Persindonesia.com Jembrana – Kecelakaan lalu lintas kembali merenggut korban jiwa di jalur nasional Denpasar-Gilimanuk. Kali ini, seorang pemangku Pura Rambut Siwi, I Nengah Pasek (75), warga Banjar Bale Agung, Desa Yehembang, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di wilayah Banjar Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 12.22 WITA.
Korban sempat mendapatkan penanganan medis di RS Balimed Negara. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka berat yang dideritanya.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika membenarkan kejadian tersebut, ia menerangankan, kecelakaan melibatkan dua sepeda motor, yakni Honda Vario DK 3080 WZ yang dikendarai korban dan Yamaha Gear DK 6978 AEW yang dikemudikan Muh Ryan Fahri (26), pekerja swasta asal Lombok Tengah.
Tabrakan Maut Calya vs Bus Hino di Gilimanuk, Dua Guru Asal Banyuwangi Meninggal Dunia
“Berawal kedua kendaraan melaju searah dari timur menuju barat atau dari arah Denpasar menuju Gilimanuk sampai dilokasi korban sempat menepi ke sisi kiri jalan. Namun, beberapa saat kemudian korban diduga tiba-tiba berbelok ke kanan untuk memotong jalur,” terangnya.
Menurutnya, manuver mendadak tersebut membuat pengendara Yamaha Gear yang berada tepat di belakangnya tidak memiliki cukup ruang maupun waktu untuk menghindar. Benturan pun terjadi, dengan bagian depan Yamaha Gear menghantam sisi kanan sepeda motor korban.
“Korban mengalami patah tulang pada kaki kanan dan cedera kepala berat. Korban sempat tidak sadarkan diri di lokasi, kemudian dievakuasi ke RS Balimed Negara. Namun saat menjalani penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
Sementara itu, pengendara Yamaha Gear, Muh Ryan Fahri, hanya mengalami luka lecet pada tangan dan kaki. Ia menjalani perawatan medis di Puskesmas Mendoyo. “Penanganan lebih lanjut kini dilakukan oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Jembrana guna proses penyelidikan dan penanganan hukum,” pungkasnya. Ts






