Kategori: MEDIA PERS INDONESIA

  • Menteri Nusron Dorong BPN Sumut Perkuat Pelayanan Publik Berbasis Sistem

    Menteri Nusron Dorong BPN Sumut Perkuat Pelayanan Publik Berbasis Sistem

    Menteri Nusron memberikan pengarahan kepada jajaran Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara beserta Kantah se-Sumatera Utara di Medan

    Medan Persindo – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, meminta jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Sumatera Utara dan seluruh Kantor Pertanahan (Kantah) di wilayah tersebut terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    Hal itu disampaikan Menteri Nusron saat memberikan pengarahan kepada jajaran Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara beserta Kantah se-Sumatera Utara di Medan, Rabu (22/07/2026). Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang memberikan kemudahan, kepastian, serta pelayanan yang cepat dan transparan bagi masyarakat.

    Nusron menegaskan, setiap jajaran BPN harus memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan tidak melakukan tindakan yang dapat mempersulit maupun memperlambat proses layanan masyarakat.

    Ia mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan perbaikan pelayanan sebagai bagian dari legacy positif yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.  “Mari kita tata kantor ini dengan menciptakan legacy yang lebih baik. Kita puaskan dan permudah layanan kepada masyarakat. Tidak boleh ada niat sedikit pun untuk mempersulit ataupun memperlambat masyarakat. Kalau memang sudah saatnya dilayani, layani berdasarkan sistem,” tegas Nusron.

    Menurutnya, pembenahan layanan pertanahan tidak cukup hanya dengan memperbaiki sistem dan tata kelola. Perubahan tersebut harus diikuti dengan transformasi budaya kerja di seluruh lini organisasi Kementerian ATR/BPN.

    Pelayanan publik, lanjut Nusron, harus dilaksanakan secara profesional, transparan, terukur, dan dapat dipantau. Masyarakat sebagai pemohon harus mendapatkan informasi yang jelas mengenai tahapan proses layanan, waktu penyelesaian, hingga langkah yang perlu dilakukan.  “Pelayanan publik itu harus terukur, sistematis, terpantau, transparan, dan ada kepastian. Pemohon harus tahu prosesnya sudah sampai di mana, kapan selesai, serta apa yang harus dilakukan. Saya tidak ingin pelayanan berbasis perhatian, tetapi pelayanan berbasis sistem,” ujarnya.

    Nusron juga mengingatkan bahwa budaya melayani harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh pegawai Kementerian ATR/BPN. Integritas dan profesionalisme harus menjadi landasan dalam menjalankan tugas, dengan kepentingan masyarakat ditempatkan sebagai prioritas utama.

    Dalam kegiatan tersebut, Menteri Nusron turut menerima paparan terkait kinerja jajaran Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara yang disampaikan Kepala Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara, Nugraha.

    Turut mendampingi Menteri ATR/Kepala BPN dalam kegiatan tersebut Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol, Achmad, serta Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik, Rahmat Sahid.

    Redaksi Persindo & Humas ATR/BPN Kabupaten Gianyar.
    Sumber : Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol
    Kementerian Agraria dan Tata Ruang/
    Badan Pertanahan Nasional

    FOTO

  • Ditinggal Interview, Motor Lelaki Asal Buleleng Lenyap Tanpa Bekas di Bangli

    Ditinggal Interview, Motor Lelaki Asal Buleleng Lenyap Tanpa Bekas di Bangli

    PERSINDONESIA.COM – Suasana di Jalan Tirta Campuhan, Kawasan Pemukiman LC Uma Aya, Bebalang, Bangli tepatnya di salah satu Kampus/Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sempat riuh. Pasalnya seorang lelaki bernama I Gede Desta Angga Saputra asal Dusun Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng hilang saat mengikuti interview.

    Berdasarkan informasi yang terhimpun, peristiwa yang terjad pada hari Rabu (22/7/2026) tersebut diketahui berawal saat korban Gede Desta Angga sekira pukul 13.00 Wita bermaksud mengikuti perkuliahan yang diawali dengan sesi interview. Setibanya di lokasi Kampus korban langsung memarkir sepeda motor Yamaha NMak DK 5310 ABR yang dikendarainya di pinggir jalan dekat kampus.

    Baca Juga : Buruh Harian Asal Jember Disikat Polisi Gegara Nyolong 2 Mesin Pompa Air di Kintamani

    Setelah memarkir motor dan meletakan kunci pada kolong (jok depan motor), korban pun masuk kampus. Kemudian sekira pukul 16.00 Wita proses perkuliahan berakhir dan korban bermaksud pulang ke tempat kost yang ada di di wilayah Metra Kaja, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku. Alangkah terkejutnya korban ketika mengetahui sepeda motornya  tidak ada di tempat parkir semula.

    Mengetahui motornya hilang, korban berusaha mencari di  seputaran areal dekat kampus namun hasilnya nihil . Selanjutnya korban melaporkan ke Polres Bangli. Atas kejadian tersebut korban alami kerugian sekitar Rp 27 juta.

    Baca Juga : Perhiasan Emas Warga Selati Senilai Rp 60 Juta Raib, Pelaku Dalam Kejaran Polisi

    Kasat Reskrim Pores Bangli AKP Ngakan Ketut Erawan Peramita  saat dikonfirmasi membenarkan kasus curanmor yang terjadi di kawasan permukiman LC Uma Aya, Kelurahan Bebalang tersebut.

    “Kasus curanmor ini masih dalam tahap penyelidikan petugas,” ujarnya singkat.(*)

  • Genjot Promosi Pariwisata, Pemkab Klungkung Bangun Videotron Senilai Rp 2,4 Miliar di Kawasan PKB

    Genjot Promosi Pariwisata, Pemkab Klungkung Bangun Videotron Senilai Rp 2,4 Miliar di Kawasan PKB

    PEREINDONESIA.COM – Langkah strategis dalam memperkuat keterbukaan informasi dan mempercantik kawasan pariwisata diambil oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung. Hal ini terlihat ketika Bupati Klungkung, I Made Satria didampingi Kadis Kominfo, I Wayan Sudiarsa melakukan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan pondasi pengadaan Videotron di area Pusat Kebudayaan Bali (PKB), Desa Jumpai, Kecamatan Klungkung, Jumat (24/7/2026).

    Baca Juga : Bupati Satria Melayat Sekaligus Serahkan Pitra Bakti di Desa Negari dan Takmung

    Dalam kesempatannya, Bupati Satria menyampaikan pihaknya berharap pembangunan videotron di pintu keluar PKB ini nantinya dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai media sosialisasi program pemerintah, sarana penyebaran informasi pembangunan daerah, wadah promosi potensi pariwisata dan kebudayaan Klungkung kepada masyarakat luas maupun wisata.

    “Jadi saya sangat menyambut baik pembangunan videotron ini, semoga proses pengerjaannya berjalan lancar sehingga nantinya bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagai sarana informasi dan promosi pariwisata di Kabupaten Klungkung,” ujar Bupati Satria.

    Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kabupaten Klungkung, I Wayan Sudiarsa mengatakan bahwa videotron berukuran potret (6 x 8 meter) dengan nilai anggaran Rp. 2,4 Miliar ini dibangun di atas lahan milik Pemerintah Pusat, yakni Pengelola Jalan Nasional (PJN), menggunakan sumber pendanaan dari APBD Kabupaten Klungkung.

    Baca Juga : Pemkab Klungkung Target Data Perlindungan Sosial Rampung 100 Persen Akhir Juli

    “Sementara terkait progres pengerjaannya diperkirakan akan rampung pada akhir bulan Agustus mendatang,” ujar Wayan Sudiarsa.(*)

  • Cegah Kecelakaan Kerja, TPK Teluk Lamong Tingkatkan Awareness Blind Spot

    Cegah Kecelakaan Kerja, TPK Teluk Lamong Tingkatkan Awareness Blind Spot

    Cegah Kecelakaan Kerja, TPK Teluk Lamong Tingkatkan Awareness Blind Spot

    SURABAYA, Persindonesia.com – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus meningkatkan kesadaran keselamatan kerja untuk mencegah kecelakaan di area operasional terminal.

    Salah satu langkah yang dilakukan perusahaan yakni memperkuat pemahaman pekerja dan mitra kerja mengenai blind spot atau area titik buta yang tidak dapat terlihat secara langsung oleh operator alat berat maupun pengemudi kendaraan.

    PT Terminal Teluk Lamong membahas pentingnya kewaspadaan terhadap blind spot melalui Safety Forum Triwulan II Tahun 2026 yang berlangsung di TPK Teluk Lamong, Rabu (15/7/2026).

    Forum tersebut mengusung tema “Lesson Learned Fatality Pelindo Grup Tahun 2026 dan Blind Spot Awareness”.

    Kegiatan ini menjadi wadah bagi perusahaan dan mitra kerja untuk meningkatkan pemahaman terhadap potensi bahaya di lingkungan operasional.

    Peserta juga mempelajari berbagai langkah pencegahan agar pekerja dapat mengenali risiko dan mengambil tindakan yang tepat sebelum terjadi kecelakaan.

    Terminal Head TPK Teluk Lamong, Pierre Rochel Tumbol, mengajak seluruh peserta menjadikan setiap insiden sebagai pembelajaran untuk memperkuat sistem keselamatan kerja.

    Ia menekankan pentingnya melakukan evaluasi secara menyeluruh dan menerapkan tindakan pencegahan secara konsisten di lapangan.

    “Setiap kejadian merupakan pengingat bahwa risiko selalu ada dalam setiap aktivitas operasional. Yang terpenting adalah bagaimana kita belajar dari setiap peristiwa, melakukan evaluasi secara menyeluruh, dan memastikan seluruh tindakan pencegahan benar-benar diterapkan di lapangan. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama dan harus menjadi budaya dalam setiap proses kerja,” tutur Pierre Rochel Tumbol.

    Materi Blind Spot Awareness menjadi salah satu pembahasan penting dalam forum tersebut. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai area yang tidak terlihat oleh pengemudi atau operator ketika mengoperasikan kendaraan maupun alat berat.

    Kondisi tersebut menjadi perhatian penting karena aktivitas di kawasan terminal melibatkan berbagai jenis alat bongkar muat dan kendaraan operasional dengan mobilitas tinggi.

    Tanpa kewaspadaan yang baik, titik buta dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan antara kendaraan, alat berat, dan pekerja.

    Karena itu, PT Terminal Teluk Lamong mendorong seluruh pekerja dan mitra kerja untuk meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sekitar kendaraan dan alat berat.

    Perusahaan juga mengingatkan pentingnya menjaga jarak aman, memperhatikan jalur pergerakan kendaraan, serta memastikan komunikasi berjalan dengan baik saat melakukan pekerjaan di area operasional.

    Selain meningkatkan awareness terhadap blind spot, Safety Forum juga membahas Lesson Learned Fatality Pelindo Grup Tahun 2026. Materi tersebut mengulas kronologi sejumlah insiden fatal, faktor penyebab, dan langkah pengendalian yang dapat diterapkan untuk mencegah kejadian serupa.

    Direktur Operasi dan Teknik PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi nilai utama yang diterapkan dalam setiap pekerjaan.

    “Keselamatan adalah nilai utama yang tidak dapat ditawar. Seluruh insan perusahaan maupun mitra kerja memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan setiap pekerjaan dilakukan secara aman sehingga setiap pekerja dapat pulang ke rumah dalam keadaan selamat. Budaya safety harus dibangun melalui kepedulian, disiplin, dan keberanian untuk saling mengingatkan,” ujar Muhammad Syukur.

    PT Terminal Teluk Lamong terus memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui komunikasi, edukasi, dan pembelajaran berkelanjutan. Komitmen tersebut juga tercermin dari capaian 25.372.483 jam kerja aman selama periode April hingga Juni 2026. Capaian itu melibatkan 175 pekerja di area TPK Teluk Lamong bersama 945 tenaga kerja dari mitra kerja.

    Kolaborasi tersebut menunjukkan komitmen seluruh pihak dalam menjaga keselamatan sekaligus mendukung kelancaran operasional terminal.

    Melalui peningkatan awareness terhadap blind spot dan pembelajaran dari berbagai insiden, TPK Teluk Lamong terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman.

    Perusahaan berkomitmen menjadikan budaya K3 dan HSSE sebagai bagian penting  dalam setiap aktivitas untuk mewujudkan operasional terminal yang aman, andal, dan berkelanjutan. (Red-wied/timsby)

  • Puspa Negara Dorong Clean Beach Up Jadi Habit Gerakan Membangun Kebiasaan Pilah Sampah

    Puspa Negara Dorong Clean Beach Up Jadi Habit Gerakan Membangun Kebiasaan Pilah Sampah

    Kegiatan Clean Beach Up di Pantai Legian

    Legian Persindonesia.com , Jumat 24 Juli 2026 – Upaya menjaga kebersihan kawasan wisata Pantai Legian terus digencarkan melalui kegiatan Clean Beach Up. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan membersihkan kawasan pantai dari sampah, tetapi juga mendorong terciptanya habit atau kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan mengelola sampah secara berkelanjutan.

    Inisiator dan pelaku kegiatan yang juga Kader Partai Gerindra, Wayan Puspa Negara,SP.,M.Si.,ST., mengatakan kegiatan bersih-bersih pantai menjadi salah satu langkah untuk membangun kesadaran bersama, khususnya bagi para pelaku usaha beserta karyawan yang beraktivitas di kawasan destinasi wisata.
    Menurutnya, sebagian besar sampah rumah tangga yang dihasilkan masyarakat yang tinggal menetap telah mendapatkan penanganan yang semakin baik. Bahkan, kesadaran untuk memilah sampah di tingkat rumah tangga dinilai telah menunjukkan perkembangan yang positif. “Namun, kita juga harus memberikan edukasi kepada mereka yang tidak menetap di sini atau para pekerja yang setiap hari beraktivitas di kawasan destinasi wisata.

    Mereka juga perlu dibiasakan untuk peduli terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah,” ujar Puspa Negara.
    Ia menegaskan, kegiatan Clean Beach Up tidak boleh dipandang sekadar sebagai aksi memungut sampah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi untuk membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat agar semakin peduli terhadap lingkungan. “Melalui kegiatan ini, kita ingin menciptakan habit. Bukan hanya membersihkan pantai, tetapi juga membangun kebiasaan untuk memilah dan mengelola sampah dengan baik. Dengan demikian, seluruh masyarakat, pelaku usaha dan para pekerja yang beraktivitas di kawasan Pantai Legian dapat turut berpartisipasi menjaga kebersihan pantai,” tegasnya.

    Puspa Negara berharap gerakan menjaga kebersihan lingkungan dapat dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat dan pekerja di kawasan wisata, kebersihan Pantai Legian diharapkan dapat terus terjaga sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Bali.
    “Menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petugas kebersihan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jadikan kebersihan sebagai kebiasaan atau habit dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

    Tim.

  • Sinergi Pemkab Jembrana dengan Swasta, Kembang – Ipat Salurkan Ratusan Seragam Bagi Siswa Kurang Mampu

    Sinergi Pemkab Jembrana dengan Swasta, Kembang – Ipat Salurkan Ratusan Seragam Bagi Siswa Kurang Mampu

    Persindonesia.com Jembrana – Komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam memajukan dunia pendidikan kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Untuk kedua kalinya, Pemkab Jembrana berkolaborasi dengan sektor swasta menyalurkan ratusan paket seragam sekolah gratis bagi siswa kurang mampu jenjang PAUD, SD, hingga SMP se-Kabupaten Jembrana pada Jumat (24/7).

    Dalam arahannya, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang didampingi Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) menegaskan bahwa investasi terbaik untuk masa depan Jembrana adalah melalui pendidikan anak-anaknya. Untuk mewujudkan hal tersebut, keterlibatan aktif dunia usaha menjadi kunci penting dalam mempercepat pemerataan akses pendidikan yang layak.

    “Membangun Jembrana tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Ketika pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat saling bahu-membahu, masalah sosial seperti keterbatasan biaya sekolah bisa kita selesaikan bersama. Bantuan seragam ini adalah bukti nyata bahwa dunia usaha memiliki kepedulian yang sama besarnya untuk mencerdaskan anak bangsa,” tegas Bupati Kembang.

