Badung Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Budaya Lewat SPB Fest 4

    Mangupura Persindonesia.com – Festival layang-layang yang dikemas dalam SPB Fest 4 resmi berakhir dengan penuh semangat kebersamaan di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Kuta, Jumat (17/7/2026). Penutupan kegiatan dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, bersama Camat Kuta, tokoh masyarakat, serta komunitas pelayang dari berbagai wilayah di Kabupaten Badung.

    Dalam acara tersebut, Ketua DPRD Badung menyerahkan piala kepada para juara dari berbagai kategori perlombaan, termasuk tiga piala bergilir bagi peserta terbaik. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas, dedikasi, dan komitmen para peserta dalam menjaga eksistensi tradisi layang-layang yang menjadi bagian dari budaya Bali.

    I Gusti Anom Gumanti menyampaikan apresiasi kepada Sekaha Pelayang Badung dan seluruh panitia yang telah sukses menggelar SPB Fest 4. Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi ajang adu kreativitas, tetapi juga memiliki peran penting sebagai media edukasi budaya bagi generasi muda agar semakin mencintai dan melestarikan warisan leluhur.

    Ia menilai tradisi layang-layang merupakan salah satu identitas budaya Bali yang harus terus dipertahankan melalui kegiatan positif yang melibatkan masyarakat. Karena itu, penyelenggaraan festival semacam ini diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan semakin menarik minat generasi muda untuk ikut berpartisipasi.

    Pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD Badung juga mengusulkan agar seluruh peserta pada penyelenggaraan berikutnya mengenakan busana adat Bali. Menurutnya, penggunaan pakaian adat akan memperkuat nuansa budaya sekaligus menambah daya tarik festival, sehingga keindahan layang-layang yang ditampilkan berpadu dengan kekayaan tradisi Bali.

    Melalui SPB Fest 4, Pemerintah Kabupaten Badung bersama komunitas pelayang berharap budaya layang-layang tidak hanya tetap lestari, tetapi juga mampu berkembang sebagai bagian dari pelestarian seni, penguatan identitas daerah, dan daya tarik budaya yang membanggakan Bali.  @Krg*