Persindonesia.com Jembrana – Jalur tengkorak Jalan Denpasar Gilimanuk kembali makan korban, Dua guru asal Banyuwangi, Jawa Timur, meninggal dunia setelah mobil Toyota Calya yang mereka tumpangi terlibat tabrakan dengan sebuah Bus Hino Mansion tepatnya di sebelah barat Mbah Temon wilayah Lingkungan Pengumuman, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Senin (3/8) sekitar pukul 05.20 Wita.
Korban meninggal diketahui bernama Ahmad Imron Arrosid, pengemudi Toyota Calya bernomor polisi P 1443 YE, bersama rekannya Zaenal Muttaqin yang juga berada di dalam kendaraan. Keduanya merupakan guru asal Banyuwangi. Sementara itu, Bus Hino Mansion dikemudikan oleh Gede Suarsana, warga Singaraja.
Kasat Lantas Polres Jembrana, AKP I Wayan Sugianta, membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, kecelakaan bermula ketika Toyota Calya melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk.
“Sesampainya di lokasi kejadian, kendaraan Toyota Calya diduga tiba-tiba bergerak ke kanan hingga memasuki jalur berlawanan. Pada saat bersamaan dari arah Gilimanuk menuju Denpasar datang Bus Hino sehingga tabrakan tidak dapat dihindari,” ucapnya.
Sugianta menerangkan, kedua korban dievakuasi menuju Puskesmas Melaya II. “Setelah dilakukan pemeriksaan medis, kedua korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang diderita,” ujarnya.
Akibat benturan keras tersebut, imbuh Sugianta, Toyota Calya mengalami kerusakan parah pada bagian depan hingga kabin depan. Kedua ban depan juga dilaporkan pecah. “Sementara itu, Bus Hino mengalami kerusakan pada bemper depan sebelah kanan, kaca depan pecah, serta pintu kanan ringsek dan pengemudi bus selamat,” tandasnya. TS






