Patung The Octapus Queen Karya I Ketut Putrayasa Raih Penghargaan MURI

PersIndonesia.Com,Klungkung- Patung The Octapus Queen yang terbuat dari anyaman bambu hasil karya I Ketut Putrayasa yang berdiri di pinggir Pantai Swing Park, Banjar Sompang, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung berhasil masuk dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai karya seni anyaman bambu terbaik dan menerima penganugrahan dari MURI.

Patung The Octopus Queen yang terbuat dari anyaman bambu ini merupakan kreatifitas tanpa batas dari seniman Bali dengan tinggi 25 meter dan terbesar se-Indonesia, sehingga mampu memecahkan rekor Nasional seni anyaman bambu.

Baca Juga : Polri Berhasil Pecahkan Rekor MURI Pelayanan Kesehatan Kepada Penyandang Disabilitas

Acara penganugerahan berlangsung di Obyek Wisata Swing Park dihadiri oleh, Kadis Pariwisata Kabupaten Klungkung, Ni Made Sulistiawati, Tim MURI, Forkompimda Kabupaten Klungkung, Camat Nusa Penida, serta undangan terkait lainnya, pada hari, Kamis (24/9/2025).

Kadis Pariwisata Klungkung, Ni Made Sulistiawati menyampaikan hari ini merupakan momen yang sangat istimewa, sebab salah satu karya seniman anak bangsa yaitu patung The Octopus Queen masuk dalam rekor Muri dan menerima penganugerahan. Patung The Octopus Queen yang terbuat dari anyaman bambu ini merupakan kreatifitas tanpa batas dari Bapak Ketut Putrayasa yang menjadi ikon baru khususnya di Nusa Penida.

Penghargaan Rekor Muri ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal. “Pemkab Klungkung memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dan berharap karya ini terus dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata unggulan yang berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat”, ujarnya.

Sementara, Yusup dari Tim MURI menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kerja keras dan kreativitas luar biasa dari I Ketut Putrayasa yang diwujudkan melalui instalasi Patung Bambu The Octopus Queen. Menurutny penghargaan ini layak diberikan karena nilai artistik, kerumitan serta skala besar karya yang berhasil memecahkan rekor nasional.

“Kami berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi seniman dan masyarakat untuk terus melahirkan karya monumental lainnya,” ungkapnya.

Seniman penerima penganugrahan, I Ketut Putrayasa mengatakan bahwa konsep The Octopus Queen mengambil sisi gurita yang merupakan biota laut yang paling cerdas. The Octopus Queen ini sebagai simbol kecerdasan dan kecantikan tentang pulau Nusa Penida. Karya ini merupakan dedikasi untuk memajukan seni, budaya dan pariwisata Bali, khususnya di Nusa Penida agar tetap lestari dan dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

“Saya ucapakan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak MURI, Pemkab Klungkung, owner Swing Park, para tokoh adat, masyarakat Desa Bunga Mekar serta semua pihak yang telah mendukung terciptanya Patung Bambu The Octopus Queen”, ucapnya.

Baca Juga : Bendera Merah Putih Terbesar, Korps Marinir Berhasil Pecahkan Rekor MURI

Dalam kesempatannya, Dandim 1610/ Klungkung Letkol Kav Sidik Pramono yang hadir mewakili Pangdam IX Udayana menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas capaian ini. Lanjut dikatakan, karya seni yang luar biasa dan penuh makna dari seorang seniman lokal patut di apresiasi.

Tidak hanya dari ukurannya yang besar saja, namun dari bahan yang digunakan yaitu anyaman bambu serta filosofi yang terkandung menjadikan The Octopus Queen menjadi karya seni yang tidak hanya indah dipandang mata, namun juga mengandung pesan mendalam.

“Semoga prestasi yang diraih Ketut Putrayasa menjadi pemicu dan semangat bagi para seniman lainnya. Mudah-mudahan keberadaan The Octopus Queen ini akan menjadi magnet penarik para wisatawan untuk berkunjung ke Nusa Penida dan mari jaga karya seni ini dengan sebaik mungkin”, tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *