Persindonesia.com Jembrana – Kemacetan parah mewarnai arus mudik Lebaran tahun ini di Kabupaten Jembrana. Ribuan pemudik yang hendak menyeberang ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk terpaksa mengantre hingga 24 jam akibat padatnya kendaraan yang mengarah ke pelabuhan.
Kondisi ini disebut-sebut menjadi salah satu kemacetan terparah dalam sejarah arus mudik di wilayah tersebut. Lonjakan jumlah pemudik juga tercatat signifikan pada H-6 Lebaran.
Berdasarkan data Posko Gilimanuk selama 24 jam pada periode 15 Maret 2026 pukul 00.00 hingga 23.59 Wib, jumlah trip kapal tercatat sebanyak 247 perjalanan. Total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk mencapai 80.416 orang atau meningkat 33,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 60.099 orang.
Salah satu pemudik asal Kabupaten Jembrana, Putu Witari yang akan pulang mudik ke Kuningan Jawa Barat mengaku harus mengantre hampir satu hari penuh sebelum akhirnya dapat menaiki kapal menuju Jawa.
Sejumlah Pemudik Pingsan Saat Antre Masuk Pelabuhan Gilimanuk
“Saya mudik bersama keluarga dari rumah di Jembrana sekitar pukul 08.45 Wita pada Minggu (15/3). Baru keluar rumah sampai Desa Kaliakah kami sudah tidak bisa bergerak karena macet menuju Pelabuhan Gilimanuk. Biasanya mudik tidak seperti ini, tahun-tahun sebelumnya relatif lancar,” ujarnya, Senin (16/3)
Ia menuturkan perjalanan menuju pelabuhan berlangsung sangat lama karena beberapa kali terjebak antrean panjang. Sekitar pukul 12.00 Wita, dirinya masih berada di kawasan Banyubiru. Kemacetan baru sedikit terurai ketika tiba di Desa Melaya sekitar pukul 18.00 WITA sehingga ia dan keluarganya sempat beristirahat untuk makan.
Setelah itu, antrean kembali terjadi di Banjar Sumbersari sekitar pukul 19.00 Wita. Ia juga sempat terjebak kemacetan di kawasan Hutan Cekik pada Senin (16/3) sekitar pukul 00.21 Wita.
“Sekitar pukul 01.10 Wita kami baru bisa masuk Terminal Kargo. Lalu sekitar pukul 05.41 Wita masuk terminal manuver Pelabuhan Gilimanuk dan pukul 06.40 Wita akhirnya naik kapal menuju Pelabuhan Ketapang. Kami tiba di Ketapang sekitar pukul 07.54 Wita,” jelasnya.
Antrean Mudik ke Gilimanuk Tembus 33 Km, Terpanjang dalam Sejarah Jembrana
Dengan perjalanan tersebut, Witari mengaku harus menunggu hampir 24 jam sejak berangkat dari rumah hingga berhasil menyeberang. “Ini benar-benar pengalaman mudik yang berat. Suami saya sampai tidak tidur hampir 24 jam di jalan. Syukurnya kendaraan kami tidak mengalami masalah,” katanya.
Ia juga menilai kemacetan parah diduga dipicu oleh meningkatnya volume kendaraan serta masih beroperasinya truk besar dan kendaraan sumbu tiga di jalur menuju pelabuhan.
“Kami menduga kemacetan parah ini tidak hanya disebabkan oleh peningkatan arus mudik karena hari raya yang beriringan, tetapi juga karena masih beroperasinya truk-truk besar dan kendaraan sumbu tiga. Selain itu, tidak terlihat petugas yang berpatroli untuk membangunkan sopir yang tertidur saat antrean berlangsung,” terangnya.
Eitari menambahkan, Saat proses masuk ke kapal pun dinilai kurang tertib karena tidak ada petugas yang mengatur kendaraan dengan baik sehingga terkesan amburadul. Sebelumnya bahkan sempat terjadi keributan antar pengemudi. “Suami saya juga sempat emosi karena sebuah truk besar yang mundur ke kapal terlalu mepet dengan kendaraan kecil,” ucapnya.
Tim Divpropam Mabes Polri Tinjau Pos Pelayanan Bondowoso, Tegaskan Komitmen Reformasi Internal Polri
Keluhan serupa juga disampaikan pemudik lain, Hafib, warga Denpasar yang hendak pulang ke Banyuwangi. Ia mengaku berangkat dari Denpasar pada Sabtu (14/3) sekitar pukul 10.00 Wita dan baru tiba di kawasan Hutan Cekik, Kelurahan Melaya, pada Minggu (15/3) sekitar pukul 11.36 Wita.
“Saya dari Denpasar sampai di sini sudah 24 jam. Paling lama kami diam itu di Jembrana karena antrean panjang menuju pelabuhan,” katanya.
Menurutnya, kemacetan tahun ini jauh lebih parah dibandingkan arus mudik tahun sebelumnya. “Tahun lalu tidak seperti ini. Memang ada macet sedikit, tapi masih lancar. Sekarang sampai satu hari di jalan baru tiba di Hutan Cekik,” ujarnya.
Data Posko Gilimanuk mencatat realisasi kendaraan roda dua yang menyeberang pada H-6 mencapai 18.306 unit atau meningkat 52,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 11.987 unit. Sementara kendaraan roda empat tercatat 5.044 unit atau naik 9,2 persen dibandingkan 4.620 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Klungkung Darurat Narkoba, Kurun Sebulan Polisi Berhasil Ciduk Lima Pengedar
Untuk kendaraan truk tercatat 1.590 unit atau turun 13,4 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 1.835 unit. Sedangkan bus mencapai 945 unit atau meningkat 39 persen dibandingkan 680 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk pada H-6 tercatat sebanyak 25.885 unit atau naik 35,4 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 19.122 unit.
Sementara itu, total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa mulai H-10 hingga H-6 tercatat sebanyak 232.640 orang atau naik tipis 0,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 232.518 orang. Untuk total kendaraan tercatat 74.762 unit atau meningkat 5,5 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 70.892 unit.
Koster Kukuhkan 4.592 Pengurus PDIP Buleleng, Perkuat Mesin Partai hingga Tingkat Dusun
Lonjakan kendaraan yang cukup signifikan ini menjadi salah satu faktor utama terjadinya antrean panjang kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk selama arus mudik Lebaran tahun ini. Ts