    Lebih lanjut Kembang menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan tidak ada lagi anak di Jembrana yang terancam putus sekolah akibat terkendala biaya operasional harian.

    “Kami menyambut baik dan berterima kasih kepada para pelaku usaha yang telah mengalokasikan CSR-nya untuk sektor pendidikan. Ini bukan sekadar membagikan seragam, melainkan menyalakan asa dan rasa percaya diri para generasi penerus Jembrana,” ujar Bupati Kembang.

     

    Sementara itu, Kadis Dikpora Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra menyebut total keseluruhan seragam gratis yang diserahkan sebanyak 138 yang diberikan kepada anak dari keluarga kurang mampu khususnya yang masuk kategori desil 1 dan 2 serta anak yatim piatu.

    Adapun rinciannya, PAUD sebanyak 9 anak, SD sebanyak 40 anak dan siswa SMP sebanyak 89 anak.

    “Melalui sinergi berkelanjutan ini, Pemkab berharap tingkat putus sekolah dapat ditekan secara signifikan, sekaligus mendorong peningkatan mutu serta pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah kabupaten,” pungkasnya. (Prokopim Jembrana)

  • Perkuat Konektivitas Desa, Pangdam IV/Diponegoro Resmikan Jembatan Garuda Beton di Tarub Tegal

    Perkuat Konektivitas Desa, Pangdam IV/Diponegoro Resmikan Jembatan Garuda Beton di Tarub Tegal

    Peresmian Jembatan Garuda Beton yang melintasi Sungai Situri

    Persindonesia.com Tegal – Harapan panjang masyarakat Desa Lebeteng, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal untuk memiliki akses penyeberangan yang kokoh dan permanen akhirnya terwujud. Panglima Kodam (Pangdam) IV/Diponegoro, Mayor Jenderal TNI Achiruddin Darojat, S.E., M.Han., meresmikan penggunaan Jembatan Garuda Beton yang melintasi Sungai Situri pada Kamis (23/7/2026) pagi.

    Peresmian infrastruktur vital ini dilaksanakan secara virtual melalui serangkaian Zoom Meeting terpusat yang diikuti langsung dari lokasi jembatan. Acara dihadiri sekitar 75 orang dari unsur jajaran TNI-Polri, Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal, Forkopincam Tarub, serta tokoh masyarakat dan warga setempat.

    Rangkaian acara diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama, dilanjutkan pemotongan pita secara simbolis dan peninjauan struktur Jembatan Garuda. Tak hanya peresmian fisik, momentum ini juga disemarakkan dengan kegiatan bakti sosial meliputi Pasar Murah, Pengobatan Gratis, hingga pembagian sembako dan santunan kepada anak yatim piatu.

    Dalam sambutannya melalui video conference Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bersinergi mewujudkan pembangunan Jembatan Garuda. Pihaknya menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian nyata dari pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) yang diinisiasi oleh Presiden RI dan direalisasikan oleh TNI Angkatan Darat.

    Pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat melalui program pembinaan teritorial. Jembatan ini diharapkan menjadi infrastruktur strategis yang meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,”* tegas Mayjen TNI Achiruddin Darojat.

    Pangdam juga menggarisbawahi pentingnya semangat gotong royong dan kolaborasi seluruh elemen bangsa demi keberhasilan pembangunan nasional. Beliau mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga dan merawat fasilitas jembatan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

    Sementara itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal menyambut hangat dan mengapresiasi kontribusi TNI AD. Kehadiran jembatan beton baru ini dinilai menjadi solusi nyata atas penantian panjang warga setempat dalam meningkatkan konektivitas antardesa.

    TNI terbukti terus hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mensukseskan berbagai Program Strategis Nasional, mulai dari pembangunan infrastruktur penunjang, program Makan Bergizi Gratis (MBG), KDKMP, hingga pembangunan Yon TP untuk penguatan ketahanan pangan nasional.

    Turut hadir di lokasi kegiatan antara lain Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid, Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Rachmat Ferdiantono, S.H., M.Han., perwakilan Lanal Tegal, Polres Tegal, Satradar 403/Tgl, Kepala Dinas PU Kabupaten Tegal Teguh Dwijanto Rahardjo, S.T., M.T., M.A., unsur Forkopincam Tarub, serta para tokoh masyarakat Desa Lebeteng.( Red Kar)

  • Sinergi Anak Pejuang: FKPPI Kabupaten Tegal Gelar Tasyakuran Menempati Sekretariat Baru di Kantor DPC Pepabri

    Sinergi Anak Pejuang: FKPPI Kabupaten Tegal Gelar Tasyakuran Menempati Sekretariat Baru di Kantor DPC Pepabri

    Syakuran atas dimanfaatkannya kantor DPC Pepabri Kabupaten Tegal sebagai sekretariat bersama.

    Persindonesia.com Tegal – Suasana penuh kehangatan dan rasa syukur menyelimuti para pengurus serta anggota Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri (FKPPI) Kabupaten Tegal. FKPPI Kabupaten Tegal resmi menggelar acara tasyakuran atas dimanfaatkannya kantor DPC Pepabri Kabupaten Tegal sebagai sekretariat bersama.

    Langkah ini menjadi simbol eratnya hubungan emosional serta sinergi antara para purnawirawan senior dengan generasi muda putra-putri keluarga besar TNI-Polri di wilayah Kabupaten Tegal.

    Acara tasyakuran tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Pasiter mayor purbo suseno dan pelda mulya Kodim 0712/Tegal, purnawirawan TNI Kapten Haryanto, serta jajaran pengurus baru FKPPI Kabupaten Tegal periode ini, di antaranya

    Ketua Casmadi
    Wakil Ketua Dewo
    Sekretaris Guntoro
    Bendahara Ibu Uci Ninghayanti
    Rasa Syukur dan Rumah Baru bagi Pengabdian

    Ketua FKPPI Kabupaten Tegal, Casmadi, mengungkapkan rasa terima kasih dan syukur yang mendalam atas dukungan dari DPC Pepabri Kabupaten Tegal yang telah memfasilitasi sekretariat ini. Menurutnya, keberadaan sekretariat baru akan menjadi pusat koordinasi, silaturahmi, dan pergerakan kegiatan sosial kemasyarakatan FKPPI ke depan.

    Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para senior di DPC Pepabri. Memiliki sekretariat yang menyatu di sini bukan sekadar tentang tempat fisik, tetapi tentang menjaga nilai-nilai perjuangan dan melanjutkan semangat para orang tua kami,” ujar Casmadi.

    Dalam kesempatan yang sama, Penasehat FKPPI Kabupaten Tegal, Nunung, menyoroti besarnya potensi kepemudaan di Kabupaten Tegal yang memiliki latar belakang keluarga TNI-Polri. Banyak di antara mereka yang merupakan anak maupun cucu dari para pejuang, namun belum terwadahi secara resmi.

    “Pemuda di Kabupaten Tegal ini sebenarnya sangat banyak yang merupakan anak maupun cucu dari pejuang TNI-Polri, namun masih banyak yang belum bergabung di FKPPI. Melalui momentum sekretariat baru dan kepengurusan baru ini, kami mengimbau dan mengajak seluruh putra-putri serta cucu purnawirawan maupun anggota aktif TNI-Polri untuk mari bersama-sama merapat dan bergabung,” tegas Nunung.

    Dengan hadirnya sekretariat baru ini, FKPPI Kabupaten Tegal siap memperkuat soliditas internal dan berkontribusi nyata bagi pembangunan serta kondusivitas masyarakat di Kabupaten Tegal.( Red Kar)

  • Tersangkut Kabel Internet, Warga Jembrana Jalani Operasi hingga Terlilit Utang Rumah Sakit

    Tersangkut Kabel Internet, Warga Jembrana Jalani Operasi hingga Terlilit Utang Rumah Sakit

    Persindonesia.com Jembrana – Kesemrawutan kabel jaringan internet di Kabupaten Jembrana kembali memakan korban. Seorang warga Desa Tuwed mengalami luka serius pada leher setelah tersangkut kabel provider WiFi saat melintas di jalan raya. Korban bahkan harus menjalani operasi di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah (Sanglah) Denpasar dan hingga kini masih menanggung utang biaya pengobatan. Menyikapi kejadian tersebut, DPRD Jembrana mendesak penataan kabel jaringan segera dilakukan sebelum kembali menimbulkan korban.

    Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Jembrana, I Ketut Suastika atau yang akrab disapa Cohok, mengatakan, dirinya menindaklanjuti laporan warga terkait kecelakaan yang menimpa seorang warga Desa Tuwed, Kecamatan Melaya. Insiden tersebut terjadi sekitar dua bulan lalu ketika korban tersangkut kabel internet yang melintang di jalan hingga mengalami luka parah pada bagian leher.

    “Korban sampai harus menjalani operasi di RSUP Sanglah. Bahkan hingga sekarang masih memiliki utang biaya rumah sakit karena belum mampu melunasinya sebesar Rp. 45 juta rupiah. Yang menjadi perhatian kami bukan hanya persoalan biaya pengobatan, tetapi banyaknya kabel provider yang pemasangannya semrawut dan sangat membahayakan masyarakat,” ujarnya, Jumat (24/7).

    Ia menjelaskan, kondisi kabel yang menjuntai rendah tidak hanya ditemukan di jalan raya, tetapi juga di kawasan pedesaan. Bahkan terdapat kabel yang hanya disangkutkan di pagar maupun tanaman tanpa penyangga yang memadai.

    Legalitas Aset di Bali Diperkuat, 62 Sertipikat Rumah Ibadah dan Pemda Diserahkan

    “Kondisi seperti ini sangat berbahaya. Saya mengimbau masyarakat yang menemukan kabel menjuntai atau membahayakan agar segera melaporkannya kepada pemerintah desa maupun pihak terkait agar bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.

    Cohok juga menyoroti minimnya tanggung jawab dari sejumlah perusahaan penyedia layanan internet terhadap kondisi jaringan yang mereka bangun. Padahal, menurutnya, pemerintah daerah melalui dinas terkait telah beberapa kali menyampaikan surat kepada penyedia jasa agar melakukan penataan jaringan.

    Di sisi lain, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan regulasi daerah yang mengatur penataan kabel jaringan utilitas agar lebih tertib, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan.

    “Kami sedang menyiapkan peraturan daerah mengenai penataan kabel jaringan. Kalau tidak segera ditertibkan dan tetap mengabaikan keselamatan masyarakat, kami akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum karena persoalan ini sangat membahayakan,” tegasnya.

    Buruh Harian Asal Jember Disikat Polisi Gegara Nyolong 2 Mesin Pompa Air di Kintamani

    Ia juga mempertanyakan tanggung jawab perusahaan terhadap korban yang hingga kini masih menanggung beban biaya rumah sakit.

    “Korban bahkan KTP-nya masih ditahan rumah sakit karena belum mampu melunasi biaya. Siapa yang bertanggung jawab? Kami meminta seluruh pemilik jaringan segera mengecek kondisi kabel mereka sebelum ada korban berikutnya,” ucapnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jembrana, I Made Cipta Wahyudi, mengakui hingga saat ini belum terdapat regulasi khusus yang mengatur pemasangan jaringan internet oleh provider di daerah.

    Karena itu, pihaknya tengah menyusun payung hukum sebagai dasar penataan kabel jaringan internet agar lebih tertib dan memperhatikan aspek keselamatan maupun estetika kota.

    Turun ke Sungai, Dinas LH Perkim Jembrana Sisir Sampah Liar dan Perkuat Pengawasan dengan KSM

    “Kami sedang menyusun draft aturan, minimal dalam bentuk surat edaran sebagai langkah awal. Nantinya akan menjadi dasar penataan kabel jaringan internet di Kabupaten Jembrana,” katanya.

    Menurutnya, selama ini banyak penyedia jasa internet memasang jaringan tanpa adanya kewajiban melapor kepada Dinas Kominfo, sehingga pemerintah daerah kesulitan melakukan pengawasan.

    “Kalau sudah muncul masalah, Kominfo yang selalu dicari. Padahal tidak ada aturan yang mewajibkan provider meminta izin kepada Kominfo saat memasang jaringan internet,” jelasnya.

    Sebagai langkah awal, pihaknya akan melakukan pendataan seluruh penyedia layanan internet beserta lokasi tiang dan jaringan yang mereka miliki di wilayah Jembrana.

    Dua Kali Jadi Kurir Narkoba, Nelayan Bodong Ditangkap TNI AL Saat Selundupkan Sabu dari Malaysia

    Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk memperoleh data penyedia jasa yang memanfaatkan jalur nasional maupun provinsi, termasuk legalitas perizinannya.

    “Kami ingin mengetahui siapa saja provider yang beroperasi di Jembrana, berapa jumlah titik tiang yang mereka miliki, serta memastikan apakah seluruh jaringan tersebut memiliki izin. Jika ditemukan kabel yang tidak berizin atau sudah tidak digunakan, tentu akan kami rekomendasikan untuk ditertibkan,” ujarnya.

    Terkait kasus yang menimpa warga Desa Tuwed, Cipta mengatakan, pihaknya telah melakukan survei lapangan dan berupaya berkoordinasi dengan penyedia jasa internet yang diduga bertanggung jawab. “Kami sudah menyurati provider terkait dan saat ini masih berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk memastikan legalitas pemasangan tiangnya. Tim juga masih melakukan pengecekan terhadap provider yang bersangkutan,” pungkasnya. Ts

     

  • Komisi IV DPRD Badung Soroti SPMB, Kesenian Bali, dan Pemerataan Pendidikan

    Komisi IV DPRD Badung Soroti SPMB, Kesenian Bali, dan Pemerataan Pendidikan

    Evaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) serta pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB)

    BADUNG Persindo – Komisi IV DPRD Kabupaten Badung menggelar rapat kerja bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) serta Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung di Ruang Rapat Gosana II Gedung DPRD Badung, Rabu (22/7/2026).

    Pertemuan tersebut membahas dua agenda strategis, yakni evaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) serta pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB). Kedua agenda tersebut menjadi perhatian Komisi IV karena masing-masing perangkat daerah baru saja menyelesaikan rangkaian kegiatan tersebut.

    Ketua Komisi IV DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana, didampingi Wakil Ketua Komisi I Made Suwardana serta anggota Komisi IV I Nyoman Sudana dan I Wayan Joni Pargawa, menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan program di kedua sektor tersebut telah berjalan dengan baik. Meski demikian, masih terdapat sejumlah hal yang perlu dievaluasi dan ditingkatkan ke depan.

    Dalam sektor pendidikan, Komisi IV menyoroti masih adanya kebutuhan tenaga guru di sejumlah sekolah. Selain kuantitas tenaga pendidik, peningkatan kualitas guru juga dinilai penting untuk mendukung mutu pendidikan di Kabupaten Badung.

    Perhatian lainnya diarahkan pada kondisi sarana dan prasarana sekolah. Menurut Graha Wicaksana, fasilitas pendidikan harus memenuhi standar yang memadai sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung proses pendidikan siswa.

    Ia juga mengingatkan agar kebijakan penataan atau pengelompokan sekolah mempertimbangkan kondisi geografis dan jarak tempat tinggal siswa. Hal tersebut menjadi perhatian khusus bagi wilayah dengan permukiman yang berjauhan seperti Pangsan dan Petang.  “Jangan sampai kebijakan pengelompokan sekolah justru membuat siswa harus menempuh perjalanan yang terlalu jauh. Kondisi geografis dan jarak antarpemukiman harus menjadi pertimbangan,” ujarnya.

    Komisi IV berharap hasil rapat kerja tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama bagi pemerintah daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan sekaligus memastikan kebijakan yang diterapkan tetap memperhatikan kebutuhan dan kenyamanan masyarakat.

    Sementara itu, terkait pelaksanaan PKB, evaluasi juga diarahkan untuk memastikan keberlanjutan pembinaan seni dan budaya daerah agar tetap berkembang serta mampu memberikan ruang yang optimal bagi pelaku seni dan budaya di Kabupaten Badung.

    @Praba