Liburan Berujung Duka, Nyawa Bocah Asal Lombok Melayang Usai Tenggelam di Private Pool Kintamani

PERSINDONESIA.COM – Nasib malang menimpa seorang bocah bernama Shabira Yasmin Satriawan (6) asal Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pasalnya, saat liburan bersama keluarga harus kehilangan nyawa di private pool Glamping The Kanza Jempana di Banjar Yeh Panas, Desa Songan A Kintamani tempatnya menginap.

Informasi yang terhimpun, kejadian naas yang terjadi berawal pada Senin (13/7) sekitar pukul 16.00 Wita, korban Shabira bersama keluarga datang ke Kintamani dan check in di Glamping The Kamsa. Beberapa saat kemudian korban didampingi Fadli Satriawan (Ayah korban) dan Roslina (Ibu Korban) berenang di private pool dengan ukuran panjang 10 meter dan lebar 6 meter serta kedamalam 130 cm.

Baca Juga : Hasil Uji Lab Keluar, Anjing Pengigit Perempuan Cina dan Lokal di Bangli Positif Rabies

Dan saat korban asyik berenang ibu korban pamitan hendak ke toilet. Disisi lain, adi korban yang masih balita BAB maka ayahnya mengganti pampers ke dalam kamar, sehingga korban Shabira tinggal sendirian sebelum akhirnya ditemukan tenggelam oleh ayahnya. Melihat anaknya tenggelam, ayah korban yang berprofesi sebagai perawat berusaha menolongnya.

Karena tidak ada respon, akhirnya keluarga dengan dibantu karyawan glamping membawa korban ke Puskesmas Kintamani V guna mendapat penanganan medis. Namun takdir berkata lain, setelah mendapat penanganan kurang lebih 1 jam korban tidak bisa diselamatkan. Peristiwa yang terjadi kemudian dilaporkan ke Polsek Kintamani.

Kapolsek Kintamani, Kompol I Made Puja Rimbawa saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Kata Kapolsek, menindaklanjuti laporan yang diterima petugas turun ke lokasi guna memintai keterangan beberapa saksi dan juga melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan luar jenazah oleh tenaga Medis Puskesmas Kintamani V ditemukan keluar busa halus pada mulut dan hidung korban, mengkerut pada kulit karena terendam air, serta tubuh membiru akibat kekurangan oksigen. Tidak ditemukan tanda-tanda  kekerasan pada jenazah korban.

“Dari hasil pemeriksaan tim medis dan olah TKP serta keterangan saksi-saksi, kuat dugaan korban meninggal akibat tenggelam yang saat itu tengah sendirian di kolam,” ujarnya, Rabu (15/7).

Baca Juga : Bringas, Anjing Diduga Rabies Gigit Perempuan Asal Cina dan Lokal di Bangli

Atas kejadian tersebut, orang tua korban menerima sebagai musibah dan tidak ada kecurigaan terhadap siapa pun. “Untuk jenazah pada malam itu juga dibawa ke Lombok ,” jelas Kompol Dwi Puja Rimbawa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *